Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Prasyarat Epistemologi dalam Studi Islam: Sebuah Kajian Konseptual Al Hamimy, Muhammad Faishol; Barlaman, Muhammad Rufait Balya
JoEMS (Journal of Education and Management Studies) Vol. 8 No. 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/joems.v8i4.1483

Abstract

Ilmu pengetahuan berkembang seiring dengan kemajuan epistemologi, yaitu kajian tentang sumber, metode, dan validitas pengetahuan. Tidak terkecuali pada studi keIslaman. Studi ini berangkat dari pemahaman bahwa setiap tindakan, termasuk proses epistemologis, memerlukan prasyarat tertentu agar tujuan dapat tercapai secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prasyarat epistemologi studi Islam. Penlitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data primer berasal dari buku Epistemologi Studi Islam karya Mujamil Qamar (2024), sedangkan data sekunder berupa buku-buku, jurnal, serta referensi-referensi yang relevan pada studi ini. eknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen dan pencarian literatur sistematis, dilanjutkan dengan seleksi literatur berdasarkan relevansi. Analisis data menggunakan analisis isi untuk mengidentifikasi tema, mengkategorikan konsep, dan mensintesis pemikiran secara argumentatif dan logis. Hasil penelitian ini adalah dalam epistemologi studi Islam, terdapat prasyarat yang meliputi orientasi teologi, landasan etika, dan keberadaan perangkat utama berupa indera, rasio, dan hati. Orientasi teologi menekankan kepercayaan transendental terhadap pertolongan Allah dalam usaha ilmiah. Landasan etika memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh membawa manfaat moral dan sosial. Sementara itu, penggunaan indera, rasio, dan hati berperan dalam memperoleh dan memverifikasi kebenaran pengetahuan. Kata Kunci:Epistemologi; studi Islam; keIslaman; filsafat ilmu.
Intergenerational Communication in the Ruwah Tradition: An Ethnographic Study on the Transmission of Tradition and the Preservation of Local Wisdom Marchelina, Debyta Ayu; Al Hamimy, Muhammad Faishol; Ardi, Mulia
Borobudur Communication Review Vol 5 No 2 (2025): Borobudur Communication Review
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bcrev.14741

Abstract

Penelitian ini mengkaji komunikasi antargenerasi dalam tradisi Ruwah Dusun di Desa Kembangsore, Mojokerto, Jawa Timur, dengan fokus pada pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal melalui keberlangsungan tradisi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0 yang cenderung meminggirkan praktik-praktik tradisional dan memperlebar kesenjangan generasi. Pendekatan kualitatif dengan metode etnografi komunikasi digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi dari Desember 2024 hingga Maret 2025. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta keabsahannya dipastikan melalui triangulasi sumber dan metode. Hasilnya disajikan dalam enam poin utama. Pertama, deskripsi tradisi Ruwah Dusun menunjukkan bahwa ritual-ritual seperti prosesi gunungan, pesta bersama, tahlil, dan istighasah melambangkan rasa syukur, solidaritas, dan penghormatan kepada leluhur. Kedua, pola komunikasi antargenerasi menunjukkan interaksi yang saling melengkapi, di mana para tetua bertindak sebagai penjaga kebijaksanaan, para pemimpin agama memberikan legitimasi spiritual, dan generasi muda menyumbangkan kreativitas. Ketiga, tradisi berfungsi sebagai media transmisi nilai-nilai, termasuk kerja sama timbal balik, religiusitas, solidaritas, dan kesadaran ekologis. Keempat, analisis komunikasi etnografis menunjukkan bahwa simbol, ritual, dan bahasa berfungsi sebagai alat untuk menegosiasikan dan mengadaptasi nilai-nilai. Kelima, keterlibatan generasi muda terlihat jelas dalam pewarisan dan transformasi praktik budaya, mulai dari perencanaan dan dokumentasi hingga reinterpretasi tradisi. Keenam, dinamika dan tantangan yang ada menunjukkan ketegangan antara pelestarian tradisi dan modernitas, namun media digital menghadirkan peluang untuk merevitalisasi tradisi.
TEOLOGI ISLAM KONTEMPORER: TELAAH PEMIKIRAN TEOLOGI DAN PENDIDIKAN ISLAM AHMAD SURKATI MELALUI AL-IRSYAD DI INDONESIA Al Hamimy, Muhammad Faishol; Prayogi, Rizal Mifthakul
JURNAL PUSAKA: Media Kajian dan Pemikiran Islam Vol. 15 No. 2 (2025): Edisi 25
Publisher : LPPI Universitas Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/ps.v15i2.2198

Abstract

This article aims to examine the theological renewal introduced by Ahmad Surkati through the Al-Irsyad organization in Indonesia. Using a qualitative approach and literature review method, this study relies on sources such as books, journals, and other relevant documentation. The research process involved collecting, analyzing, verifying, and synthesizing data to reveal the renewal ideas proposed by Surkati. The results show that Al-Irsyad was founded in response to social inequality in Jami'at Khair, with Ahmad Surkati's thinking influenced by the reformist figure Muhammad Abduh. Al-Irsyad promotes renewal in two main areas: religion and education. In the field of religion, this organization is committed to purifying Islamic teachings, opposing deviant practices, and promoting the principle of social equality among Muslims. In the field of education, Al-Irsyad focuses on developing a scientific culture that balances religious and worldly knowledge, as well as preparing Muslims to face the challenges of the times. Through this movement, Surkati succeeded in introducing the concept of equality among Indonesian Muslims and laid the foundation for the modernization of Islamic understanding relevant to the social and global context. Keywords: Islamic Modernization, Ahmad Surkati, Al-Irsyad, Islamic Theology, Islamic Education
TEOLOGI ISLAM KONTEMPORER: TELAAH PEMIKIRAN TEOLOGI DAN PENDIDIKAN ISLAM AHMAD SURKATI MELALUI AL-IRSYAD DI INDONESIA Al Hamimy, Muhammad Faishol; Prayogi, Rizal Mifthakul
JURNAL PUSAKA: Media Kajian dan Pemikiran Islam Vol. 15 No. 2 (2025): Edisi 25
Publisher : LPPI Universitas Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/ps.v15i2.2198

Abstract

This article aims to examine the theological renewal introduced by Ahmad Surkati through the Al-Irsyad organization in Indonesia. Using a qualitative approach and literature review method, this study relies on sources such as books, journals, and other relevant documentation. The research process involved collecting, analyzing, verifying, and synthesizing data to reveal the renewal ideas proposed by Surkati. The results show that Al-Irsyad was founded in response to social inequality in Jami'at Khair, with Ahmad Surkati's thinking influenced by the reformist figure Muhammad Abduh. Al-Irsyad promotes renewal in two main areas: religion and education. In the field of religion, this organization is committed to purifying Islamic teachings, opposing deviant practices, and promoting the principle of social equality among Muslims. In the field of education, Al-Irsyad focuses on developing a scientific culture that balances religious and worldly knowledge, as well as preparing Muslims to face the challenges of the times. Through this movement, Surkati succeeded in introducing the concept of equality among Indonesian Muslims and laid the foundation for the modernization of Islamic understanding relevant to the social and global context. Keywords: Islamic Modernization, Ahmad Surkati, Al-Irsyad, Islamic Theology, Islamic Education