Kopi mengandung senyawa antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan seperti perlindungan dari berbagai penyakit. senyawa antioksidan tersebut antara lain kafein, fenol, dan asam klorogenat (Sari, 2018). Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu biji kopi robusta 100g, sedangkan bahan kimia yang digunakan untuk analisis yaitu larutan DPPH, ethanol, dan aquades. Alat yang digunakan dalam pembuatan bubuk kopi robusta yaitu mesin roasting kopi, grinder, timbangan digital, dan ayakan 40 mesh. Sedangkan alat yang digunakan dalam analisis yaitu timbangan analitik, gelas ukur, labu ukur, pH meter, pipet gondok, desikator, beaker glass, erlenmeyer, kertas saring, colorimeter, spektrofotometri Uv-Vis, dan oven merk memmert. Uji sensoris menunjukkan suhu penyangraian sangat mempengaruhi sifat fisik seperti warna, aroma, rasa dan kenampakan sehingga memiliki perbedaan yang nyata. Uji warna pada bubuk kopi robusta menunjukkan warna L*, a*, b*, C*, h* dan ΔΕ ada beda nyata. Suhu penyangraian tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air bubuk kopi robusta. kadar air tertinggi sebesar 3,14 ± 0,21 dan kadar air terendah sebesar 2,89 ± 0,15. Suhu penyangraian tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pH bubuk kopi robusta. pH tertinggi 5,68 ± 0,00 dan terendah sebesar 5,36 ± 0,01. Suhu penyangraian memberikan pengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan seduhan bubuk kopi robusta. Nilai tertinggi sebesar 76,66 ± 1,52 dan nilai terendah sebesar 60,00 ± 1,54. Suhu penyangraian tidak memberikan pengaruh nyata terhadap zat padat terlarut seduhan bubuk kopi robusta. Nilai tertinggi 30,72 ± 1,51 dan nilai terendah 28,32 ± 2,26.