Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Characteristics of Physicochemistry and Sensory of Arrowroot-wheat Flour Katte Tong with White Turmeric Powder and Carboxymethyl Cellulose Addition: Karakteristik Fisik, Kimia dan Kesukaan Katte Tong Pati Garut-terigu dengan Penambahan Bubuk Kunir Putih (Curcuma mangga Val.) dan Carboxymethyl Cellulose Diannita, Estu Meylinda; Pujimulyani, Dwiyati; Murti, Siti Tamaroh Cahyono
JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) Vol. 9 No. 1 (2024): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jitipari.v9i1.8598

Abstract

Katte tong arrowroot-wheat flour has potential functional food that can be developed to optimize local ingredients. The addition of white saffron powder and CMC, which believed to provide health benefits because has high antioxidant activity and improve the texture to be sturdy. The purpose of this study was to determine the effect of the addition of white saffron powder and CMC on the physical, chemical and level of liking of katte tong arrowroot. This research was conducted to make katte tong with arrowroot-wheat flour with the addition of white saffron powder and CMC using a two-factorial completely randomized design (CRD). Factors included the addition of white saffron powder at 5, 10, 15% and CMC at 0.5, 1, 1.5%. Katte tong garut was then tested physically, chemically, and tested for favorability. The results showed that the addition of white saffron powder and CMC had a significant effect on the physical and chemical properties and preference level of the katte tong produced. The results of the analysis of the selected arrowroot katte tong have a moisture content of 1.82%bb, protein 7.89%bb, antioxidant activity of DPPH method 22.65% RSA, antioxidant activity of FRAP method 3.6 mg Efero/g and total phenols content 11.41 mg EAG/g.
KAJIAN PEMAHAMAN ARTI PENTING DIET SEHAT BAGI MAHASISWA Suryani, Chatarina Lilis; Murti, Siti Tamaroh Cahyono; Chandra, Albert Yakobus
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v3i1.3721

Abstract

Pada saat ini obesitas telah banyak menyerang orang muda. Mahasiswa adalah generasi muda penerus bangsa, harus mengetahui dan memahami cara diet sehat.Untuk mengetahui pemahaman mahasiswa terhadap diet yang sehat telah dilakukan survei dengan responden 121 mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta.Instrumen survei yang digunakan adalah kuisioner yang terdiri dari 1) pertanyaan karakteristik pribadi responen yang meliputi jenis kelamin, umur, berat badan, dan tinggi badan, 2) aktivitas responden meliputi aktivitas olah raga dan bekerja/belajar, 3) pola makan yang meliputi kebiasaan makan, konsumsi makanan siap saji serta pengetahuan tentang pangan rendah kalori, serta 4) pengetahuan tentang indeks masa tubuh dan kesehatan. Kusioner diupload secara online melalui google form sehingga mempermudah sampling. Data hasil sampling dianalisis dengan metode deskritif kuantitatif dan kualitatif. Hasil survei menunjukkan bahwa kesadaran mahasiswa untuk makan secara teratur masih rendah, sebagian besar mahasiswa melewatkan makan pagi sehingga mengubah pola makan yang dapat menyebabkan resiko penyakit degeneratif. Sebagian besar mahasiswa telah memahami arti pening aktivitas fisik baik dengan olah raga maupun jalan kaki. Namun masih perlu ditingkatkan pemahamannya terhadap cara diet yang sehat.
SIFAT FISIK. KIMIA DAN KESUKAAN BOLU BERBAHAN BAKU TERIGU YANG DI SUBSTITUSI DENGAN TEPUNG UWI UNGU (Dioscorea alata L.) DAN TEPUNG KECAMBAH KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.) Rahmalia, Rekha Rizky; Murti, Siti Tamaroh Cahyono; Kanetro, Bayu
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uwi ungu adalah jenis umbi sumber karbohidrat yang terdapatantosianin sebagai antioksidan alami. Kacang merahmerupakan biji-bijian sumber protein nabati. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepungterigu dan tepung uwi ungu, serta penambahan tepungkecambah kacang merah terhadap sifat fisik, kimia, dan tingkat kesukaan bolu. Rancangan penelitian menggunakanRAL 2 faktor: perbandingan tepung terigu dan tepung uwiungu (A1: 90:10%, A2: 80:20%, A3: 70:30%) dan penambahan tepung kecambah kacang merah (B1: 5 g, B2: 10 g, B3: 15 g). Uji fisik, tingkat kesukaan, dan analisis kimiadilakukan pada bolu yang dihasilkan. Hasil menunjukkanbahwa perbandingan tepung terigu dan uwi ungu sertapenambahan tepung kecambah kacang merah berpengaruhsignifikan terhadap warna, tekstur, volume pengembangan, aktivitas antioksidan, fenol, dan tingkat kesukaan. Perlakuanterbaik, yang paling disukai panelis, adalah perbandingan70% tepung terigu, 30% tepung uwi ungu, dan 15% tepungkecambah kacang merah. Bolu pada penelitian ini memilikikriteria kadar air 20,26%, kadar abu 1,57%, kadar lemak 27,59%, kadar protein 10,23%, karbohidrat 40,24%, aktivitasantioksidan 20,27% RSA, dan fenol 2,01 mg EAG/g.Kata kunci: Bolu, uwi ungu, kecambah kacang merah, aktivitas antioksidan, protein
Pengaruh Penambahan Tepung Uwi Ungu (Dioscorea alata L.) Dan Kapur Sirih Terhadap Sifat Fisik, Kimia Dan Tingkat Kesukaan Arai Pinang Govi, Billy Gustian; Murti, Siti Tamaroh Cahyono; Sari, Yuli Perwita
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arai pinang merupakan makanan tradisional khas Pariaman, Sumatera Barat, yang terbuat dari tepung beras, tepung uwi ungu, dan kapur sirih. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan arai pinang dengan penambahan tepung uwi ungu dan kapur sirih yang disukai panelis. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor: proporsi tepung uwi ungu (10%, 20%, dan 30%) dan jumlah kapur sirih (1,0 g, 1,5 g, dan 2,0 g), serta satu kontrol (100% tepung beras). Pengujian meliputi analisis fisik (warna dan tekstur) serta kimiawi (fenol total, aktivitas antioksidan, kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat). Hasil menunjukkan bahwa variasi proporsi tepung uwi ungu dan kapur sirih memengaruhi secara signifikan warna, tekstur, kadar fenol total, aktivitas antioksidan, dan tingkat kesukaan panelis. Formulasi terbaik adalah 70% tepung beras, 30% tepung uwi ungu, dan 1% kapur sirih, dengan nilai gizi: kadar air 4,16%, abu 3,37%, protein 8,48%, lemak 12,70%, dan karbohidrat 71,79%.Kata kunci: Arai pinang, Tepung uwi ungu, Tepung beras, Kapur sirih
PENGARUH PENAMBAHAN UWI UNGU (Dioscorea alata L) DAN TEPUNG KACANG HIJAU (Vigna radiata L) TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN TINGKAT KESUKAAN BOLU KUKUS Yuliani, Ririn; Murti, Siti Tamaroh Cahyono; Fitri, Ichlasia Ainul
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uwi ungu (Dioscorea alata L) dan tepung kacang hijau (Vigna radiata L) merupakan bahan pangan lokal yang berpotensi meningkatkan kualitas produk pangan. Karakteristik nutrisi tersebut memerlukan adanya pengembangan inovasi dan diversifikasi pengolahan, salah satunya dengan menghasilkan produk makanan seperti bolu kukus tinggi protein. Pada penelitian ini dibuat bolu kukus dengan menggunakan perbandingan tepung terigu : uwi ungu P1 90:10%, P2 80:20%, dan P3 70:30% serta kombinasi tepung kacang hijau Q1 5%, Q2 10%, dan Q3 15%. Parameter yang diuji meliputi sifatfisik, sifat kimia dan uji kesukaan panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan uwi ungudan tepung kacang hijau berpengaruh signifikan terhadap karakteristik bolu kukus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung terigu : uwi ungu P3 (70:30%) dan tepung kacang hijau 10% memperoleh nilai tertinggi dan paling disukai panelis. Kriteria bolu kukus yang paling disukai adalah sebagai berikut : kadar air 30,18%, kadar abu 1,19%, kadar protein 9,81%, kadar lemak 27,61%, karbohidrat 31,21%.Kata kunci: uwi ungu, tepung kacang hijau, bolu kukus
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Menggunakan Kotoran kambing dan Aplikasinya pada tanaman Lidah Buaya Ngatirah, Ngatirah; Hastuti, Pauliz Budi; Bimantio, M. Prasanto; Murti, Siti Tamaroh Cahyono; Krisdiarto, Andreas Wahyu; Supriyanto, Gani; Kristalisasi, E. Nanik; Widyasaputra, Reza; Avianto, Yovi
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.34705

Abstract

Abstract:  The aloe vera plants cultivated by the Sumber Rejeki Women Farmers Group are currently in poor condition, characterized by yellowing leaves. This indicates a significant nutrient deficiency. However, the group members lack the skills to produce organic fertilizer. To address this, community service initiatives are needed to provide training on the production and application of Liquid Organic Fertilizer (LOF) using locally available materials, specifically goat manure and aloe vera leaf scraps. The primary objective of this program is to empower the members with the practical knowledge to create and apply this organic fertilizer to restore the health of their aloe vera crops. employed methods such as socialization, construction of fermentation barrels, hands-on training, evaluation, and mentoring. The training significantly improved participants' understanding, with overall comprehension of liquid organic fertilizer (increasing by 47%, knowledge of production methods rising by 41%, awareness of benefits growing by 29%, and familiarity with materials increasing by 50%. The resulting liquid organic fertilizer had an average composition of 0.56% organic carbon, 0.03% total nitrogen, 0.02% P₂O₅, 0.07% K₂O, and a C/N ratio of 18.86. Aloe vera plants fertilized with this liquid organic fertilizer exhibited greener fronds, a higher number of fronds, longer fronds, and an average frond weight of 300-400 grams.Abstrak: Tanaman lidah buaya milik KWT Sumber Rejeki mengalami penurunan kualitas yang ditandai dengan pelepah berwarna kekuningan. Kondisi ini menunjukkan kurangnya nutrisi, namun para anggota belum memiliki keterampilan untuk memproduksi pupuk secara mandiri. Oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang tersedia yaitu kotoran kambing dan sisa-sisa pelepah lidah buaya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik cair berbahan baku kotoran kambing dan sisa-sisa pelepah lidah buaya serta aplikasinya pada tanaman lidah buaya. Metode yang dilakukan meliputi sosialisasi, pembuatan tong fermentasi serta pelatihan dan praktek pembuatan pupuk organik cair serta evaluasi kegiatan dan pendampingan. Tingkat pemahaman peserta pelatihan POC terdapat kenaikan 47%, dengan tingkat pemahanan sangat paham 18% dan cukup paham 82%. Pengetahuan peserta mengenai cara pembuatan POC meningkat sebesar 41%  dengan tingkat pemahanam 9% sangat paham dan 91% cukup paham. Pemahaman mengenai manfaat POC mengalami peningkatan 29% (tadinya  71% menjadi 100% peserta). Pemahaman mengenai bahan-bahan yang digunakan untuk membuat POC meningkat sebesar 50%. POC yang dihasilkan mempunyai rata-rata kadar C-organik 0,56%, kadar N total 0,03%, kadar P2O5 0,02%, kadar K2O 0,07% dan rasio C/N sebesar 18,86. Tanaman lidah buaya yang dipupuk dengan POC akan memiliki warna pelepah yang hijau, jumlah pelepah lebih banyak, pelepahnya lebih panjang dan berat pelepah sekitar 300-400 gram