Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tinjauan: Efek Sedatif, Analgesik, dan Teratogenik Kecubung (Datura Metel, L.) terhadap Tikus Putih (Rattus Norvegicus): Review: Sedative, Analgesic, and Teratogenic Effects of Datura Metel, L. on White Rats (Rattus Norvegicus) Muyasaroh, Siti; Pramayanti, Citra Diamantina; Firdaus, Miftahur Rochman Hidayatul; Nugroho, Nanda Dwi; Pratama, Miko Andika Setya
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 2 No. 01 (2024): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v2i01.1876

Abstract

Kecubung (Datura metel L.) merupakan salah satu tanaman yang kerap digunakan sebagai obat tradisional karena kandungan atropine, hiosiamin, skopolamin, dan beberapa senyawa lain yang dapat ditemukan di akar, batang, tangkai, daun, bunga, dan biji tanaman. Studi ini merupakan tinjauan literatur dari beragam uji toksikologi yang dirangkum memiliki kondisi yang berbeda dari segi portal of entry, bagian tumbuhan yang diuji, dosis, efek pada hewan uji yang diamati, kondisi laboratorium, serta analisis statistik yang digunakan. Diharapkan informasi yang disajikan dapat memberikan pemahaman dan perspektif yang lebih baik terkait efek kronis dan akut yang dapat ditimbulkan oleh tumbuhan kecubung dan berkontribusi dalam menemukan kebutuhan penelitian lanjutan terkait pemanfaatan tumbuhan kecubung sebagai anestesi alternatif di dunia kesehatan. Berdasarkan hasil kajian literatur, diketahui bahwa akar kecubung memiliki kandungan alkaloid tropane terendah, sedangkan biji memiliki kandungan tertinggi bila dibandingkan bagian tumbuhan lainnya. Oleh karena itu, biji kecubung memiliki efek analgesia yang sangat kuat pada tikus putih (Rattus norvegicus). Ekstrak air daun kecubung gunung tidak memiliki efek teratogenik. Ekstrak bunga kecubung (Datura metel, L.) dapat berpotensi sebagai sedatif pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus), sehingga bunga kecubung dapat dimanfaatkan sebagai bahan anestesi.
Evaluasi Teknik Operasional Pengelolaan Sampah Domestik dan Limbah Padat B3 Berbasis Bank Sampah Unit (BSU) di RSU Srikandi IBI Jember: Evaluation of Operational Techniques for Domestic Waste Management and B3 Solid Waste Based on the Waste Bank Unit (BSU) at Srikandi IBI Jember Hospital Pramayanti, Citra Diamantina; Defriatno, Mawan Eko; Herdianto, Agung
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 3 No. 2 (2025): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v3i2.2600

Abstract

Menyadari dampak yang dihasilkan dari konsep ekonomi linear, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadaptasi praktik ekonomi sirkular yang dituangkan kedalam regulasi Permen-LHK No. 13 Tahun 2012. Selain Kemen-LHK, Kemenkes juga turut serta bersinergi dengan mendukung praktik konsep ekonomi sirkular berbasis Bank Sampah di sektor kesehatan. Salah satu rumah sakit yang telah mengadaptasi praktik ekonomi sirkular berbasis Bank Sampah yaitu RSU Srikandi IBI Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian teknik operasional berdasarkan standar Permenkes No.7 Tahun 2019, timbulan dan komposisi sampah, neraca massa, efektivitas BSU, serta strategi optimalisasi BSU. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mix method exploratory). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian teknik operasional terhadap Permenkes No. 7 Tahun 2019 yaitu sebesar 65%, yang berarti belum sepenuhnya memenuhi standar. Timbulan mingguan sampah domestik tercatat sebesar 211,9 kg dengan volume 4.825,9 liter, sedangkan timbulan limbah padat B3 sebesar 196,7 kg dengan volume 2.577,4 liter. Komposisi sampah domestik didominasi sisa makanan (51,2% berat; 73,4% volume), sementara limbah padat B3 didominasi limbah APD, popok, dan underpad (56,4% berat; 51,4% volume). Analisis neraca massa menunjukkan bahwa seluruh timbulan sampah dapat tertangani oleh mitra pengelola, namun efektivitas BSU masih rendah, hanya sebesar 22,37% (berat) dan 22,60% (volume), yang termasuk dalam kategori sangat tidak efektif. Strategi optimalisasi BSU berada pada kuadran I (Strength-Opportunity), sehingga disarankan penerapan strategi pertumbuhan agresif (growth strategy) melalui pemanfaatan peluang eksternal dan penguatan operasional internal.