Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implikasi Hukum Wanprestasi Pemerintah pada Kontrak Pembangunan Pasar Ranggulalo: Analisis Putusan Nomor 28/Pdt.G/2021/PN Dgl Lo, Adeline; Lee, Elena Philomena; Chen, Natasya Edgina; Baretta, Nicole; Nugraha, Dwi Putra; Tanaya, Velliana
SIGn Jurnal Hukum Vol 7 No 1: April - September 2025
Publisher : CV. Social Politic Genius (SIGn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37276/sjh.v7i1.416

Abstract

Government Default in Construction Contracts executed under assistance task projects raises questions concerning accountability and legal certainty, as exemplified by the Ranggulalo Market construction case. This study aims to analyze the legal implications of the Sigi Regency Government’s Default and to identify how legal accountability for the outstanding contract payment was determined based on Decision Number 28/Pdt.G/2021/PN Dgl. A normative legal research methodology utilized case, statutory, and conceptual approaches through qualitative analysis of the court decision, pertinent regulations, and secondary legal materials. The analysis reveals that the court determined the Defendant had committed Default and was responsible for paying the outstanding contract balance—acknowledging the involvement of the Co-Defendant—despite complexities concerning the Commitment-Making Official’s mandate, predicated on the binding civil law nature of the contractual relationship. The principal legal implications arising from this Default include the imposition of direct financial obligations on the government, the disruption of the fundamental principle of contractual equilibrium, diminished legal certainty for service providers, and the emergence of administrative and institutional consequences for the regional government involved. In conclusion, this judgment affirms government accountability in civil contracts and underscores the judiciary’s vital role in upholding the pacta sunt servanda principle. Concurrently, it highlights the urgent need to refine regulations concerning assistance tasks and strengthen contract governance within regional government environments.
Hubungan Antara Pelanggaran Fiduciary Duty dan Personal Liability Direksi dalam Kepailitan Perseroan Terbatas Lee, Elena Philomena; Xaviera, Gisella Helga; Yohanes, Jessy; Kwu, Paulina Shelly; Nathanael, Sheren Christabella
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i5.1579

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pertanggungjawaban hukum anggota direksi ketika Perseroan Terbatas berada dalam keadaan pailit, dengan fokus pada pembatasan kewenangan direksi dalam pengambilan keputusan serta penerapan prinsip kepercayaan dan kewajaran dalam pengurusan perusahaan sebagaimana tercermin dalam fiduciary duty dan business judgment rule. Penelitian dilakukan dengan metode hukum normatif melalui pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual dengan menelaah Undang-Undang Perseroan Terbatas dan Undang-Undang Kepailitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa direksi berkewajiban menyelenggarakan pengurusan perseroan secara jujur, cermat, dan setia terhadap tujuan serta kepentingan hukum perseroan. Pelanggaran terhadap standar kehati-hatian maupun kewajiban loyalitas tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum berupa tanggung jawab individual maupun tanggung jawab bersama. Meskipun demikian, direksi dapat terbebas dari tuntutan hukum sepanjang keputusan bisnis diambil secara rasional, tanpa benturan kepentingan, serta didasarkan pada informasi yang layak. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan prinsip tata kelola korporasi yang baik merupakan instrumen penting untuk menekan risiko hukum direksi dalam kondisi kepailitan.