Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Pengaruh Media Pendingin terhadap Struktur Mikro Sambungan Pengelasan Baja AISI 1045 pada Proses Las MIG - Djuanda; Nurlaela Latief; Asmah Adam; Muhammad Syahril
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 22, No 1 APR (2021): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan struktur mikro material baja AISI 1045 yang telah mengalami proses pengelasan yaitu las MIG kemudian dilakukan proses quenching menggunakan media pendingin air garam, radiator coolant, air mineral. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan di Balai Latihan Kerja (BLK) Makassar dan di laboratorium Metalurgi Fisik Fakultas TeknikUniversitas Hasanuddin. Sampel dari penelitian ini sebanyak 12 spesimen, 9 spesimen dilakukan proses quenching dengan 3 variasi media pendingin dan 3 spesimenl tanpa media pendingin. Data dari hasil penelitian dengan rata-rata butir struktur mikro baja AISI 1045 yaitu 11,16 untuk media pendingin air garam, 11,14 untuk media pendingin radiator coolant, 10,74 untuk media pendingin air mineral, dan tanpa media pendingin 10,53. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa dari hasil proses quenching terdapat perubahan butir struktur mikro antara sampel yang menggunakan media pendingin dengan sampel tanpa media pendingin.Kata Kunci : Uji Impak, Metode Charpy, Besi Plat ST42, Temperatur
Studi Termodinamika Air, Methanol dan Ethanol untuk Aplikasi Kolektor Surya Menggunakan Pipa Kalor Djuanda Djuanda; Amiruddin Amiruddin; Muhsin Z. Muhsin
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 16, No 1 Apr (2017): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.972 KB)

Abstract

Salah satu alat yang dapat mengubah radiasi matahari menjadi bentuk energi termal adalah kolektor surya. Intensitas radiasi matahari yang diterima kolektor surya tidak kontinyu tetapi berfluktuasi karena adanya hambatan cuaca. Salah satu cara untuk mengatasi fluktuasi radiasi maka digunakan kolektor surya pipa kalor uap bersirkulasi, sehingga kalor dapat segera dipindahkan secara cepat. Fluida kerja yang dipergunaan juga bersifat khusus, oleh karena itu diperlukan kajian khusus mengenai sifat termodinamika dari fluida kerja yang digunakan. Kajian meliputi sifat entalpi, tekanan, konduktifitas, dan viskositas fluida. Hasil penelitian yang dilakukan dengan mengkaji sifat termodamika menghasilkan beberapa studi fluida kerja yaitu air, methanol dan ethanol. Temperatur fluida diberikan antara 30 sampai 100⁰C. Dengan meningkatnya temperatur fluida maka tekanan dan entalpi fluida akan semakin tinggi sedangkan viskositas akan menurun. Entalpi uap dari fluida cenderung konstan seiring dengan meningkatnya temperatur. Entalpi terbesar dihasilkan oleh air kemudian oleh ethanol dan methanol. Kata kunci: absorbsi, pendingin, hidrokarbon, mineral oil, termofisik
Pengaruh Kondisi Kalor Masukan Evaporator Terhadap Unjuk Kerja Pompa Kalor Temperatur Tinggi . Djuanda
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 13, No 2 Apr (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi kalor masukan pada evaporator sangat berpengaruh terhadap unjuk kerja pompa kalor. Kajian analitis telah dilakukan dengan dua variabel utama yaitu temperatur  dan beban masukan pada evaporator. Refrigeran yang digunakan dalam studi ini adalah isobutana (R-600a). Kajian ini berguna sebagai penentuan kondisi kerja evaporator pada pompa kalor temperatur tinggi berbantuan pemanas energi surya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kompresor dengan tekanan kerja maksimum 25 bar maka tempeatur evaporator maksimum yang dibolehkan untuk rasio tekanan PR = 3 tidak boleh melebihi 60 °C. Sedangkan untuk PR = 2,5 tidak boleh melebihi temperatur 67 °C, untuk PR = 2 tidak boleh melebihi 78 °C, dan PR = 1,5 temperatur evaporator maksimum yang diizinkan dapat mencapai 90 °C. Koefisien performansi (COP) pompa kalor akan semakin kecil jika temperatur evaporator dan rasio tekanan semakin meningkat. Terdapat hubungan polinomial antara temperatur evaporator, rasio tekanan dan COP pompa kalor. Kata kunci: Pompa kalor temperatur tinggi, koefisien performansi, rasio tekanan
Analisis Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor di Kota Makassar Soetyono Iskandar; Djuanda Djuanda
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 19, No 1 Okt (2018): JURNAL TEKNIK MESIN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.544 KB)

Abstract

Kendaraan-kendaraan bermotor di Kota Makassar meliputi sebagian besar gas buang yang harus berada pada standar konsentrasi di dalam penelitian ini itu ditunjukkan lebih tinggi daripada titik batas yang dinyatakan oleh pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan kondisi gas buang kendaraan bermotor dan konsentrasi gas yang berbeda yang dibuang oleh kendaraan-kendaraan bermotor dan upaya-upaya dan strategi-strategi pengendalian untuk mengatasi buangan itu. Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan di kota Makassar. Penelitian ini mencakup metode survei yang dapat dilihat, dengan populasi penelitian ini terdiri atas semua kendaraan bermotor di Kota Makassar dan teknik pengambilan sampel menggunakan insidental yang mengambil 146 kendaraan bermotor. Gas buang kendaraan-kendaraan diukur dalam penguji emisi AVL tipe 4000 dan data dianalisis dalam statistik deskriptif dan inferensial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) gas buang adalah CO, CO2, HK dan NO2 dari kendaraan-kendaraan bermotor di Makassar lebih tinggi daripada titik batas, kecuali CO (2) konsentrasi gas yang berbeda adalah CO, CO2, HK dan NO2 dibuang oleh kendaraan-kendaraan bermotor di kota Makassar.Kata Kunci : Emisi gas, kendaraan bermotor, Kota Makassar
Analisis Unjuk Kerja (COP) Mesin Pendingin Hibrid dengan Menggunakan Refrigeran R-22 Muhsin Z. Muhsin; Djuanda Djuanda; A. Ramli Rasyid; Munandar Munandar
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 17, No 1 Okt (2017): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1950.332 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk memperoleh unjuk kerja mesin pendingin hibrid dengan menggunakan refrigeran R-22. pengujian dilakukan dengan pengukuran temperatur dan tekanan pada beberapa titik dari rangkaian mesin pendingin hibrid. Perhitungan COP dilakukan dengan menggunakan siklus kompresi uap hibrid. Sifat termodinamika di peroleh dengan mengguanakan software Refprop. Dari hasil pengujian diperoleh rata-rata COP mesin pendingin hibrid 6,241 selama 150 menit pengujian. Sementara untuk mesin pendingin mode standar sendiri diperoleh  rata-rata COP sebesar 5,096 selama 150 menit pengujian.Kata Kunci: Unjuk kerja (COP), Mesin pendingin hibrid, Refrigeran R-22. 
PKM Pelatihan Perawatan Sistem Pengkondisian Udara untuk Teknisi Pemula Djuanda Djuanda; Asia M.
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2022): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.036 KB)

Abstract

Abstrak. Masyarakat modern pada umum menggunakan sistem pengkondisian udara sebagai kebutuhan pokok, seperti AC (Window, Split, chiller, dll). Peralatan ini sudah menjadi kebutuhan rumah tangga, namun sangat sedikit tenaga terampil dalam menservis dan mencuci AC Split tersebut. Sehingga saat ini sangat dibutuhkan tenaga terampil pada bidang ini, disamping itu juga terkait masalah lingkungan hidup. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, maka rumusan masalah diantaranya mitra belum mengenal alat dan bahan, pengetahuan dan keterampilan dalam menservis dan mencuci AC Split. Metode pendekatan yang ditawarkan untuk mendukung realisasi program pelatihan ini adalah metode ceramah, tanya jawab (diskusi) dan praktek. Kompetensi yang dimiliki peserta pelatihan adalah Pengenalan Sistem Pengkondisian Udara (AC), Komponen-komponen  AC Split, Sistem Kerja AC Split dan Peralatan Kerja, Perawatan dan Pencucian AC, Praktikum meliputi perawatan AC dan Pencucian AC Split. Setelah program berjalan sesuai dengan rencana maka peserta didik telah memperoleh pengetahuan dan pengalaman memadai tentang cara merawat dan mencuci AC split dengan baik dan benar, memiliki motivasi dan jiwa kewirausahaan,  dan memperoleh hasil/nilai tambah. Kata Kunci: pelatihan, perawatan, pengkondisian udara, teknisi, pemula
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN TEKNIK FABRIKASI LOGAM PADA SISWA KELAS XI DI SMK NEGERI 5 MAKASSAR Asmah Adam; Samnur Samnur; Djuanda Djuanda; Rizki Djhulvicar
JoVI:JOURNAL of VOCATIONAL INSTRUCTION Vol 1, No 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.225 KB) | DOI: 10.55754/jov.v1i1.32083

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara motivasi belajar terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Teknik Fabrikasi Logam pada siswa kelas XI di SMK Negeri 5 Makassar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel yang diambil adalah 34 siswa. Pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial mencakup uji normalitas, uji linearitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan uji normalitas sebesar 0,956 > 0,05 dari taraf kesalahan sehingga nilai residual berdistribusi normal. Hasil uji linearitas sebesar 0,673 > 0,05 dari taraf kesalahan sehingga variabel bebas memiliki hubungan yang linear dengan variabel terikat. Hasil uji hopotesis pada analisis regresi sederhana menunjukkan tingkat hubungan antara motivasi belajar terhadap hasil belajar pada mata pelajaran teknik fabrikasi logam sebesar 70,1% atau 70% dengan kategori kuat. Kemudian pada uji-t diperoleh nilai signifikasi sebesar 0,00 < 0,05 dari taraf kesalahan yang berarti H0 tidak terjadi atau ditolak dan H1 diterima.
Analisis Kekuatan Tarik dan Lentur pada Spesimen Fiber Glass yang Direndam dalam 3 Media Berbeda Ahmad Ahmad; Djuanda Djuanda
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 24, No 1 APR (2023): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak faktor yang mempengaruhi sehingga material komposit dapat mempunyai umur yang panjang. Salah satunya adalah sifat air. Sifat air laut dan air sungai berbeda dalam hal sifat-sifat kimia dan sifat fisika, termasuk konsentrasi antara keduanya. Perbedaan Konsentrasi menyebabkan perbedaan PH air. Adanya perbedaan tersebut maka dalam penelitian ini akan diteliti pengaruh perendaman beberapa jenis air terhadap sifat kekuatan tarik dan kekuatan lentur komposit fiber glass. Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan penggunaan komposit fiber glass untuk digunakan pada struktur produk yang digunakan di laut maupun di sungai. Selain itu dari penelitian ini akan diperoleh sifat tarik dan lentur fiber glass yang telah direndam dalam beberapa jenis air seperti air laut, air tawar dan air suling sebagai acuan dalam penggunaannya baik di laut maupun di sungai.Dari penelitian ini diperoleh bahwa penurunan kekuatan tarik dan lentur specimen yang direndam dalam air laut mempunyai prosentase yang lebih besar dibanding yang direndam dalam air tawar atau sungai dan air suling. Prosentase penurunan kekuatan tarik mencapai 19.81% sedangkan penurunan kekuatan lentur mencapai 16.83 sedangkan perendaman air tawar dan suling prosentasenya dibawah perendaman air laut.
Pelatihan Penggunaan Data Akuisisi Berbasis NI DAQ 9074 Kepada Teknisi Industri Pemula Djuanda Djuanda; Muhsin Muhsin; Samnur Samnur; Nurlaela Latief; Rusli Ismail; Asia M.
DEDIKASI Vol 25, No 1 (2023): Jurnal Dedikasi (Article in Press)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v25i1.47381

Abstract

Abstrak. Perkembangan teknologi yang terjadi di dunia industri menuntut dunia pendidikan untuk mengikutinya agar lulusannya dapat diterima di dunia industri. Salah satu bidang industri yang juga berkembang jauh yaitu teknologi instrumentasi. Kemajuan teknologi membuat bidang instrumentasi juga berkembang pesat, dimulai dari pengumpulan data, pengolahan data, penyimpanan data dan pendistribusian data juga sudah dilakukan secara digital dan terotomasi. Bahkan pengumpulan data saat ini sudah dapat dilakukan melalui jarak jauh atau melalui internet. Permasalahan kurangnya sinergitas dunia pendidikan dan dunia industri menjadi fokus program pemerintah sejak beberapa tahun terakhir. Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Makassar menawarkan pemanfaatan teknologi data akuisisi untuk membantu dalam pengumpulan dan pengolahan data.  Perangkat data akuisisi yang digunakan adalah NI Daq 9074 yang memiliki 4 modul. Setiap modul dapat digunakan untuk mengumpulkan data hasil pengukuran seperti temperature, tekanan, intensitas, laju aliran massa dll. Hasil pengukuran kemudian langsung dapat diolah maupun disimpan di komputer. Agar data akuisisi dapat digunakan diperlukan media pemograman yang terstruktur. Bahasa pemograman yang digunakan adalah LabVIEW. Kelebihan Labview adalah sangat mudah digunakan, selain itu program ini juga banyak digunakan didunia industri, sehingga sangat sesuai untuk para teknisi pemula. Metode pendekatan yang ditawarkan untuk mendukung realisasi program pelatihan ini adalah metode ceramah, diskusi dan demontrasi. Kompetensi yang dimiliki peserta pelatihan adalah pengenalan dan penggunaan data akuisisi berbasis Daq9074 sebagai peralatan pengumpul dan pengolah data.Kata kunci: pelatihan, data akuisisi, NI Daq 9074, LabVIEW, teknisi