Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA DAN PERDATA BAGI PELAKU PENGGELAPAN DANA DALAM LINGKUP PERUSAHAAN Wahyulina, Diah; Chrisdanty, Febry
MAKSIGAMA Vol 19 No 2 (2025): Maksigama : Jurnal Ilmiah Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/maksigama.v19i2.246

Abstract

Penggelapan dana dalam lingkup perusahaan merupakan salah satu bentuk white collar crime yang menimbulkan kerugian serius, baik secara finansial maupun terhadap reputasi perusahaan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana berdasarkan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta tanggung jawab perdata pelaku penggelapan dalam memulihkan kerugian yang dialami perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara pidana, penggelapan dana diatur dalam Pasal 372 KUHP, dengan ancaman pidana lebih berat dalam Pasal 374 KUHP apabila dilakukan oleh pihak yang memiliki hubungan khusus dengan perusahaan. Sementara itu, dalam ranah perdata, pelaku diwajibkan mengganti kerugian berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata, baik berupa kerugian nyata maupun kerugian immateriil. Kombinasi pertanggungjawaban pidana dan perdata mencerminkan fungsi hukum yang tidak hanya represif, tetapi juga restoratif, sehingga mampu memberikan perlindungan menyeluruh bagi perusahaan sebagai korban tindak pidana
Legal Protection for Consumers Related to New Money Exchange Outside the Bank Wahyulina, Diah; Suryaningsih, Suryaningsih; Refangga, Galih Setyo
LEGAL BRIEF Vol. 15 No. 1 (2026): April: Law Science and Field
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/legal.v15i1.1609

Abstract

This study examines the legal protection available to consumers engaging in new money exchange transactions conducted outside formal banking institutions. The practice of exchanging newly issued currency through informal or unauthorized parties often increases during festive seasons or special events, creating potential risks such as fraud, counterfeit money circulation, unfair pricing, and lack of accountability. This research analyzes the existing legal framework governing consumer protection, currency regulation, and financial supervision to determine the extent to which consumers are safeguarded in such transactions. Using a normative juridical approach, the study reviews relevant consumer protection laws, central bank regulations, and related statutory provisions. It evaluates the legal responsibilities of informal money exchange providers and identifies gaps in enforcement mechanisms (Ardelia & Herta, 2025). The findings indicate that while general consumer protection laws provide a foundational safeguard, specific regulatory oversight over informal currency exchange activities remains limited, resulting in legal uncertainty and weak preventive measures. The study concludes that stronger regulatory supervision, clearer sanctions, and increased public awareness are necessary to ensure effective legal protection for consumers. Enhanced coordination between financial authorities and law enforcement agencies is also essential to prevent abuse and protect consumer rights in non-bank currency exchange practices
KARAKTERISTIK DAN FAKTOR SENGKETA DESAIN INDUSTRI DENGAN BENTUK PENYELESAIANNYA Chrisdanty, Febry; Wahyulina, Diah
Jurnal Magister Hukum Perspektif Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Magister Ilmu Hukum, Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/magister.v17i1.151

Abstract

Industrial design is a form of intellectual property that is closely linked to people’s lifestyles, as every product created takes into account not only functionality but also user preferences, comfort, and aesthetic appeal. Social, cultural, and technological trends influence the development of industrial design, serving as a source of inspiration for designers in creating relevant and sought-after products. However, the proliferation of these ideas presents challenges for new designers, as there is a risk of designs resembling previous ones. This is often the root cause of disputes with specific characteristics. This study aims to analyze how industrial design characteristics can influence the emergence of factors causing disputes, as well as the factors causing disputes that can be used to determine the most effective form of resolution. This empirical legal study employs an interview approach and the distribution of questionnaires. The results of the discussion indicate that the characteristics of industrial design disputes can influence the identification of the factors causing such disputes, including: the novelty of the protected object; a lack of understanding regarding industrial design; the evidence held by the parties; public awareness; and economic factors. Furthermore, these causal factors influence the selection of dispute resolution mechanisms, which in Indonesia can be pursued through litigation in the Commercial Court or through non-litigation avenues such as mediation, arbitration, and negotiation. Non-litigation resolution is considered more effective for resolving disputes related to business interests and commercial relationships, whereas litigation is more appropriate for disputes requiring legal certainty and the firm enforcement of rights. Understanding the characteristics and factors causing industrial design disputes is crucial in determining a resolution method that is efficient, fair, and provides legal certainty for the parties involved.   Keywords: industrial design, welfare, intellectual property, resolution, legal protection.
Kreasi Kerajinan Tangan Motif Topeng, Tugu Dan Bunga Teratai Kombinasi Teknik Lukis Dan Hiasan Payet Febry Chrisdanty; Diah Wahyulina; Aulia Rahman Oktaviansyah
Jurnal ABM Mengabdi Vol 13 No 1 (2026): Juni
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31966/jam.v13i1.1822

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang fokus pada kreasi pembuatan kerajinan tangan dengan motif icon malangan seperti topeng malanga, tugu malang dan bunga teratai ini bertujuan untuk memberdayakan mitra khususnya ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri di Malang, melalui pelatihan pembuatan kerajinan tangan dengan kombinasi teknik lukis dan berhiaskan payet. Program ini merupakan lanjutan dari hasil diskusi antara tim pengabdi dan mitra, dimana mitra menginginan adanya suatu kegiatan yang dapat memberikan anggotanya ketrampilan yang dapat menambah keahlian dalam menghasilkan produk yang dapat dijual namun juga dapat melestarikan nilai budaya yang ada di masyarakat. Kendala yang dihadapi mitra adalah dalam hal modal dasar yang harus dimiliki oleh anggotanya untuk memulai kegiatan dan juga belum adanya pengetahuan untuk membuat kerajinan tangan yang membutuhkan keterampilah khusus dan terlatih. Pelaksanan kegiatan pelatihan ini dilakukan dalam 2 tahapan yaitu meliputi tahapan kegiatan sosialisasi dan pemberian materi secara teori mengenai pengetahuan tata cara pewarnaan dan juga mengenai makna dari ikon-ikon malangan yang digunakan, selain itu juga tahapan lanjutan berupa praktek langsung yang dilakukan oleh tim pengabdi bersama dengan peserta kegiatan pelatihan dalam pembuatan desain, praktik pewarnaan serta pemasangan payet yang menambah estetika dari produk yang dihasilkan. Target luaran dalam kegiatan ini adalah 1). Terlaksananya pelatihan dan pendampingan pembuatan kerajinan tangan; 2). Peningkatan kemampuan mitra dalam membuat kerajinan tangan dengan mengkombinasikan teknik lukis dan payet; 3). Terlaksananya pelatihan mengenai perlindungan karya cipta motif kerajinan tangan sebagai salah satu kekayaan intelektual.