Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Daya Tahan Kardiovaskular dan Aktivitas Fisik terhadap Tekanan Darah Mahasiswa Usia 18-21 Ananda, Regita Siska; Citrawati, Mila; Hadiwiardjo, Yanti Harjono; Widyawardani, Nugrahayu
Health and Medical Journal Vol 5, No 3 (2023): HEME September 2023
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v5i3.1292

Abstract

Pendahuluan: Indonesia memiliki data kejadian hipertensi menurut Riskesdas pada tahun 2018 dengan penduduk berusia lebih dari 18 tahun yaitu sebesar 34,11%, dan DKI Jakarta sebagai provinsi dengan kejadian peningkatan prevalensi hipertensinya tertinggi merupakan awalan bagi generasi selanjutnya untuk mulai memahami bahwa penting menjaga kondisi tubuh dari terjadinya peningkatan tekanan darah. Tekanan darah dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor baik yang tidak dapat di kontrol dan dapat di kontrol, salah satu contoh faktor yang dapat di kontrol adalah ketahanan kardiovaskular dan aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat mencegah meningkatnya tekanan darah melalui mekanisme melebarnya pembuluh darah dan proses pembakaran lemak di pembuluh darah jantung dan aliran darah akan lencar. Daya tahan kardiovaskular adalah mampunya sistem paru, jantung, dan pembuluh darah dalam bekerjasama untuk mengangkut dan memberikan oksigen pada sel agar digunakan untuk metabolisme tubuh yang hasilnya dimanfaatkan untuk beraktivitas dalam waktu yang panjang tanpa kelelahan yang berarti. Maka dari itu, seseorang dengan daya tahan kardiovaskular yang baik maka kualitas aktivitas fisiknya baik ringan atau berat tidak akan membuat seseorang tersebut mengalami kelelahan yang berarti. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan daya tahan kardiovaskular dan aktivitas fisik dengan tekanan darah mahasiswa usia 18-21 tahun. Metode: Penelitian ini berjenis analitik obervasional yang menggunakan pendekatan secara potong lintang atau cross sectional. Proses penelitian dilakukan pada bulan Oktober hingga November tahun 2022 dengan jumlah responden sebanyak 78 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek penelitian diambil dengan metode probability cara simple random sampling. Analisis data setelah dilakukannya pengambilan data menggunakan uji alternatif Fisher. Hasil: Penggunaan uji alternatif Fisher dalam menganalisis hubungan akibat tidak terpenuhinya ketentuan untuk uji Chi-square menunjukan nilai p = 0,038 bagi hubungan daya tahan kardiovaskular dan tekanan darah, begitu juga untuk aktivitas fisik, dengan makna terdapatnya hubungan antara daya tahan kardiovaskular dan aktivitas fisik terhadap tekanan darah. Kesimpulan: Terdapatnya hubungan antara daya tahan kardiovaskular dan aktivitas fisik terhadap tekanan darah menunjukan terdapatnya manfaat dari melatih daya tahan kardiovaskular dan melakukan aktivitas fisik sebagai bentuk preventif peningkatan tekanan darah. Melakukan hal seperti berjalan kaki, jogging, bersepeda, dan kegiatan sederhana lainnya dapat melatih tubuh untuk beradaptasi dalam melakukan kegiatan sehari-hari agar tidak mudah mengalami lelah yang berarti dan menyebabkan peningkatan tekanan.
THE EFFECT OF SHORT-SESSION NEUROFEEDBACK THERAPY ON BRAIN WAVE ACTIVITY IN CHILDREN WITH ADHD Guevara, Grozny; Dewi, Suzy Yusna; Nugrohowati, Nunuk; Widyawardani, Nugrahayu; Idhsa, Yasmin Azizah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36152

Abstract

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) is a neurodevelopmental disorder characterized by symptoms of inattention, and distractibility, with or without hyperactivity. According to the CDC, it was the most common mental health disorder among children aged 3-17 years, with a prevalence of 9.8% from 2016 to 2019. Over time, various therapeutic methods have been developed to treat ADHD patients, one of which is neurofeedback therapy. Neurofeedback (NFB) therapy, also known as Neurotherapy, is a type of biofeedback therapy that utilizes feedback from brain activity to optimize brain function in children with ADHD potentially. This study aims to determine the effects of short-session neurofeedback therapy on brainwaves in children with ADHD using the quasi-experimental method. Samples were obtained from medical records of SMR and Theta brainwave activity from the first and fifth sessions of neurofeedback therapy through simple random sampling. A sample size of 30 was calculated and analyzed using a paired sample T-test. The researcher decided to measure changes after 5 sessions because childhood is a very active period, and children have numerous activities, limiting their availability for therapy. It was found that after undergoing neurofeedback therapy for 5 sessions, there was a significant improvement in the patient's SMR wave activity compared to before therapy (p=0.004). However, there was no substantial change in the patient's Theta wave activity before and after the 5 neurofeedback therapy sessions (p = 0.178). The considerable increase in SMR waves indicates an improvement in the patient's ability to concentrate on specific tasks without being easily distracted.