Audia Fajar, Insanillahia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Pembuatan APE Mitigasi Bencana Pada IGTK Dalam Upaya Mengurangi Dampak Resiko Bencana Gunung Merapi Terhadap Anak Usia Dini di Nagari Bukik Batabuah, Kec Canduang, Kabupaten Agam, Nagari Koto Baru, Kec X Koto, Kab Tanah Datar Anggraini, Vivi; Rahmayanti, Elsa; Parikeslan, Widya; Priyanto, Adi; Novela, Tia; Audia Fajar, Insanillahia; Primadona, Viola
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumatera barat memiliki gunung merapi aktif yang terletak di kabupaten agam dan tanah datar. Puncaknya Minggu 23 Desember 2023 gunung merapi mengalami erupsi. Diketahui, korban 23 orang meninggal dunia dan 52 luka-luka. Hingga rabu 27 Maret 2024 Laporan Magma ESDM menyebutkan, tinggi kolom letusan Gunung Marapi teramati mencapai 1.500 meter di atas puncak, atau sekitar 4.391 m di atas permukaan laut. Berdasarkan data di atas pentingnya masyarakat khususnya anak usia dini mengetahui Mitigasi bencana Gunung Merapi di daerah- daerah seperti Nagari Bukik Batabuah dan Koto Baru. Dibutuhkan Upaya preventif yang utama yakni: 1) mengetahui tanda-tanda yang muncul sebelum terjadi bencana dan cara menyelamatkan diri bagi anak usia dini. 2) Anak-anak perlu dikenalkan faktor-faktor penyebab bencana sehingga ketika terjadinya bencana dapat mengurangi dampak resiko. Wawasan tentang mitigasi bencana, dan penguatan mitigasi bencana juga merupakan salah satu bentuk implementasi dari Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030 tujuan ke 13. Mitigasi bencana pada dasarnya dapat ditanamkan melalui jalur pendidikan. Komunikasi dengan Ikatan Guru taman kanak-kanak Canduang dan X koto menyatakan pentingnya pendampingan kepada guru dalam menciptakan APE Mitigasi bencana. Tujuan pengabdian ini adalah Guru taman kanak-kanak mampu membuat alat permainan edukatif bencana gunung merapi guna menguruangi dampak resiko bencana. Hal ini juga merealisasikan MBKM serta IKU khususnya IKU 2 (melibatkan mahasiswa berkegiatan di luar kampus) serta IKU 5 (hasil PKM berupa artikel yang akan bermanfaat bagi masyarakat). Metode yang akan digunakan memiliki beberapa tahapan antara lain : (1) Pembuatan Modul “cara pembuatan APE Mitigasi Bencana” (2) Persiapan Alat dan bahan (3) Pelatihan pembuatan APE, Praktek berkelompok dan Mandiri. Luaran Pengabdian Program Kemitraan Masyarakat menghasilkan luaran berupa Publikasi Jurnal Nasional Terakreditasi Sinta serta Publikasi di Media Massa (media Antara) serta Produk berupa Video Dokumentasi. Dan luaran tambahan buku panduan pembuatan Alat permainan Mitigasi bencana gunung merapi serta HKI.
ANALISIS KESIAPAN KOMPETENSI GURU PAUD DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL: STUDI KASUS DI SATUAN PAUD KOTA PADANG Audia Fajar, Insanillahia; Octarina , Merlyn; Sundari, Ayu; Eliza, Delfi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12847

Abstract

Teacher competence is a determining factor in the success of early childhood education (PAUD). This study aims to analyze the level of teacher competence in PAUD units, including pedagogical, personality, social, and professional competencies. The study used a quantitative descriptive approach with a survey method. The sample consisted of 45 PAUD teachers from 15 PAUD units in Padang City, West Sumatra. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation. The results showed that PAUD teachers' pedagogical competence was in the sufficient category (63.4%), personality competence was in the good category (78.2%), social competence was in the good category (74.5%), and professional competence was in the sufficient category (61.8%) in digital-based learning. These findings indicate that there is still a need to systematically improve the pedagogical and professional competence of PAUD teachers, especially in digital-based learning, through training programs, ongoing training, and academic qualification enhancement.