Hasibuan, Tasyah Ardany
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Surat Al-Mu'awwidzatain dan Hubungannya dengan Mewaspadai Santet Hasibuan, Tasyah Ardany; Aurandyta, Lembayung; Aini, Aisyah Nurul; Suri, Reka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlindungan spiritual adalah aspek penting bagi seorang Muslim untuk menjaga ketenangan hati dan melindungi diri dari berbagai ancaman, termasuk santet yang sering dianggap sebagai bentuk sihir. Santet berasal dari kepercayaan tradisional dan dapat menimbulkan dampak negatif, seperti rasa takut, stigma, hingga konflik sosial. Dalam Islam, Surat Al-Mu'awwidzatain terdiri dari dua surat yaitu surat Al-Falaq dan An-Nas. Kedua surat ini sering diajarkan sebagai doa perlindungan kepada Allah dari segala kejahatan. Penelitian ini menggunakan analisis literatur untuk mengkaji relevansi Surat Al-Mu'awwidzatain sebagai solusi spiritual menghadapi ancaman metafisik. Hasilnya menunjukkan bahwa membaca ayat-ayat Al-Qur'an seperti Ayat Kursi dan Surat Al-Mu'awwidzatain, serta melakukan ruqyah, diyakini efektif menangkal pengaruh ilmu hitam. Selain itu, nilai moral dan etika juga membantu memperkuat mental dan mendekatkan hubungan dengan Allah. kesadaran akan perlindungan spiritual tidak hanya membantu melindungi diri dari ancaman metafisik, tetapi juga mendukung pembentukan karakter, moralitas, dan memberikan makna hidup yang lebih mendalam.
Mengenal Orientalis di Berbagai Negara Barat Hasibuan, Tasyah Ardany; Nabawi, Muhammad Iqbal; Sulidar, Sulidar
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/1nbpvm21

Abstract

Studi ini mengeksplorasi perkembangan orientalisme di berbagai negara Barat dengan fokus pada kajian Al-Qur'an dan Islam. Secara historis, orientalisme telah berevolusi dari pendekatan teologis-polemik pada abad pertengahan menuju disiplin filologi dan historis-kritis yang mapan pada abad ke-18, hingga menjadi studi wilayah yang bersifat politis-strategis pasca Perang Dunia II. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini memetakan karakteristik unik di berbagai negara: Jerman dengan tradisi filologi ketat; Inggris yang awalnya dipengaruhi kepentingan kolonial; Prancis dengan pendekatan linguistik dan sosiologi; serta Amerika Serikat yang mengedepankan teori kritis interdisipliner. Temuan menunjukkan bahwa meskipun orientalisme memberikan kontribusi besar dalam pengembangan studi naskah dan leksikon, ia juga mengandung bias epistemologis sebagai "wacana kekuasaan" sebagaimana dikritik oleh Edward Said. Sebagai respons, muncul gerakan "Post-Orientalisme Kritis" di kalangan sarjana Muslim yang berupaya mengadopsi metodologi kritis Barat untuk menafsirkan kembali tradisi Islam secara otonom dan mandiri.