Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literature Review : Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demensia Pada Lansia Safrudin, Bacthiar; Widyastuti, Dwi; Amalia, Rika Putri; Abu, Inawarah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26359

Abstract

Literature Review ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai faktor yang berhubungan dengan kejadian demensia pada lansia. Demensia adalah masalah kesehatan mendunia yang terus meningkat yang diakibatkan oleh faktor usia, riwayat pendidikan, dan aktivitas sehari-hari (ADL). Lansia yang lebih tua, khususnya mereka dengan tingkat pendidikan rendah, cenderung mengalami penurunan fungsi kognitif yang lebih signifikan. Selain itu, aktivitas fisik yang rendah berhubungan erat dengan peningkatan risiko demensia. Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa 50% individu berusia di atas 75 tahun memiliki risiko demensia, dan durasi tidur yang tidak memadai juga berkontribusi terhadap peningkatan risiko ini. Intervensi yang berfokus pada peningkatan pendidikan, aktivitas fisik, dan pola konsumsi pangan dapat membantu menurunkan prevalensi demensia di kalangan lansia. Hasil dari kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan program intervensi yang lebih efektif untuk pencegahan demensia.
PENERAPAN SYMBOLIC EXPERIENTAL FAMILY THERAPY (SEFT) PADA REMAJA EMOSIONAL Purdani, Kartika Setia; Safrudin, Bacthiar; Salsabila, Ayu Putri; Pradana, Suwaldi; Masyuni, Daysila Sri; Sari, Nadiana; Sofyanda, Andini Fitdia; Akmalia, Risma; Saputra, Bagas; Piliang, Dhea Lilia Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54568

Abstract

Dalam hal hubungan keluarga dan masalah pribadi, remaja yang tidak stabil secara emosional biasanya mengalami kesulitan. Pengalaman emosional langsung, spontanitas, dan simbol interpersonal dalam keluarga merupakan pusat dari Terapi Keluarga Eksperiensial Simbolik (SEFT) Carl Whitaker. Metode ini bermanfaat bagi keluarga karena mendorong hubungan yang lebih tulus, mengurangi pertentangan, dan menggunakan peristiwa kehidupan nyata untuk membawa perubahan. Dalam tulisan ini, kita akan melihat bagaimana SEFT dapat membantu remaja yang mengalami kesulitan emosional. Dipercaya bahwa karya seni yang dibuat dapat membantu meringankan masalah psikologis dalam terapi seni, yang merupakan intervensi pengalaman yang mencakup bahan-bahan kreatif dan pengawasan dari terapis seni. Untuk memberikan gambaran umum tentang terapi seni bagi remaja yang menghadapi masalah psikologis, analisis literatur yang komprehensif telah dilakukan. Terapis dapat menunjukkan perilaku non-direktif, direktif, atau eklektik. Ada banyak metode berbeda untuk menggabungkan ketiga teknik perawatan ini, dan hal tersebut telah terbukti memiliki pengaruh besar pada gangguan psikologis.