Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN VAKSINASI DAN IMUNISASI PADA BAYI ATAU BALITA Purdani, Kartika Setia; Safrudin, Bachtiar; Salsabila, Ayu Putri; Fauziah, Nia; Ghifari, Muhammad Raihan; Syavira, Erika; Maulida, Gita Anisa; Maulidya, Suwaldi Pradana8, Citra; Maulidya, Citra; Masyuni, Daysila Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54432

Abstract

Literature review ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan vaksinasi dan imunisasi dasar lengkap pada bayi dan balita. Sebanyak 10 artikel penelitian dipilih melalui proses penelusuran sistematis menggunakan Google Scholar dengan kata kunci dan kriteria inklusi tertentu. Hasil telaah menunjukkan bahwa kepatuhan imunisasi dipengaruhi oleh interaksi antara faktor individu, sistem pelayanan kesehatan, dan lingkungan sosial. Pada dimensi individu, pengetahuan, sikap, motivasi, serta tingkat pendidikan ibu menjadi faktor yang paling dominan dalam menentukan kelengkapan imunisasi. Dari aspek sistem pelayanan, peran petugas kesehatan—terutama dalam pemantauan, evaluasi, dan pengelolaan logistik—memiliki kontribusi signifikan terhadap cakupan imunisasi. Faktor sosial seperti dukungan keluarga dan penguatan fungsi Posyandu turut memengaruhi keputusan orang tua untuk membawa anaknya imunisasi. Meskipun demikian, tantangan seperti rendahnya tingkat pendidikan ibu, keberadaan mitos, kurangnya informasi, dan keterbatasan sumber daya kesehatan masih menjadi hambatan. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi edukasi yang lebih persuasif, penguatan layanan kesehatan komunitas, serta peningkatan keterlibatan keluarga untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap. Penelitian selanjutnya disarankan menguji efektivitas model intervensi yang berfokus pada peningkatan motivasi ibu secara berkelanjutan dan penanggulangan misinformasi di masyarakat.
PENERAPAN SYMBOLIC EXPERIENTAL FAMILY THERAPY (SEFT) PADA REMAJA EMOSIONAL Purdani, Kartika Setia; Safrudin, Bacthiar; Salsabila, Ayu Putri; Pradana, Suwaldi; Masyuni, Daysila Sri; Sari, Nadiana; Sofyanda, Andini Fitdia; Akmalia, Risma; Saputra, Bagas; Piliang, Dhea Lilia Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54568

Abstract

Dalam hal hubungan keluarga dan masalah pribadi, remaja yang tidak stabil secara emosional biasanya mengalami kesulitan. Pengalaman emosional langsung, spontanitas, dan simbol interpersonal dalam keluarga merupakan pusat dari Terapi Keluarga Eksperiensial Simbolik (SEFT) Carl Whitaker. Metode ini bermanfaat bagi keluarga karena mendorong hubungan yang lebih tulus, mengurangi pertentangan, dan menggunakan peristiwa kehidupan nyata untuk membawa perubahan. Dalam tulisan ini, kita akan melihat bagaimana SEFT dapat membantu remaja yang mengalami kesulitan emosional. Dipercaya bahwa karya seni yang dibuat dapat membantu meringankan masalah psikologis dalam terapi seni, yang merupakan intervensi pengalaman yang mencakup bahan-bahan kreatif dan pengawasan dari terapis seni. Untuk memberikan gambaran umum tentang terapi seni bagi remaja yang menghadapi masalah psikologis, analisis literatur yang komprehensif telah dilakukan. Terapis dapat menunjukkan perilaku non-direktif, direktif, atau eklektik. Ada banyak metode berbeda untuk menggabungkan ketiga teknik perawatan ini, dan hal tersebut telah terbukti memiliki pengaruh besar pada gangguan psikologis.
Efektivitas Terapi Relaksasi Benson terhadap Tingkat Kelelahan (Fatigue) dan Kecemasan pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang Menjalani Hemodialisa: Literature Review Abida, Nur; Septiawan, Taufik; Wati, Putri Sintya; Kamila, Rurun; Dewi, Cindy Maharani; Salsabila, Ayu Putri; Piliang, Dhea Lilia Putri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37933

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi hemodialisa jangka panjang dan sering menimbulkan masalah fisik serta psikologis, terutama kelelahan (fatigue) dan kecemasan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah terapi relaksasi Benson. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi relaksasi Benson dalam menurunkan tingkat kelelahan dan kecemasan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa berdasarkan literature review. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap 10 jurnal yang diperoleh dari Google Scholar dengan desain penelitian yang beragam, seperti studi kasus, quasi eksperimen, dan pre-post test. Jumlah sampel dalam penelitian berkisar antara 1 hingga 50 responden, dengan instrumen yang digunakan antara lain FACIT Fatigue Scale, Fatigue Severity Scale (FSS), Fatigue Assessment Scale (FAS), dan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). Hasil review menunjukkan bahwa terapi relaksasi Benson, baik diberikan secara tunggal maupun dikombinasikan dengan intervensi lain seperti healing touch, guided imagery, murottal Al-Qur’an, dan rendam kaki air hangat, terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kelelahan dan kecemasan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa. Sebagian besar penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada skor fatigue dan kecemasan setelah intervensi diberikan. Kesimpulan dari literature review ini adalah terapi relaksasi Benson merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif, aman, dan mudah dilakukan dalam membantu menurunkan kelelahan dan kecemasan serta meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien CKD yang menjalani hemodialisa.