Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Studi Deskriptif Beban Caregiver Insan Pasca Stroke Di Rumah Sakit Panti Wilasa dr. Cipto Semarang Purdani, Kartika Setia; Mendrofa, Fery Agusman Motuho; Rahma, Nurrulya
Journal of Nursing and Health Vol. 1 No. 1 (2016): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v1i1.32

Abstract

Latar belakang : Kesembuhan pasien akan sangat terbantu jika pihak keluarga memberikan dorongan, menunjukkan kepercayaan diri pada perbaikan pasien dan memungkinkan pasien melakukan banyak hal untuk lakukan dan hiduplah semandiri mungkin. Stroke merupakan sindrom neurologis yang menimbulkan ancaman terbesar dan dapat menyebabkan kecacatan dalam kehidupan manusia, penanganannya adalah tahap akut dan rehabilitasi, pengalaman pengasuhan yang berhubungan dengan respon multidimensi terhadap tekanan fisik, psikologis, emosional, sosial dan finansial. begitu. bahwa rehabilitasi Proses di rumah akan memberatkan pengasuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskriptif studi tentang beban caregiver penderita stroke di Semarang. Metodologi : penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 30 orang perawat survivor stroke yang kontrol sehat selama rawat inap dan dirawat inap. Analisis penelitian menggunakan uji chi square (signifikansi 5%). Hasil : penelitian menunjukkan bahwa pengasuh dominan merasa terbebani (63%) dengan posisinya. Beban caregiver yang dirasakan multidimensi stress terbukti pada caregiver. Kata kunci: Beban, caregiver, manusia pasca stroke.
Promosi Kesehatan Penanganan Stroke di Keluarga pada Masyarakat Kecamatan Palaran, Samarinda Kartika Setia Purdani; Dwi Joko Prihadiyanto; Puji Purwaningsih
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke memiliki banyak arti dalam masyarakat, terlepas dari makna secara medis adalah kerusakan otak yang diakibatkan penyakit kardiovaskuler. Beberapa panduan menyebutkan tipe dan klasifikasi stroke, hal ini bermaksud untuk mengurangi akibat fatal dari kerusakan otak karena serangan stroke dengan mempertimbangkan waktu serangan. Terdapat 3 akibat dari kejadian stroke tersebut, akibat untuk individu, keluarga sebagai pengasuh utama, dan kehidupan sosial. Penyintas stroke atau insan pasca stroke dirasa perlu mendapatkan perhatian lebih terkait gejala sisa akibat serangan, di lain sisi keluarga sebagai pengasuh utama juga membutuhkan beberapa kebutuhan yang acap kali tidak bisa dimengerti insan pasca stroke. Keterkaitan dengan kebutuhan untuk bersosialisasi tetap merupakan keperluan yang penting bagi insan pasca stroke dan keluarga pengasuh utama. Promosi kesehatan adalah upaya kesehatan dalam perubahan perilaku serta memfasilitasi perubahan perilaku tersebut, dan peningkatan kehidupan berperilaku sehat. Oleh karenanya dalam situasi stroke di keluarga, perawat komunitas mengupayakan dalam optimalisasi pelaksanaan promosi kesehatan.
Terapi Hydro (Kompres Air Hangat) terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Haid (Dismenorea) pada Remaja Putri Pratiwi, Amelia Irsa; Herlina, Nunung; Purdani, Kartika Setia
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 11, No 2 (2023): JKP Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v11i2.872

Abstract

Latar belakang: Salah satu tindakan non farmakologis untuk penanganan dismenorea adalah kompres hangat yang bertujuan agar meningkatkan sirkulasi aliran darah ke bagian yang nyeri, menurunkan ketegangan otot dimana dapat meningkatkan relaksasi otot dan mengurangi nyeri akibat dari spasme atau kekakuan, dan juga memberikan rasa nyaman.Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Terapi Hydro (Kompres Air Hangat) Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Haid (Dismenorea) Pada Remaja Di SMP Negeri 16 Samarinda.Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasy exsperimental research dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Sampel yang digunakan sebanyak 32 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi dengan menggunakan teknik pengambilan sample purposive sampling. Analisa data yang digunakan adalah paired sample t-test dan independent sample t-test.Hasil: Hasil penelitian paired sample t-test dan independent sample t-test menunjukkan bahwa p-value = 0,000 (p< 0.05), artinya H0 ditolak dan Ha diterima.Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi hydro (kompres air hangat), sedangkan pada kelompok kontrol yang tidak diberikan terapi hydro (kompres air hangat) ada penurunan nyeri, tetapi tidak sebesar kelompok intervensi. Terapi hydro (kompres air hangat) efektif untuk meredakan nyeri haid (dismenorea).
Penerapan Terapi Menggambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Negeri 10 Samarinda Safrudin, M. Bachtiar; Wardana, Hendi; Setyowati, Richa Cahya; Amalia, Naya; Arra, Putri Amanda; Sari, Dewi Nila; Mika, Rona; Nurjanah, Neti; Aisyah, Salsabila Noor; Rodiansyah, Muhammad; Arzaaq, Miftahul; Widyastuti, Dwi; Purdani, Kartika Setia
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3: Mei 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i3.9958

Abstract

Anak usia dini, khususnya anak Taman Kanak-Kanak (TK), berada dalam tahap perkembangan motorik, kognitif, dan emosional yang pesat. Salah satu kegiatan yang dapat mendukung perkembangan tersebut adalah melalui aktivitas menggambar. Tujuan pelaksanaan kegiatan menggambar pada anak TK di TK Negeri 10 Samarinda adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik halus, konsentrasi, serta mendorong ekspresi emosi dan kreativitas anak. Metode yang digunakan adalah program pembelajaran berbasis aktivitas seni visual, khususnya menggambar bebas dengan berbagai media. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2024 dengan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan menggambar memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak. Anak-anak terlihat lebih mampu dalam menggenggam alat gambar, mengarahkan gerakan tangan dengan lebih terkontrol, serta menunjukkan antusiasme dalam mengekspresikan ide dan perasaan mereka melalui gambar. Kegiatan ini juga membantu meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian anak dalam berkreasi. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar kegiatan menggambar dimasukkan secara rutin dalam kurikulum harian TK sebagai upaya untuk mendukung perkembangan menyeluruh anak usia dini.
EFEKTIVITAS SENAM HIPERTENSI DALAM MENJAGA TEKANAN DARAH PADA KOMUNITAS LANSIA Setyawati, Richa Cahya; Safrudin, M. Bachtiar; Amalia, Naya; Widyastuti, Dwi; Purdani, Kartika Setia; Mika, Rona; Arra, Putri Amanda; Aisyah, Salsabila Noor; Nurjanah, Neti; Arzaaq, Miftahul
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3108

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi, terutama pada lansia, dan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Berbagai metode telah digunakan untuk mengendalikan tekanan darah, salah satunya melalui aktivitas fisik seperti senam hipertensi. Senam ini bertujuan meningkatkan elastisitas pembuluh darah, memperbaiki sirkulasi darah, serta mengurangi resistensi perifer yang berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi. Selain itu, senam hipertensi juga dapat meningkatkan kapasitas aerobik, mengurangi stres, serta membantu regulasi hormon yang berperan dalam keseimbangan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan menelaah jurnal, buku, dan dokumen akademik yang membahas efektivitas senam hipertensi dalam mengontrol tekanan darah pada lansia. Penelitian menunjukkan bahwa lansia yang rutin melakukan senam hipertensi selama 60 menit sekali seminggu selama 4 minggu mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang signifikan. Senam hipertensi terbukti sebagai intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam mengontrol tekanan darah, terutama jika dilakukan dengan durasi dan intensitas yang sesuai serta didukung pola makan sehat dan gaya hidup aktif. Senam hipertensi terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah jika dilakukan dengan durasi dan intensitas yang sesuai, serta didukung pola makan sehat dan gaya hidup aktif. Senam ini dapat menjadi alternatif yang mudah diterapkan dalam pengelolaan hipertensi secara nonfarmakologis.
Strategi dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Melalui Edukasi dan Promosi Kesehatan terhadap Penyakit tidak Menular: Literatur Review Sari, Safitri Indriyani; Ulandari, Ikalia; Faramitha, Dyah; Priskyani, Wanda; Purwandy, M. Ananta Tri; Purdani, Kartika Setia; Safrudin, M. Bachtiar
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.1010

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes mellitus, dan penyakit jantung koroner menjadi penyebab utama kematian di Indonesia dan dunia. Upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan, deteksi dini, serta promosi gaya hidup sehat menjadi strategi kunci dalam pengendalian PTM. Telaah ini mengkaji lima belas artikel ilmiah yang fokus pada berbagai pendekatan dalam pencegahan PTM, termasuk edukasi CERDIK, aktivitas fisik, optimalisasi peran Posbindu, serta promosi kesehatan berbasis masyarakat. Hasil telaah menunjukkan bahwa edukasi kesehatan secara langsung, penggunaan media visual (leaflet, poster, video), serta pendekatan komunitas melalui kader dan Posbindu mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap risiko PTM dan pentingnya perubahan perilaku. Di samping itu, deteksi dini melalui skrining tekanan darah dan gula darah terbukti efektif dalam mengidentifikasi potensi penyakit lebih awal. Beberapa tantangan yang ditemukan meliputi rendahnya partisipasi masyarakat, kurangnya dukungan lintas sektor, dan keterbatasan sumber daya. Dengan demikian, diperlukan strategi promosi kesehatan yang sistematis, terukur, dan berkelanjutan, serta peningkatan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mendukung keberhasilan program pencegahan PTM di Indonesia.
PENGARUH PELATIHAN PEER EDUCATOR TERHADAP PENGETAHUAN TERKAIT TRIAD KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA KADER KESEHATAN DI SMA 11 SAMARINDA Safrudin, Muhammad Bachtiar; Saputri, Della; Purdani, Kartika Setia
An Idea Health Journal Vol 5 No 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v5i03.476

Abstract

Background: Adolescent reproductive health is a critical issue that significantly influences the quality of life and future development of young people. The high incidence of sexually transmitted infections (STIs) and unintended pregnancies among teenagers underscores the urgent need for effective educational interventions. Peer educator training is considered a promising approach to improve adolescents' understanding and management of their reproductive health. This study aims to assess the effectiveness of peer educator training in enhancing adolescents’ knowledge and skills related to reproductive health. It also seeks to compare outcomes between the experimental and control groups. A quasi-experimental design was employed, involving two groups: an experimental group that received peer educator training and a control group that did not receive any intervention. Statistical analysis was conducted using independent and paired t-tests to examine significant differences within and between the groups. he analysis revealed a statistically significant improvement in knowledge within the experimental group, with a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a substantial difference before and after the training. Furthermore, the post-intervention comparison between the experimental and control groups also showed a significant difference in knowledge levels (p = 0.000), supporting the effectiveness of the training intervention conducted at SMA 11 Samarinda.Peer educator training is effective in increasing adolescents' knowledge regarding reproductive health. This intervention can serve as a valuable model for youth health education programs. Sustained efforts are recommended to broaden its implementation and maximize its impact on adolescent health outcomes
PERAN KADER DALAM MEMPROMOSIKAN PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI PADA IBU HAMIL Juliana, Ayu Indri; Febriani, Wantasya; Purdawati, Purdawati; Zeca, ueeneera Adelcia Angelista; Safrudin, M. Bachtiar; Purdani, Kartika Setia; Widyastuti, Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46246

Abstract

Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih menjadi tantangan besar dalam bidang kesehatan masyarakat. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah ini adalah melalui Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Artikel ini merupakan review ilmiah yang bertujuan untuk mengevaluasi peran kader kesehatan dalam pelaksanaan P4K di tingkat masyarakat. Data dikumpulkan dari berbagai artikel penelitian yang relevan, dengan metode seleksi berdasarkan kriteria validitas, relevansi, dan kejelasan data. Hasil review menunjukkan bahwa kader memiliki peran signifikan dalam edukasi ibu hamil, pendampingan selama masa kehamilan, serta koordinasi rujukan saat terjadi komplikasi. Pelatihan dan pendampingan kader terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan mereka. Penerapan metode “Satu Ibu Satu Kader (SISKA)” serta penggunaan media seperti Buku KIA juga memperkuat efektivitas intervensi. Keberhasilan peran kader dipengaruhi oleh pelatihan rutin, dukungan tenaga kesehatan, keterlibatan keluarga, serta insentif dan supervisi yang memadai. Kesimpulannya, pemberdayaan kader secara sistematis dan berkelanjutan merupakan strategi penting untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui implementasi P4K yang efektif.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Bagi Anggota PMR di SMA Negeri 3 Samarinda Fitriyah Makmur, Rizki; Purdani, Kartika Setia; Safarudin, Bachtiar; Fadillah, Tassya Indri; Ramadani, Suci Mahlida; Auliana, Nur Sapitri; Suci Wulandari, Andi Nur; Maulida, Nina; Herlinda, Herlinda; Putri Ryanta, Najwa Aulia; Handayani, Helda Nur; Dede Tule, Sendy Glaudia
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6327

Abstract

Henti jantung mendadak merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan cepat untuk mencegah kematian. Di Indonesia, tingkat kematian akibat henti jantung di luar rumah sakit (OHCA) masih tinggi, salah satunya karena rendahnya keterampilan masyarakat dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Remaja, khususnya anggota Palang Merah Remaja (PMR), memiliki potensi besar sebagai penolong awam pertama di lingkungan sekolah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan sikap anggota PMR dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus henti jantung melalui pelatihan interaktif BHD. Metode pelatihan yang digunakan terdiri atas ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung dengan evaluasi keterampilan menggunakan lembar observasi teknis dan penilaian sikap. Pelatihan dilaksanakan pada 8 Mei 2025 di SMA Negeri 3 Samarinda dengan melibatkan 35 siswa anggota PMR. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan untuk menilai perubahan nilai dan keterampilan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan dan sikap peserta. Nilai rata-rata evaluasi peserta meningkat dari 4,6 menjadi 9,2 setelah pelatihan. Sebanyak 82,9% peserta menunjukkan keterampilan praktik yang baik, sedangkan 14,3% cukup dan hanya 2,8% yang masih kurang. Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman teknis, kesiapan mental, dan kepercayaan diri dalam menghadapi simulasi situasi darurat. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan BHD berbasis praktik terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan remaja sebagai penolong pertama. Metode pembelajaran yang menggabungkan ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung dapat memperkuat penguasaan teknik BHD dan membentuk sikap positif. Pelatihan semacam ini penting untuk dilakukan secara berkala sebagai bagian dari edukasi kebencanaan dan tanggap darurat di sekolah.
Hubungan Adiksi Game Online Dengan Personal Hygiene Pelajar SMK Istiqomah Muhammadiyah 4 di Samarinda Halimah Seftiyani, Nur; Purdani, Kartika Setia; Safrudin, M. Bachtiar
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol11.Iss2.2218

Abstract

Background: adolescent gamers may alter their regular approach to personal hygiene if they spend a lot of time playing video games online. Objective: The study's overarching goal is to ascertain if SMK Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda students' cleanliness habits are related to their gaming addiction. Methode: a cross-sectional design was used as an approach in this writing. The sample consisted of 131 students from second grade, who met the inclusion and exclusion criteria, then the chi-square test was carried out to prove the relationship between these variables. Results: of the 131 students at SMK Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda who participated in research on online game addiction, it can be concluded that there are two levels of severity: mild (61 of 131, or 44.6% of 131) and moderate (71 of 131 or 53.4% of 131). In terms of personal hygiene the analysis shows that 73 out of 131 students have a good level of hygiene, whilw 58 out of 131 students have a poor level of hygiene. There is a correlation between poor personal hygiene in students and video game addiction, where the students who correlate come from low socio-economic categories. Conclusion: The study’s findings from the statistical test (chi square) yielded a p value <0.05, indicating a substantial correlation between students personal hygiene to online games at istiqomah muhammadiyah vocation school 4 in samarinda