Pendahuluan akne vulgaris (AV) adalah penyakit kulit kronis umum yaitu peradangan unit pilosebasea dapat muncul sebagai lesi inflamasi dan lesi non-inflamasi. AV dimulai pada usia 12-15 tahun dan puncak keparahan di usia 17-21 tahun. Pada masa remaja peningkatan hormon androgen dan ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur sehingga dapat menyebabkan peningkatan jumlah AV. Metodologi penelitian ini adalah penelitian analitik dengan analitik observasional dengan desain cross sectional yang dilakukan pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, pada bulan Januari sampai dengan Desember 2021. Sampel akan diambil secara non-probability sampling jenis purposive sampling. Data univariat akan disajikan dalam bentuk tabel (persentase, nilai mean dan standar deviasi). Data bivariat akan ditampilkan dalam bentuk tabel 2x2 dan dianalisis dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan jumlah sampel sebanyak 131 sampel mahasiswi dengan rentang usia 17-26 tahun. Usia menarche dalam rentang usia 9 hingga 18 tahun dengan nilai rata-rata 12,58 tahun. Sebanyak 61,1% mengalami siklus menstruasi yang teratur, 89,3% mengalami lama menstruasi 3-7 hari, dengan volume pendarahan yang normal (84,7%) dan pendarahan berwarna coklat/ merah tua (55,0%). Didapatkan AV derajat I sebanyak 69,5%, derajat II 12,2%, derajat III 2,3% dan yang tidak terdapat lesi inflamasi dan non-inflamasi 16,0% dan tidak ditemukan AV derajat IV pada responden. Sebanyak 16 (22,9%) mahasiswi mengalami oligomenorea. Pada penelitian ini didapatkan nilai p-value 0,427 (p-value > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak adanya hubungan yang signifikan antara oligomenorea terhadap akne vulgaris pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara.