Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN EDUKASI DALAM MENGURANGI KASUS TUBERKULOSIS PARU BARU DI WILAYAH PUSKESMAS SINDANG JAYA Setiawan, Maria Stefanny; Eunike, Debora; Aziz, Syaied Auliya Al; Ernawati, Ernawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26129

Abstract

Tuberkulosis paru, sebagai penyakit kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, tercatat oleh WHO sebagai penyakit dengan prevalensi yang tinggi di Indonesia, menempati posisi kedua terbanyak di dunia. Dalam periode Januari hingga November 2023, terjadi lonjakan signifikan kasus baru TB paru di wilayah Sindang Jaya, dengan total 139 kasus yang tercatat di Puskesmas setempat. Mengingat luasnya area pelayanan Puskesmas Sindang Jaya, terdapat kebutuhan mendesak untuk evaluasi komprehensif guna mengidentifikasi dan mengatasi peningkatan insiden ini. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman komunitas tentang TB paru dan mengimplementasikan intervensi terarah. Melalui pendekatan diagnosis komunitas dan analisis situasi yang mendalam, studi ini mengidentifikasi masalah utama menggunakan Paradigma Blum dan menetapkan prioritas melalui metode non-skoring seperti Teknik Delphi. Analisis penyebab masalah dilakukan dengan diagram fishbone, dan intervensi dirancang berdasarkan kerangka logis. Intervensi yang dilaksanakan meliputi sosialisasi tentang TB paru, edukasi tentang etika batuk dan praktik higiene tangan. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat Desa Sindang Jaya tentang TB paru, dengan lebih dari 80% partisipan menunjukkan pemahaman yang lebih baik pasca-intervensi. Kesimpulannya, dengan penerapan diagnosis komunitas, Desa Sindang Jaya diidentifikasi sebagai area dengan prevalensi TB paru yang tinggi. Identifikasi faktor penyebab dan implementasi intervensi penyuluhan kesehatan berhasil meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang penyakit ini dan langkah-langkah pencegahannya.
HUBUNGAN OLIGOMENOREA TERHADAP AKNE VULGARIS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Setiawan, Maria Stefanny; Darmawan, Hari
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/qtdb6440

Abstract

Pendahuluan akne vulgaris (AV) adalah penyakit kulit kronis umum yaitu peradangan unit pilosebasea dapat muncul sebagai lesi inflamasi dan lesi non-inflamasi. AV dimulai pada usia 12-15 tahun dan puncak keparahan di usia 17-21 tahun. Pada masa remaja peningkatan hormon androgen dan ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur sehingga dapat menyebabkan peningkatan jumlah AV. Metodologi penelitian ini adalah penelitian analitik dengan analitik observasional dengan desain cross sectional yang dilakukan pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, pada bulan Januari sampai dengan Desember 2021. Sampel akan diambil secara non-probability sampling jenis purposive sampling. Data univariat akan disajikan dalam bentuk tabel (persentase, nilai mean dan standar deviasi). Data bivariat akan ditampilkan dalam bentuk tabel 2x2 dan dianalisis dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan jumlah sampel sebanyak 131 sampel mahasiswi dengan rentang usia 17-26 tahun. Usia menarche dalam rentang usia 9 hingga 18 tahun dengan nilai rata-rata 12,58 tahun. Sebanyak 61,1% mengalami siklus menstruasi yang teratur, 89,3% mengalami lama menstruasi 3-7 hari, dengan volume pendarahan yang normal (84,7%) dan pendarahan berwarna coklat/ merah tua (55,0%). Didapatkan AV derajat I sebanyak 69,5%, derajat II 12,2%, derajat III 2,3% dan yang tidak terdapat lesi inflamasi dan non-inflamasi 16,0% dan tidak ditemukan AV derajat IV pada responden. Sebanyak 16 (22,9%) mahasiswi mengalami oligomenorea. Pada penelitian ini didapatkan nilai p-value 0,427 (p-value > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak adanya hubungan yang signifikan antara oligomenorea terhadap akne vulgaris pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara.