Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FORMULASI MOUTHWASH EKSTRAK ETANOL DAUN KECOMBRANG (ETLINGERA ELATIOR (JACK) R.M.SM.) DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI LACTOBACILLUS ACIDOPHILUS ATCC 4356 Prity, Intan; Fitriawati, Anna; Riska P, Bangkit
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28474

Abstract

Karies gigi merupakan infeksi penyakit gigi dan mulut yang disebabkan oleh bakteri Lactobacillus acidophilus. Daun kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) memiliki efek antibakteri yaitu senyawa flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid/steroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak dan sediaan mouthwash terhadap bakteri Lactobacillus acidophilus. Daun kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) diekstraksi dengan pelarut etanol 96%, kemudian diuapkan dengan rotary vacuum evaporator dan waterbath. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar dalam konsentrasi perlakuan yaitu 10% b/v, 15% b/v dan 20% b/v. Clorhexidin 0,2% sebagai kontrol positif dan aquadest sebagai kontrol negatif. Pengujian antibakteri ditandai dengan adanya zona bening di sekitar kertas cakram. Kemudian ekstrak dibuat mouthwash dengan formula F1 10%, F2 15%, dan F3 20%. Hasil data sediaan mouthwash akan dibuat dalam bentuk tabel dan diameter zona hambat dianalisis menggunakan metode SPSS dan uji One Way ANOVA. Ekstrak daun kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) dapat diformulasikan menjadi sediaan mouthwash secara fisik ditinjau dari hasil uji organoleptis, pH, viskositas, kejernihan dan homogenitas. Hasil pengujian antibakteri ekstrak daun kecombrang memiliki diameter zona hambat pada konsentrasi 10% sebesar 9,33 mm, konsentrasi 15% sebesar 11,18 mm dan konsentrasi 20% sebesar 14,65 mm dapat menghambat pertumbuhan Lactobacillus acidophilus. Pada diameter zona hambat formula F1 sebesar 8,91 mm, formula F2 sebesar 10,03 mm dan formula F3 sediaan mouthwash memiliki aktivitas antibakteri tertinggi dengan diameter zona hambat 11,06 mm dalam menghambat pertumbuhan Lactobacillus acidophilus.
ANALISIS KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP TERHADAP KUALITAS PELAYANAN INSTALASI FARMASI DI RUMAH SAKIT UNS Oktaviani, Rita; Jayak P, Kharisma; Riska P, Bangkit
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting bagi kualitas pelayanan, semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan maka akan semakin naik juga citra jasa pelayanan tersebut dimata konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pasien Rawat Inap terhadap kualitas pelayanan Instalasi Farmasi di rumah sakit UNS, mengetahui berapa nilai indeks kepuasan dan mengetahui faktor-faktor yang perlu diperbaiki agar kepuasan pasien rawat inap terhadap kualitas pelayanan Instalasi Farmasi Di Rumah Sakit UNS dapat terpenuhi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil analisi uji SERVQUAL yaitu nilai kepuasan secara keseluruhan berada pada indeks nilai negatif, artinya bahwa pasien belum merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan di Instalasi Farmasi Rawat Inap Dirumah Sakit UNS dimana dimensi berwujud -0,38 dimensi kehandalan -0,36 dimensi ketanggapan -0,43 dimensi jaminan -0,45 dimensi empati -0,32. Hasil nilai CSI (Customer Satisfaction Index) secara keseluruhan 5 dimensi pada instalasi farmasi rawat inap di rumah sakit UNS diperoleh nilai CSI sebesar 85,23% dengan kategori sangat puas.
Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia Alata L.) Sebagai Anti Bakteri Terhadap Staphy-lococcus Aureus Attcc 25923 Wenda, Nivita Abigael; Riska P, Bangkit; Siska W, Tatiana
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi kulit, yang merupakan masalah umum dalam kehidupan sehari-hari, disebabkan oleh bakteri yang menyerang dan berkembang biak di jaringan tubuh. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi kulit adalah Staphylococcus aureus ATCC 25923. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan gel formulasi dari ekstrak daun ketepeng Cina Cassia alata L., menguji kualitasnya sesuai kebutuhan, dan mengevaluasi sifat antibakterinya. Pada aktivitas sediaan gel ekstrak daun ketepen Cina Cassia alata L. terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923, terbentuknya zona hambat diamati pada konsentrasi FI 10%, FII 15%, dan FIII 20%. Metode penelitian ini terdiri dari lima perlakuan yaitu klindamisin (kontrol positif) dan basis gel (kontrol negatif), gel ekstrak daun ketepen cina Cassia alata L. difusi cakram dengan konsentrasi F1 10%, FII 15%, FIII 20. keluar secara eksperimental menggunakan metode tersebut”. Hasil gel ekstrak daun ketepen cina “Cassia alata L.” pada konsentrasi FI 10%, FII 15%, dan 20% menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri “Staphylococcus aureus ATCC 25923.” Hasil penghambatan terbaik adalah konsentrasi FIII. 20% dengan rata-rata 11,73 mm termasuk dalam kategori kuat, dan evaluasi formulasi gel pada tiga konsentrasi memenuhi persyaratan uji sensoris, uji pH, daya sebar, kelengketan, dan viskositas.