Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search
Journal : SCIENCE ELECTRO

Analisis Tegangan Jatuh Terhadap Sistem 6 kV Di PT. Petrokimia Gresik-Unit III Imam Fathoni; Bambang Dwi Sulo; M Taqijjuddin Alawiy
SCIENCE ELECTRO Vol 8, No 1 (2018): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menjaga proses produksi di industri yang baik diperlukan suplai tenaga listrik dan perawatan secara kontinunitas, diantaranya pada peralatan distribusi tenaga listrik, misalnya tranformator dan kawat penghantar. Kawat penghantar yang baik dapat ditinjau dari jenis penghantar, luas penampang, dan kemampuan hantar arus. Pemilihan kawat penghantar yang digunakan untuk saluran distribusi didasarkan pada beban listrik yang disuplai. Ukuran penampang kawat penghantar sebaiknya memiliki tahanan kawat yang kecil dan sesuai dengan beban yang disuplay. Hal tersebut dimaksudkan agar nilai tegangan jatuh tidak melebihi dengan standart yaitu ±5 % dari tegangan sumber seperti yang tertera dalam PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik) Standart PLN 1 : 1978, “dimana ditentukan bahwa variasi tegangan pelayanan, sebagian akibat jatuh tegangan (drop tegangan), karena adanya perubahan beban, maksimum +5% dan minimum -10% dari tegangan nominalnya”.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar tegangan jatuh pada jaringan distribusi yang terjadi di PT. Petrokimia Gresik-Unit III dan apakah jatuh tegangan yang terjadi sesuai dengan standart PLN. Motode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan perbandingan perhitungan Manual dan Perhitungan dengan software ETAP 12.6. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Tegangan jatuh yang terjadi melebihi standart yang ditetapkan oleh PLN yaitu ± 5 % dari tegangan nominalnya.(2) Tegangan jatuh terjadi disaluran LV-TR 62 ke LTR 62 sebesar 6,34 %, LV-TR 81 ke LTR 81 sebesar 16,03%, LV-TR 42 ke LTR 42 sebesar 7,25%, LV-TR 41 ke LTR 41 sebesar 18,46%, LV-TR 51 ke LTR 51 sebesar 15,17 %, LV-TR 3 ke LTR 3 sebesar 15,15%, LV-TR 2101 ke LTR 2101 sebesar 16,32%, LV-TR 11 ke LTR 11 sebesar 7,13% dan di saluran LV-TR 52 A ke LTR 52 A sebesar 24,16 %.(3) Tegangan jatuh terburuk terjadi disaluran LV-TR 52 A ke LTR 52 A sebesar 99,657 volt dengan presentase 24,9 % dihitung melalui perhitungan manual dan   65,48 Volt dengan presentase tegangan jatuh 16,49 % jika dihitung melalui software Etap 12.6. Sehingga hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada pada peralatan listrik yang dimiliki. Untuk mengatasi permasalahan tegangan jatuh yang terjadi bisa dilakukan dengan pergantian diameter penghantar yang lebih besar untuk menekan jatuh tegangan.Kata kunci : Tegangan Jatuh, Jaringan distribusi, Tegangan Menengah, SPLN 1:1978, Etap 12.6
Study Drop Tegangan Energi Listrik Pada MDB Utility UHT & SCI di PT.Indolakto Purwosari Pasuruan Imam Suheri; Bambang Dwi Sulo; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 8, No 1 (2018): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.843 KB)

Abstract

Dalam perkembangan sistem kelistrikan saat ini, telah mengarah pada peningkatan efisiensi dalam penggunaan energi listrik. Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi yaitu dengan mengurangi rugi daya dan meminimalkan drop tegangan pada jaringan. Drop tegangan pada sistem distribusi dapat terjadi pada jaringan tegangan menengah (JTM) maupun jaringan tegangan rendah (JTR).PT. indolakto Purwosari Pasuruan dalam proses pengolahan susu murni menjadi produk olahan susu, membutuhkan energi listrik untuk pengoperasian alat-alat produksinya. Sehingga pada kontrol operasional alat-alat produksi selalu mengutamakan efisiensi energi listrik. Kendala dilapangan saat ini adalah adanya drop tegangan / drop voltage dan rugi daya pada saluran distribusi antara sumber- LVMDB 4 dengan penerima- MDB Utility UHT dan SCI sebesar 18 volt atau drop 4% dari tegangan sumber. Dari hasil study, terjadinya drop tegangan dan rugi daya pada MDB Utility UHT & SCI ini disebabkan karena adanya penggunaan penghantar yang tidak sesuai dengan kapasitas beban sesuai desain. Sedangkan untuk memperkecil drop tegangan dan rugi daya dapat dilakukan dengan memperbesar luas penghantar..Kata Kunci :Efisiensi energi, Optimalisasi, Drop Tegangan, Rugi Daya
SISTEM MONITORING PENGOPERASIAN TRANSFORMATOR DAYA BERBASIS UMUR OPERASIONAL DAN MODEL PEMBEBANAN SECARA ONLINE Muhammad Suryazul Khilmi; Bambang Dwi Sulo; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 12, No 2 (2020): Internet of Things Pada Bidang Elektro
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.624 KB)

Abstract

Transformator salah satu peralatan sistem tenaga listrik yang sangat vital untuk menyalurkan energi listrik,Sering terjadi kelebihan kapasitas pembebanan pada transformator yang mengakibatkan umur transformatorberkurang. Maka dari itu perlunya pengawasan untuk memantau kondisi realtime transformator agar tidakmelebihi kapasitasnya dan umur transformator bisa lebih dari yang sudah ditentukan, Ada beberapa hal yangharus diperhatikan yaitu suhu, arus output, dan tegangan transformator. Maka diperlukan sensor-sensor yangdigunakan untuk memonitoring transformator yaitu sensor LM35 sebagai sensor suhu, sensor ACS712 sensorarus dan sensor ZMPT101B untuk mensensor tegangannya, Kemudian mengirimkan hasil baca data ke arduinouno dan ESP8266 sebagai modul untuk mengonlinekan hasil dari sensor agar bisa terbaca dan ditampikanmelalui aplikasi Blynk. Hasil uji coba perangkat sistem monitoring ini memiliki akurasi dalam pengukuran ratarata error sebesar 1,38 untuk sensor tegangan, Sensor arus 9,36% dan sensor suhu 6,21% dan juga sudah bisamengetahui umur transformator.Kata Kunci : Blynk, Sensor LM35, Sensor ACS712, Dan Sensor ZMPT101B, Umur Transformator.
ANALISIS SISTEM OTOMATISASI PENYIRAMAN PADA BUDIDAYA PAKCO Alan Duana Putra; M. Jasa Afroni; Bambang Dwi Sulo
SCIENCE ELECTRO Vol 13, No 2 (2021): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.792 KB)

Abstract

Pakcoy merupakan salah satu tanaman yang digemari oleh petani dikarenakan masa tanam yang pendek dan segera bisa dipanen. Dalam budidaya pakcoy penyiraman dilakukan dengan metode manual yang menggunakan banyak tenaga manusia dan membutuhkan waktu yang lama. Oleh sebab itu dalam penyiraman perlu perencanaan penyiraman yang berteknologi dan lebih modern guna menunjang hasil panen yang lebih banyak. Maka dari itu perlu dilakukan pengamatan kelembaban tanah secara real time. Dalam penelitian ini memerlukan sensor sensor dan kontrol untuk menunjang penyiraman yang lebih efisien, yaitu sensor ultrasonik digunakan untuk memonitoring ketinggian air dalam tandon, sensor soil moisture untuk memonitoring kelembaban tanah, sensor water flow digunakan untuk mengukur debit air yang mengalir dan berbagai kontrol seperti motor servo digunakan untuk membuka kran air, dan relay untuk menyalakan pompa air. Data dari sensor tersebut ditampilkan dalam aplikasi Blynk pada android sehingga bisa terpantau darimanapun dan kapanpun. Dalam aplikasi juga bisa digunakan untuk mengontrol penyiraman dari jarak jauh. Dalam penelitian ini menggunakan 3 perlakuan penyiraman pada tanaman yaitu penyiraman menggunakan gembor(P0), penyiraman menggunakan stop kran manual(P1), dan penyiraman menggunakan IoT(P2). Dalam penelitian penggunaan air pada P2 rata rata menghabiskan air 20 liter dan pada P0 menghabiskan air rata rata 30 liter, dan berat rata rata tanaman pada P0, P1, P2 sebesar 159,77 gr, 145,32 gr, 170,32 gr
ANALISIS POTENSI PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK PADA KANTOR PT SWABINA GATRA – TUBAN JAWA TIMUR Siti Maria Ulfa; Bambang Dwi Sulo; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6, No 1 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.325 KB)

Abstract

Untuk mengatasi KHA yang telah melampaui 80% KHA serta ketidakseimbangan beban perlu dilakukan regrouping. Beban yang telah melampaui 80% KHA diantaranya Ruang Server sebesar 83,9%; Ruang PEP4 sebesar 81,9% dan ruang Istirahat 2 sebesar 95,9%. Serta beban yang memiliki ketidakseimbangan paling besar adalah Pentry yang mencapai 50%. Setelah di regrouping terjadi pembebanan lebih seimbang serta KHA bisa turun dibawah 80%. Ketidakseimbangan menyebabkan rugi-rugi saluran menjadi besar karena pada kawat netral mengalir arus. Selain itu jatuh tegangan yang terjadi pada sisi beban memiliki nilai besar bila dibandingkan jatuh tegangan dengan menggunakan pendekatan perhitungan. Dengan pengukuran jatuh tegangan terbesar terjadi pada beban Ruang Server pada fasa T sebesar 17 volt. Sehingga dari beberapa hal diatas dapat dicari nilai peningkatan efisiensi energi listrik secara teknis dan konversinya dalam bentuk rupiah.Kata Kunci : rugi – rugi energi, KHA, tegangan
MODEL PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA LIMBAH KAYU DI KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA Syaifuddin Muhammad; Bambang Dwi Sulo; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 12, No 2 (2020): Internet of Things Pada Bidang Elektro
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.57 KB)

Abstract

Serbuk gergaji kayu dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap gunauntuk mengurangi pencemaran lingkungan khususnya yang ada di Kabupaten Konawe SulawesiTenggara, di mana serbuk kayu yang sudah di proses menjadi briket, pada sistem pembangkit listriktenaga uap ada hal yang harus di perhatikan yaitu pembakaran briket serbuk kayu, tekanan uap,putaran, dan tegangan listrik yang di hasilkan. Adapun alat yang di gunakan adalah Boiler Pipa Api dimana uap akan menghasilkan berupa tekanan, dari tekanan uap tersebut akan di konversi ke TurbinImpuls Pelton maka akan menghasilkan putaran (RPM), sehingga putaran dari turbin di kopelkan kerotor Generator DC sampai mendapatkan tegangan listrik. Dari penelitian ini menunjukan bahwa hasilEnergi 23.088 kcal/ 1 jam, berbahan bakar dari briket serbuk kayu, boiler menghasikan tekanan 120psi, dari hasil putaran turbin terdapat 1.105 RPM dan Generator maximal hanya mampumenghidupkan beban lampu led DC 6,3 watt, 6,6 watt dan 6,7 watt dan efiseiensi rata-rata yang dihasilkan dari PLTU ini yaitu 56.347%.Kata Kunci : Briket serbuk Kayu, boiler, Turbin, Generator DC.
DETEKSI KERUSAKAN DINI PADA BLADE SCRAPPER (469CS1 DAN 469CS2) DI PT. SEMEN GRESIK (PERSERO) TBK. Agung Dani Sulistiawan; Bambang Dwi Sulo; Oktriza Melfazen
SCIENCE ELECTRO Vol 6, No 2 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.325 KB)

Abstract

Coal handling system di area Central Coal Tuban (CCT) harus bisa menjaga ketersediaan batu bara untuk memenuhi kebutuhan empat pabrik semen di Tuban. Oleh karenanya semua equipment didalamnya termasuk 469CS1 dan 469CS2 harus dapat beroperasi optimal (24 jam/hari), dan frekuensi terjadinya gangguan yang dapat mematikan sistem coal hadling harus diminimalisir.469CS1 dan 469CS2 (Chain Scrapper) merupakan peralatan yang berfungsi untuk memasukkan material tumpah di bawah Apron Conveyor ke dalam sistem transport. Keberadaannya vital untuk menjaga kebersihan area kerja dan menghindari potensi kebakaran akibat penumpukan material. Karena itu equipment Chain Scrapper ini masuk dalam rangkaian interlock system di feeding group. Artinya apabila equipment ini down, maka akan mematikan Appron hopper.Kata kunci : Blade Scrapper, sensor proximity
SISTEM MONITORING KWH METER BERBASIS INTERNET GUNA MEMONITORING RUGI DAYA DAN TEGANGAN JATUH PADA PENYULANG KALIPARE ANDRI WIJAYA; M.Taqijuddin Alawiy; Bambang Dwi Sulo
SCIENCE ELECTRO Vol 12, No 1 (2020): Science of Electro
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.687 KB)

Abstract

Pada prinsipnya rugi daya dan tegangan drop pada jaringan tidak dapat dihindari. Baik rugi daya dan tegangan drop pada trafo maupun jaringan tegangan menengah ( JTM ) . Panjang dan Ukuran konduktor mempengaruhi rugi daya dan drop tegangan pada suatu jaringan, semakin jauk suatu beban pada suatu sumbernya drop tegangan juga semakin besar yang mempengaruhi akan besarnya rugi dayanya. Pada penyulang Kalipare terdapat 123 Trafo Distribusi dengan panjang jaringan 141,436 kms. Dengan Panjang Penyulang Kalipare yang sangat panjang dan jumlah trafo yang besar pasti menimbulkan rugi daya dan tegangan jatuh pada penyulang Kalipare. Untuk mengetahui penyebab tegangan jatuh dan rugi daya pada penyulang Kalipare dilakukan monitoring mengunakan meter pembanding berbasisi internet sehingga mempermudah untuk melakukan tindakan pengurangan rugi daya dan tegangan jatuh seperti perlu dilakukan uprating konduktor, trafo sisipan, rekonfigurasi jaringan atau penertiban pemakaian tenaga listrik dengan data yang akurat. Prinsip dari alat tersebut membandingkan pengukuran tegangan, arus dan daya pada titik-titik yang telah di tentukan untuk mengetahui selisih antara 2 titik yang di inginkan sehingga diketemukan rugi daya dan drop tegangan pada titik tersebut. Dari hasil pengukuran rugi daya rata-rata secara perhitungan 2.89 kW sedangkan dengan alat 2.89 kW dan hasil pengukuran tegangan drop rata-rata secara perhitungan 11.48 V sedangkan dengan alat 11.49 V, dari hasil pengujian dapat dikatakan bahwa alat dapat melakukan pengukuran sesuai dengan keinginan. Hasil Pengukuran Rugi daya dan drop tegangan terbesar pada Trafo-trafo Penyulang Kalipare terletak pada trafo L0439, L0419, L0437, L0430, L0426, L0428, L0143, L0415, L0436, L0438, L0332, L0449, L0435, L0150 dan L0293. Dengan adanya alat tersebut dapat mendeteksi rugi daya dan drop tegangan terbesar pada Penyulang Kalipare sehingga mempermudah melakukan perbaikan teknis berdasarkan skala prioritas. Kata Kunci : Rudi daya, Drop Tegangan, kWh meter pembanding
Prototype Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Dengan Sistem Penangkap Angin 4 Penjuru Dikabupaten Lombok Timur Maman Safta Hadi; Bambang Dwi Sulo; Oktriza Melfazen
SCIENCE ELECTRO Vol 14, No 3 (2022): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.52 KB)

Abstract

Tercatat dalam sejarah umat manusia, kemajuan dalam bidang pengembangan energi sangat pesat dan diikuti oleh meningkatnya konsumsi energi. Peningkatan ini sejalan dengan tingkat kehidupan dan kemajuan industrialisasi. Energi fosil menjadi salah satu yang dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan tersebut, namun energi fosil adalah energi yang tidak dapat diperbaharui, maka manusia perlu mencari energi alternatif yang dapat diperbaharui dan salah satunya adalah energi angin, energi angin termasuk energi terbaharukan dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Tujuan mengembangkan energi angin ini karena Indonesia berpotensi mengembangkan energi angin yang sangat besar yaitu sekitar 9,3 GW dan total kapaitas yang terpasang saat ini sekitar 0,5 MW. Besarnya potensi pengembangan angin diindonesia, maka penulis melakukan sebuah percobaan dengan menggunkan prototype pembangkit listrik tenaga bayu dengan sistem penangkap angin empat penjuru dengan hasil percobaan angin terendah 3 m/s menghasilkan daya sebesar sekitar 0,0197 Watt dan percobaan tertinggi menggunakan angin 5 m/s menghasilkan daya sebesar 0, 0879 Watt.          Kata Kunci: Tubin angin, Energi Fosil, Energi Terbaharukan, Turbin Angin.
PROTOTYPEPEMBANGKIT LISTRIK ENERGI MATAHARI SEBAGAI PENGGERAK POMPA AIR SISTEM SMART OFF GRID MENGGUNAKAN ATMega 2560 Aulia Rahman; Bambang Dwi Sulo; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 8, No 1 (2018): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.68 KB)

Abstract

Sel surya adalah suatu elemen aktif yang mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Sel surya pada umumnya memiliki ketebalan minimum 0,3 mm, yang terbuat dari irisan bahan semikonduktor dengan kutub positif dan kutub negatif. Prinsip dasar pembuatan sel surya adalah memanfaatkan efek fotovoltaik, yaitu suatu efek yang dapat mengubah langsung cahaya matahari menjadi energi listrik.Prinsip ini pertama kali diketemukan oleh Bacquere, seorang ahli fisika berkebangsaan Perancis tahun 1839.Berdasarkan hasil pengamatan berupa pengukuran yang telah dilaksanakan dari pagi hingga menjelang sore untuk mendapatkan hasil analisa data output tegangan dan arus dari panel surya, Solar cell 30 wp artinya solar cell tersebut mempunyai 30 WattPeak ( pada saat matahari terik ) Peak 1 hari di asumsikan 4,5 jam (hitungan aman adalah 4 jam) sehingga 30 x 4,5 = 135 Watt hour / day itu kapasitas maksimal untuk pemakaian 1 hari.              Sistem otomatisasi pompa air dapat dirancang menggunakan Arduino Mega 2560. Pengoperasian otomatisasi pompa air dilakukan dengan memberi progam perintah nilai baca Sensor Ultrasonik.Pompa air akan ON secara otomatis sesuai dengan nilai baca dari sensor ultrasonik yang ditentukan pompa otomatis OFF.Sebagai sumber daya mandiri solar panel dapat mensuplay daya yang dibutuhkan pompa air, bateray dapat digunakan lebih kurang 10 jam untuk mengoperasikan perangkat pompa air DC kapasitas kecil.Kata kunci:Pembangkit listrik, solar cell, listrik.