Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search
Journal : SCIENCE ELECTRO

DETEKSI KERUSAKAN DINI PADA BLADE SCRAPPER (469CS1 DAN 469CS2) DI PT. SEMEN GRESIK (PERSERO) TBK. Agung Dani Sulistiawan; Bambang Dwi Sulo; Oktriza Melfazen
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 2 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coal handling system di area Central Coal Tuban (CCT) harus bisa menjaga ketersediaan batu bara untuk memenuhi kebutuhan empat pabrik semen di Tuban. Oleh karenanya semua equipment didalamnya termasuk 469CS1 dan 469CS2 harus dapat beroperasi optimal (24 jam/hari), dan frekuensi terjadinya gangguan yang dapat mematikan sistem coal hadling harus diminimalisir.469CS1 dan 469CS2 (Chain Scrapper) merupakan peralatan yang berfungsi untuk memasukkan material tumpah di bawah Apron Conveyor ke dalam sistem transport. Keberadaannya vital untuk menjaga kebersihan area kerja dan menghindari potensi kebakaran akibat penumpukan material. Karena itu equipment Chain Scrapper ini masuk dalam rangkaian interlock system di feeding group. Artinya apabila equipment ini down, maka akan mematikan Appron hopper.Kata kunci : Blade Scrapper, sensor proximity
PERANCANGAN DAN APLIKASI JARINGAN NIRKABEL ETHERNET PADA PLC SLC5/05“ALLEN BRADLEY” DI TRIPPER 243TR1 PT. SEMEN INDONESIA Dwi Agus Widodo; Bambang Dwi Sulo; Muhammad Taqiyyuddin Alawiy
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 2 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegagalan komunikasi data antar PLC di 243TR1 yang disebabkan masih adanya masalah pada radio link serial pada jaringan nirkabel berakibat pada terhentinya proses produksi bahan baku di pabrik 3 PT.Semen Indonesia (persero) yang mengakibatkan kerugian yang besar baik berupa tidak tercapainya target produksi ,biaya listrik yang semakin besar maupun kerusakan alat lainnya dampak dari seringnya start dan stop operasional. Pada sistem komunikasi data yang terpasang, menggunakan radio link serial untuk menghubungkan PLC SLC 5/03 (mobile) yang terpasang di tripper 243TR1 yang disebut PLC Master dengan PLC 5/03 yang terpasang di Electrical Room 16C ( base station ) yang disebut PLC Slave. Radio link serial terpasang menggunakan radio SRM 6000 dengan frekuensi 900 Mhz .Radio ini mempunyai kelemahan pada sistem aplikasinya yang tidak dilengkapi dengan kemampuan mengukur seberapa besar sinyal koneksi antar radio ,besaran data kirim dan terima radio serta kemampuan menembus struktur bangunan pada area tripper.Selain itu PLC SLC 5/03 juga sudah mengalami masa discontinue atau tidak diproduksi lagi oleh pabrikan sehingga sangat perlu dilakukan pembaruan sistem PLC dan jaringan nirkabel pada tripper 243TR1.Skripsi ini bertujuan untuk merencanakan dan mengaplikasikan sistem komunikasi nirkabel pada 243TR1 dengan menggunakan radio Ethernet Bullet M5H sebagai penghubung data PLC pengganti sistem lama yakni PLC Allen Bradley SLC 5/05 .Dengan sistem ini pendeteksian sinyal koneksi antar radio dan kecepatan data dan besaran data bisa dideteksi sehingga memudahkan dalam perbaikkan konektifitas antar radio yang dihubungkan . Sehingga permasalahan gagalnya komunikasi antara PLC Master dan Slave di 243TR1 tidak terjadi lagi .Kata Kunci : Sistem komunikasi, nirkabel, Radio Ethernet, PLC Allen Bradley SLC 5/05
AUTOMATISASI WATERSPRAY UNTUK MENGURANGI DEBU PADA PROSES TRANSPORT BATUBARA BERBASIS PLC DI PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. Pradana Pradana; Bambang Dwi Sulo; Bambang Minto
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 2 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengoperasian transport material batubara tidak akan lepas dengan pencemaran debu batubara. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dibuatlah sebuah sistem yang disebut waterspray. Cara kerja waterspray sangat sederhana,yaitu menambahkan sebuah pipa air yang berguna untuk menyemprotkan air di lokasi perpindahan batubara seperti pada hopper / tempat perpindahan material batubara dari dump truck ke penampungan sementara kemudian pada chute /tempat perpindahan antar belt serta dipasang di storage batubara. Namun dalam pengoperasiannya masih dikerjakan secara manual,personil di area kerja harus menuju area kerja yang berdebu untuk membuka valve-valve air secara manual. Hal ini cukup berbahaya dikarenakan debu batubara dapat mengganggu penglihatan dan pernafasan yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Dampak pada peralatan,jika personil lapangan lupa menutup valve di lapangan dapat menimbulkan belt basah dan air dapat mengalir ke area lorong yang menyebabkan banjir di area bawah tanah. Skripsi ini bertujuan untuk menghilangkan kekurangan-kekurangan pada sistem waterspray dengan mengubah sistemnya dari manual menjadi otomatis. Dengan menambahkan sensor-sensor dan mengatur tata letak sesuai dengan fungsi dan keadaan material. Diharapkan tujuan untuk mengurangi gangguan pada saat operasi bisa berjalan lancar, proses pemeliharaan lebih mudah, alat bekarja dengan optimal, dan hasi produksi meningkat.Kata kunci : Waterspray, PLC Allen Bradley SLC 500, Manual.
PROTEKSI TRAFO DISTRIBUSI 20 kV TERHADAP BAHAYA SAMBARAN PETIR DENGAN MENGGUNAKAN LIGHTNING ARRESTER DI GARDU DISTRIBUSI MB 053 PT. PLN (PERSERO) RAYON TUBAN JAWA TIMUR Yosua Yosua Seto Dwi Nugroho; Muhammad Taqiyyuddin Alawiy; Bambang Dwi Sulo
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 2 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori perbandingan efek penempatan arrester sebelum dan sesudah FCO sebagai pengaman transformator tiga fasa dari gangguan petir di penyulang Sunan Kalijogo kab. Tuban menjelaskan fungsi dan tujuan yang sama tetapi penempatan berbeda. Lokasi arrester berhubungan dengan wiring arrester dengan transformator dan FCO dimana memiliki tujuan untuk memberikan perlindungan pada transformator dari tegangan lebih. Penempatan lightning arrester yang efektif dapat melindungi transformator dan peralatan pendukungnya dari kerusakan akibat tegangan lebih. Dengan mempertimbangkan faktor yang mempengaruhi tingkat tegangan gelombang dan arus lonjakan yang terjadi pada setiap sistem seperti kabel arrester, panjang kawat, arrester terpisah yang digunakan di lokasi sistem penangkal, kecuraman dari gelombang datang, kecepatan merayap gelombang dan Tingkat Isolasi Dasar (BIL), sehingga akhirnya didapatkan lokasi yang tepat untuk pemasangan lightning arrester sebagai perlindungan transformator.
Study Drop Tegangan Energi Listrik Pada MDB Utility UHT & SCI di PT.Indolakto Purwosari Pasuruan Imam Suheri; Bambang Dwi Sulo; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 8 No 1 (2018): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan sistem kelistrikan saat ini, telah mengarah pada peningkatan efisiensi dalam penggunaan energi listrik. Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi yaitu dengan mengurangi rugi daya dan meminimalkan drop tegangan pada jaringan. Drop tegangan pada sistem distribusi dapat terjadi pada jaringan tegangan menengah (JTM) maupun jaringan tegangan rendah (JTR).PT. indolakto Purwosari Pasuruan dalam proses pengolahan susu murni menjadi produk olahan susu, membutuhkan energi listrik untuk pengoperasian alat-alat produksinya. Sehingga pada kontrol operasional alat-alat produksi selalu mengutamakan efisiensi energi listrik. Kendala dilapangan saat ini adalah adanya drop tegangan / drop voltage dan rugi daya pada saluran distribusi antara sumber- LVMDB 4 dengan penerima- MDB Utility UHT dan SCI sebesar 18 volt atau drop 4% dari tegangan sumber. Dari hasil study, terjadinya drop tegangan dan rugi daya pada MDB Utility UHT & SCI ini disebabkan karena adanya penggunaan penghantar yang tidak sesuai dengan kapasitas beban sesuai desain. Sedangkan untuk memperkecil drop tegangan dan rugi daya dapat dilakukan dengan memperbesar luas penghantar..Kata Kunci :Efisiensi energi, Optimalisasi, Drop Tegangan, Rugi Daya
Analisis Tegangan Jatuh Terhadap Sistem 6 kV Di PT. Petrokimia Gresik-Unit III Imam Fathoni; Bambang Dwi Sulo; Muhammad Taqijjuddin Alawiy
SCIENCE ELECTRO Vol 8 No 1 (2018): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menjaga proses produksi di industri yang baik diperlukan suplai tenaga listrik dan perawatan secara kontinunitas, diantaranya pada peralatan distribusi tenaga listrik, misalnya tranformator dan kawat penghantar. Kawat penghantar yang baik dapat ditinjau dari jenis penghantar, luas penampang, dan kemampuan hantar arus. Pemilihan kawat penghantar yang digunakan untuk saluran distribusi didasarkan pada beban listrik yang disuplai. Ukuran penampang kawat penghantar sebaiknya memiliki tahanan kawat yang kecil dan sesuai dengan beban yang disuplay. Hal tersebut dimaksudkan agar nilai tegangan jatuh tidak melebihi dengan standart yaitu ±5 % dari tegangan sumber seperti yang tertera dalam PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik) Standart PLN 1 : 1978, “dimana ditentukan bahwa variasi tegangan pelayanan, sebagian akibat jatuh tegangan (drop tegangan), karena adanya perubahan beban, maksimum +5% dan minimum -10% dari tegangan nominalnya”.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar tegangan jatuh pada jaringan distribusi yang terjadi di PT. Petrokimia Gresik-Unit III dan apakah jatuh tegangan yang terjadi sesuai dengan standart PLN. Motode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan perbandingan perhitungan Manual dan Perhitungan dengan software ETAP 12.6. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Tegangan jatuh yang terjadi melebihi standart yang ditetapkan oleh PLN yaitu ± 5 % dari tegangan nominalnya.(2) Tegangan jatuh terjadi disaluran LV-TR 62 ke LTR 62 sebesar 6,34 %, LV-TR 81 ke LTR 81 sebesar 16,03%, LV-TR 42 ke LTR 42 sebesar 7,25%, LV-TR 41 ke LTR 41 sebesar 18,46%, LV-TR 51 ke LTR 51 sebesar 15,17 %, LV-TR 3 ke LTR 3 sebesar 15,15%, LV-TR 2101 ke LTR 2101 sebesar 16,32%, LV-TR 11 ke LTR 11 sebesar 7,13% dan di saluran LV-TR 52 A ke LTR 52 A sebesar 24,16 %.(3) Tegangan jatuh terburuk terjadi disaluran LV-TR 52 A ke LTR 52 A sebesar 99,657 volt dengan presentase 24,9 % dihitung melalui perhitungan manual dan   65,48 Volt dengan presentase tegangan jatuh 16,49 % jika dihitung melalui software Etap 12.6. Sehingga hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada pada peralatan listrik yang dimiliki. Untuk mengatasi permasalahan tegangan jatuh yang terjadi bisa dilakukan dengan pergantian diameter penghantar yang lebih besar untuk menekan jatuh tegangan.Kata kunci : Tegangan Jatuh, Jaringan distribusi, Tegangan Menengah, SPLN 1:1978, Etap 12.6
MONITORING, STARTING AND SAFETY INDUCTION MOTOR SYSTEM 3 PHASE BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMega328 Maulana Torikil Huda; Bambang Dwi Sulo; Muhammad Jasa Afroni
SCIENCE ELECTRO Vol 8 No 1 (2018): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Safety pada motor induksi tiga fasa sangat penting, karena motor induksi membutuhkan perawatan dalam penggunaannya, selain menjaga usia motor induksi lebih panjang nilai ekonomis juga diperoleh bila pengawatan motor induksi dilakukan dengan benar. Tujuan dari pembuatan tugas akhir ini adalah untuk merancang sebuah pengaman dan mengetahui kinerja motor induksi tiga fasa dengan sistem monitoring menggunakan mikrokontroller ATmega328 (Arduino Nano) dan Progammable Logic Controller (PLC)). Untuk menampilkan data tegangan, arus dan kecepatan (RPM) peneliti menggunakan Licuid Crystal Display( LCD) 20x4. Adapun starting system yang digunakan pada motor induksi tiga fasa adalah star-delta baik mode auto maupun manual. Beberapa pengaman yang digunakan sebagai safety pada sistem antara lain hilangnya satu atau lebih fasa pada jaringan tiga fasa, naik atau turunnya tegangan secara tidak normal dan arus lebih. Ada beberapa Sensor yang digunakan pada sistem untuk melihat sinyal tegangan, arus dan kecepatan antara lain sensor ZMPTB101B yang berfungsi sebagai pembaca tegangan, Sensor SCT-013-000 yang berfungsi sebagai pembaca arus dan Sensor IR OBSTACLE FLYING FISH yang berfungsi sebagai pembaca kecepatan (RPM). Sistem pengontrollan utama menggunakan PLC, pada saat bersamaan PLC juga mengamankan dari gangguan hilangnya satu atau lebih fasa pada jaringan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem monitoring, starting dan safety yang telah dirancang dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.Kata kunci: Monitoring, Starting, Safety, Motor Induksi 3 Fasa, Mikrokontroller, Progammable Logic Controller