Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah menjadi Energi Konservasi pada Pasca Panen Tanaman Tahunan (Alpukat, Mangga dan Kelapa) Indriyani; Fery Hendi Jaya; Sari Utama Dewi; Wisnaningsih; Farida Juwita; Ari Beni Santoso; Muh Thohirin; Ambar Pambudi
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v3i2.1057

Abstract

Limbah sering dianggap sebagai sesuatu yang tidak memiliki manfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Limbah sering dianggap sebagai penyebab kerusakan lingkungan yang sulit diatasi dengan cara apapun. Melalui metode Pengabdian kepada Masyarakat yang aplikatif, limbah dapat diubah menjadi sumber daya yang bermanfaat. Satu diantara metode yang efektif adalah dengan menanam pepohonan tanaman tahunan (alpukat, mangga, dan kelapa) yang dapat mencegah penggerusan lahan atau erosi, serta mengurangi risiko banjir. Teknik ini melibatkan pemanfaatan limbah (pengujian beton balok dan silinder) untuk melingkari tanaman. Limbah pengujian beton tersebut disusun sedemikian rupa dengan kedalaman minimal 1,00 m dan jarak lingkaran berdiameter 4,00 m. Penempatan limbah beton di sekitar tanaman ini tidak hanya memperkuat struktur tanah di sekitarnya, tetapi juga membantu dalam retensi air, yang pada gilirannya meningkatkan kesehatan tanah dan pertumbuhan tanaman. Selanjutnya limbah yang awalnya dianggap tidak berguna dan merusak lingkungan justru dapat berkontribusi dalam upaya konservasi lingkungan. Metode ini juga merupakan bentuk inovasi dalam pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan limbah pengujian beton balok dan limbah pengujian beton silinder, kita dapat mengurangi jumlah limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dan meminimalkan dampak negatifnya terhadap lingkungan. Penerapan metode ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah yang ramah lingkungan. Selanjutnya metode ini tidak hanya menyelesaikan masalah limbah, tetapi juga memberikan solusi jangka panjang untuk konservasi lahan dan pencegahan bencana alam seperti banjir dan erosi.
Biochar as Reinforcement for Composite Materials in the Automotive Industry Fauzi Ibrahim; Ambar Pambudi; Randi Anggit Wibisono
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v10i2.26436

Abstract

Biochar, also referred to as biocarbon when positioned as an engineering filler, is a carbon-rich solid obtained by thermochemical conversion of renewable biomass and organic waste under oxygen-limited conditions. Its low density, tunable surface chemistry, porous morphology, thermal stability and potential carbon-storage value make it a promising reinforcement for polymer composites in the automotive industry. This article reviews the use of biochar as a reinforcing phase in polypropylene, polylactic acid, polyamide, epoxy and rubber composite systems from an engineering design perspective. The review focuses on the interaction between feedstock, pyrolysis temperature, ash and carbon content, particle-size distribution, interfacial bonding, melt-processing behavior and automotive qualification requirements. Literature evidence shows that biochar can increase tensile and flexural stiffness, improve heat-deflection resistance, reduce smoke and heat release, and provide a mass advantage compared with mineral fillers. However, strength and impact performance are strongly non-monotonic and can degrade when agglomeration, high viscosity, weak wetting or excessive ash content dominate the microstructure. A proposed Automotive Biochar Composite Readiness Index is introduced to compare matrix-specific readiness for interior trim, instrument-panel carriers, under-hood covers, battery-enclosure inserts, rubber compounds and additive-manufactured fixtures. The analysis indicates that near-term implementation is strongest for semi-structural and non-structural parts, whereas crash-critical structures require hybridization, robust CAE material cards and full ageing, fire, fogging, odor and life-cycle assessment. The paper concludes with a qualification roadmap and design rules for translating laboratory biochar composites into automotive-grade materials.