Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aktivitas Makan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Kawasan Resort Pengelolaan Taman Nasional Tapos, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Iffatalya, Hana; Haribowo, Dinda Rama; Khairiah, Ardian; Pirmansyah, Fitra; Rijal, Ahmad; Wahyuni, Amin Indra; Haidar, Taqiyuddin Zanki; Basyuri, Ade; Sondari, Kenni; Sopiah, Wanda; Zidny, Faqih Fathurahman; Wulandari, Salsabila Ratna
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 25, No 1, Tahun 2023
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.25.1.60-73

Abstract

Monyet ekor panjang (MEP) memiliki peran dalam meregenerasi hutan, salah satunya melalui aktivitas makan. Resort PTN Tapos merupakan salah satu habitat MEP yang lokasinya berdekatan dengan pemukiman warga sehingga dapat mempengaruhi aktivitas makan MEP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas makan MEP yang meliputi aktivitas yang sering dilakukan, aktivitas makan berdasarkan waktu, usia, serta jenis pakan yang dimakan oleh MEP pada dua lokasi pengamatan, yaitu Blok Hutan Pasir Beunyeng (PB) dan Pasir Koja (PK). Pengamatan aktivitas MEP menggunakan metode instantaneous scan sampling dan disajikan dalam bentuk persentase. Aktivitas makan MEP yang teramati di Blok PB sebesar 10,92%, sedangkan di blok PK sebesar 21,72%. Aktivitas waktu makan MEP di blok PB tertinggi pada sore hari 71,43%, sedangkan di blok PK tertinggi pada pagi hari 76,92%. Aktivitas makan MEP berdasarkan usia di blok PB tertinggi pada remaja 53,85%, sedangkan di blok PK tertinggi pada remaja 41,07%. Kelompok MEP di blok PB lebih memilih jenis pakan daun Calliandra sp. sebesar 76,92%, sedangkan MEP di blok PK lebih memilih jenis pakan daun Bambusa sp. sebesar 39,29%. Sumber pakan MEP di habitatnya terus berkurang disebabkan peralihan fungsi lahan sehingga pergerakan MEP cenderung memasuki perkebunan penduduk sekitar.
Identifikasi Parasit Soil Transmitted pada Lalapan Mentah dari Rumah Makan di Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan Fikriwansyah, Aswir; Wulandari, Salsabila Ratna; Ramadhani, Novi Suci
Journal of Islamic Pharmacy Vol 10, No 2 (2025): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v10i2.32483

Abstract

Masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan mengonsumsi sayuran mentah atau yang dikenal dengan lalapan sebagai pelengkap saat makan. Namun, konsumsi sayuran tanpa pengolahan yang tepat berisiko menyebabkan penyakit infeksi yang sebagian besar diakibatkan oleh parasit soil-transmitted. Parasit soil-transmitted dapat berupa telur atau larva cacing yang menempel pada sayuran sehingga dapat tertelan manusia bila sayuran tidak dicuci dengan bersih atau dimasak dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi parasit soil-transmitted pada lalapan mentah di rumah makan wilayah Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Sampel penelitian diperoleh dari 15 rumah makan menggunakan teknik random sampling. Pemeriksaan parasit dilakukan dengan teknik sedimentasi dan diamati menggunakan mikroskop dengan perbesaran 100× hingga 400×. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan prevalensi. Hasil menunjukan prevalensi kontaminasi parasit soil-transmitted pada lalapan sebesar 46%. Seluruh kontaminasi yang ditemukan berupa larva Soil-Transmitted Helminths (STH). Tingginya angka kontaminasi STH diduga berasal dari pasar tradisional tempat pemilik rumah makan memperoleh sayuran serta dipengaruhi oleh tingkat higienitas masing-masing rumah makan.