Octavia, Dilla
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Metode Pembelajaran Teatrikal: Penerapan dalam Pelatihan Kesenian Srandul Octavia, Dilla; Siswanti, Putri Indah; Krisnawanto, Eko
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i2.13901

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan kesadaran agar masyarakat sekitar lebih mencintai kesenian daerahnya dan adanya peningkatan kualitas seni kelompok srandul. Rangkaian kegiatan pengabdian diawali dengan sosialisasi PPK Ormawa, seminar tentang pentingnya pelestarian kesenian, pelatihan dan pendampingan kelompok seni, serta pementasan hasil pelatihan. Hal ini dikarenakan Desa Srihardono memiliki potensi besar dalam mengembangkan kesenian, yang awalnya memiliki permasalahan masih rendahnya inovasi dalam pengembangan seni dan budaya yang digunakan untuk mengangkat citra budaya daerah, dan belum ada instruktur profesional sesuai kompetensinya untuk memberikan pelatihan. Keahlian utama yang dikembangkan dalam program ini adalah tentang keahlian dalam bermain peran dengan metode pembelajaran teatrikal yang diawali dengan proses reading naskah, dilanjutkan dengan teknik muncul, teknik latihan pengembangan, dan teknik improvisasi. Hal ini dilakukan untuk memberikan keterampilan kepada kelompok seni srandul. Setelah adanya program dari tim pengabdian PPK Ormawa, kesenian ini kembali aktif melakukan latihan dan anggota kelompok seni dapat memainkan kesenian Srandul dengan baik karena lebih menguasai teknik dalam memainkan kesenian srandul. The purposes of this community service activity are to raise awareness, leading the local community to develop a greater appreciation for their regional arts and to improve the quality of Srandul art group. The series of community service activities began with a socialization to the PPK Ormawa, a seminar on the importance of preserving the arts, training and mentoring for the art group, and a performance of the training results. Srihardono Village has great potential to develop the arts, but it initially faced issues such as a lack of innovation in the development of art and culture used to elevate the regional cultural image as well as the absence of professional instructors with the necessary expertise to provide training. The primary skill developed in this program is acting, using theatrical learning methods started with a script reading process. It was then  followed by techniques for performance, training development techniques, and improvisation techniques. The authors carried out all the sequences of activity to equip the Srandul art group with the necessary skills. The result shows that after participating in this program, the supporters of Srandul art have become more active in rehearsals and the members of the art group can perform Srandul much better since they have mastered the techniques of playing Srandul art.
Peran Influencer dalam Style Fashion Essential (Analisis Resepsi Pengikut Akun Instagram @ashleymicheller_) Octavia, Dilla; Nugroho, Catur
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 9 No. 4 (2023): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v9i4.4065

Abstract

Trend fashion di media sosial mulai berkembang luas karena adanya dukungan dari fashion influencer. Salah satunya peran media baru yaitu sosial instagram yang menjadi interaksi dalam menciptaan suatu trend fashion sehingga meluas dan sangat mudah dikenal. Meluapnya suatu fashion dizaman sekarang membuat masyarakat mengenal beberapa fashion influencer, salah satu nya yaitu fashion essetianls. Sebagai seorang fashion influencer, pemilik akun instagram @ashleymicheller_ selalu membagikan tips kepada pengikutnya mengenai Fashion essetianls yang dimilikinya. Parapengikut dari akun instagram Ashley begitu antusias dengan outfit yang ia gunakan. Ashley sebagai fashion influencer juga memiliki pengaruh yang kuat dimana para pengikutnya selalu ingin memiliki atau ingin menggunakan barang atau pakaian yang sedang ia gunakan. Fokus penelitian menganalisis pertemuan antara media dan audiens, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori analisis resepsi. Untuk mengungkapkan bagaimana peran pengikut dari akun instagram @ashleymicheller_ sebagai audiens dalam menerima informasi dari pemberi pesan, maka peneliti menggunakan teori encoding dan decoding dari Stuart Hall. Berdasarkan hasil penelitian bahwa beberapa pengikut dari akun instagram @ashleymicheller_   berada pada posisi pembacaan dominant-hegemonic reading, Di mana audiens pada posisi ini pengikut akan langsung menerima dengan baik pesan yang disampaikan oleh Ashley. Namun Berbeda dari informan lainnya, dimana informan 2 Berada di posisi pembacaan negotiated reading.
Metode Pembelajaran Teatrikal: Penerapan dalam Pelatihan Kesenian Srandul Octavia, Dilla; Siswanti, Putri Indah; Krisnawanto, Eko
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i2.13901

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan kesadaran agar masyarakat sekitar lebih mencintai kesenian daerahnya dan adanya peningkatan kualitas seni kelompok srandul. Rangkaian kegiatan pengabdian diawali dengan sosialisasi PPK Ormawa, seminar tentang pentingnya pelestarian kesenian, pelatihan dan pendampingan kelompok seni, serta pementasan hasil pelatihan. Hal ini dikarenakan Desa Srihardono memiliki potensi besar dalam mengembangkan kesenian, yang awalnya memiliki permasalahan masih rendahnya inovasi dalam pengembangan seni dan budaya yang digunakan untuk mengangkat citra budaya daerah, dan belum ada instruktur profesional sesuai kompetensinya untuk memberikan pelatihan. Keahlian utama yang dikembangkan dalam program ini adalah tentang keahlian dalam bermain peran dengan metode pembelajaran teatrikal yang diawali dengan proses reading naskah, dilanjutkan dengan teknik muncul, teknik latihan pengembangan, dan teknik improvisasi. Hal ini dilakukan untuk memberikan keterampilan kepada kelompok seni srandul. Setelah adanya program dari tim pengabdian PPK Ormawa, kesenian ini kembali aktif melakukan latihan dan anggota kelompok seni dapat memainkan kesenian Srandul dengan baik karena lebih menguasai teknik dalam memainkan kesenian srandul. The purposes of this community service activity are to raise awareness, leading the local community to develop a greater appreciation for their regional arts and to improve the quality of Srandul art group. The series of community service activities began with a socialization to the PPK Ormawa, a seminar on the importance of preserving the arts, training and mentoring for the art group, and a performance of the training results. Srihardono Village has great potential to develop the arts, but it initially faced issues such as a lack of innovation in the development of art and culture used to elevate the regional cultural image as well as the absence of professional instructors with the necessary expertise to provide training. The primary skill developed in this program is acting, using theatrical learning methods started with a script reading process. It was then  followed by techniques for performance, training development techniques, and improvisation techniques. The authors carried out all the sequences of activity to equip the Srandul art group with the necessary skills. The result shows that after participating in this program, the supporters of Srandul art have become more active in rehearsals and the members of the art group can perform Srandul much better since they have mastered the techniques of playing Srandul art.
Penguatan Kompetensi Bernyanyi melalui Pembelajaran Teknik Vokal pada Kelompok Kor PKK Kalurahan Panembahan Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta Octavia, Dilla; Heldisari, Hana Permata; Raja Leta, Klementinus Jackson
Jurnal Pengabdian Seni Vol 6, No 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v6i2.17611

Abstract

Kelompok Kor PKK Kalurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta adalah komunitas ibu-ibu yang aktif dalam kegiatan seni musik khususnya bernyanyi paduan suara. Sebagian besar peserta memiliki keterampilan vokal dasar, pemahaman ritme, dan pengetahuan tentang melodi; namun, mereka menghadapi masalah dengan teknik vokal seperti pernapasan, artikulasi, resonansi, dan kontrol dinamik. Ada beberapa peserta yang terus menggantungkan suara mereka pada pita vokal atas secara berlebihan, yang mengakibatkan kelelahan vokal dan kehilangan kualitas suara di puncak nada. Kondisi ini menjadi alasan dilakukannya penyuluhan seni untuk memberikan pelatihan teknik vokal dari akademisi, yaitu dosen dan mahasiswa. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam teknik bernyanyi, yang mencakup elemen pernapasan, intonasi, artikulasi, resonansi, dan interpretasi lagu. Pelatihan partisipatif digunakan melalui praktik langsung, pendampingan intensif, dan evaluasi kinerja individu dan kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan vokal, kepercayaan diri, dan kekompakan kelompok. Dengan harmonisasi yang lebih baik, peserta dapat menampilkan lagu daerah dan nasional, termasuk tampil pada peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus di Kemantren Kraton. Program ini selain meningkatkan kemampuan bernyanyi Kelompok Kor PKK Kalurahan Panembahan, juga meningkatkan partisipasi sosial dan kebersamaan masyarakat. The PKK Group Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta City, is a community of mothers who are active in musical arts activities, particularly in choir singing. Most participants had basic vocal skills, an understanding of rhythm, and knowledge of melody. However, they faced issues with vocal techniques such as breathing, articulation, resonance, and dynamic control. There were some participants who consistently relied excessively on their upper vocal cords, resulting in vocal fatigue and loss of voice quality at the high notes. This condition prompted the organization of art counseling sessions to provide vocal technique training led by academics, including lecturers and students. The purpose of this activity is to improve participants' singing techniques, which include elements of breathing, intonation, articulation, resonance, and song interpretation. Participatory training is used through hands-on practice, intensive mentoring, and individual and group performance evaluation. The results of the activity show a significant improvement in vocal ability, self-confidence, and group cohesion. Better harmonization makes participants perform regional and national songs very well with their prominent performance on August 17th, the Independence Day commemoration at the Kraton District. The result indicates that the program not only increases social participation and community togetherness but also improves the singing abilities of the PKK Group of Panembahan Village.