Solusi untuk mengatasi rendahnya produktivitas tanaman kakao di Desa Salut, Bayan, Lombok Utara, adalah perawatan kebun secara intensif, saninasi kebun, rutin melakukan pemangkasan tanaman, pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terpadu, aplikasi pupuk organik dan peremajaan tanaman yang sudah tua. Namun ada masalah yang harus diatasi, yaitu kurangnya pengetahuan dan keterampilan petani mengelola perkebunan kakao secara intensif. Selain itu kemampuan kewirausahaan dan wawasan agribisnis petani juga masih kurang. Karena masalah tersebut, maka dilaksanakan program penyuluhan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengelola tanaman kakao secara intensif. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan berlangsung dengan tertib, aman dan lancar. Pengetahuan dan keterampilan petani untuk mengelola tanaman kakao secara intensif meningkat, terbukti dari tingkat partisipasi dan antusiasme petani yang semula rendah setelah mengikuti penyuluhan dapat ditingkatkan menjadi tinggi. Pengelolaan perkebunan kakao dengan aplikasi tindak agronomi secara intensif seperti sanitasi kebun, pemangkasan, pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terpadu, aplikasi seresah in-situ tanaman dan pupuk organik 25 ton ha-1 memberikan total jumlah gelondong 25,27 buah pohon-1 bulan-1 dan total bobot biji kering coklat 2,77 kg pohon-1 bulan-1, signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan perkebunan kakao yang dirawat seadanya dan yang tidak dirawat sama sekali, dengan hasil bobot biji kering coklat 0,44 - 0,70 kg pohon-1 bulan-1.