Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Skrining Fitokimia Menggunakna Daun Pegagan (Centella Asitica) Untuk Mengidentifikasi Senyawa Alkaloid, Flavonoid, dan Saponin Syahrul Muflih Harahap; Ahmad Baihaqi Ananda El Rawy; Muhammad Ibnu Sina
Konstanta : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/konstanta.v2i2.3453

Abstract

As a tropical country, Indonesia has many types of biodiversity, including plants that are spread throughout Indonesia, approximately as many as 40,000 species with 7,500 species of which can be used as medicinal plants which are applied for medical needs and biological and chemical research. One of the topics discussed in this journal is the gotu kola leaf, known as the Latin name (centella asiatica). This plant contains tannins, flavonoids, vitamin A and vitamin C with various properties including accelerating the wound healing process, other benefits such as improving brain and nerve function. It should be noted that this efficacy is due to the presence of secondary metabolites in the gotu kola leaf and to find out, alkaloid, flavonoid, and saponin tests were carried out using dried gotu kola leaves and then divided into two bottles of 200 ml of methanol and N-hexane solution and then macerated for 3 days. . After the maceration process is complete, a thick extract of gotu kola leaves is produced and then continued with testing for alkaloids, flavonoids, and saponins which will later get results that aim to be the first step to determine secondary metabolite compounds and be useful as information on the utilization of the efficacy of gotu kola leaves as well as research in biology and chemistry.
PENGARUH EKSTRAK Moringa oleifera TERHADAP EKSPRESI mRNA IL-6 PADA OTAK Rattus norvegicus TERINDUKSI ETILEN GLIKOL Syahrul Muflih Harahap; Idami, Zahratul; Widiarti, Leni; Ningrum, Nurlian Augustin
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i2.7964

Abstract

Etilen glikol (EG) merupakan senyawa toksik yang dapat menginduksi neuroinflamasi melalui peningkatan ekspresi interleukin-6 (IL-6), yaitu sitokin pro-inflamasi kunci. Ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dikenal memiliki aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi, tetapi efeknya terhadap ekspresi IL-6 pada otak yang terpapar EG belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek pemberian ekstrak daun kelor terhadap ekspresi mRNA IL-6 pada jaringan otak tikus yang diinduksi EG. Sebanyak 15 ekor tikus jantan galur Wistar dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol normal (KN), kontrol negatif (K- induksi EG 0,75%), dan tiga kelompok perlakuan yang diberi ekstrak daun kelor dosis 150, 300, dan 450 mg/kgBB setelah induksi EG. Ekspresi mRNA IL-6 dianalisis menggunakan RT-PCR dan dievaluasi dengan ImageJ setelah normalisasi terhadap GAPDH. Induksi EG secara signifikan meningkatkan ekspresi mRNA IL-6 sebesar 2,34 kali lipat dibandingkan KN. Pemberian ekstrak dosis 150 mg/kgBB menurunkan ekspresi IL-6 hingga 1,50 kali lipat, menunjukkan efek anti-inflamasi optimal. Namun, pada dosis 300 dan 450 mg/kgBB, ekspresi IL-6 masing-masing menjadi 1,65 dan 2,08 kali lipat, menunjukkan respons yang tidak linear. Ekstrak daun kelor memiliki efek anti-inflamasi dalam menekan ekspresi mRNA IL-6, tetapi efek ini bersifat non-linear dan bergantung pada dosis. Dosis 150 mg/kgBB menunjukkan efektivitas tertinggi.