Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. TETIRA INTERNATIONAL CONSULTANTS Tzalinggar, Ayudyasiwi; Widiasari, Arifa; Astuti, Desti Mega; Primeri, Novem Gardenia Ninik; Agusti, Ninda Putri Zulekha Sapta; Damayanti, Dila
Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Indonesia STIE Widya Wiwaha Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32477/jrabi.v4i1.946

Abstract

This research aims to analyze the influence of leadership style and work environment on employee performance at PT. TETIRA International Consultants in Jakarta. This research method uses a quantitative (primary) approach in the form of a questionnaire distributed to the entire research population. The population in this study were all employees of PT. TETIRA International Consultants and the samples used were 30 samples. The variables used in this research are the independent variables, namely Leadership Style (X1) and Work Environment (X2) and the dependent variable, namely Employee Performance (Y). The results of the t test (partial test) show that the Leadership Style variable (X1) has a significance value of 0.011 < 0.05, with the results obtained tcount > ttable, namely 2.746 > 1.701. This means the influence of Leadership Style (X1) on employee performance (Y) at PT. TETIRA International Consultants is significant. Meanwhile, the results of the t test (partial test) show that the Work Environment variable (X2) has tcount < ttable, namely 0.339 < 1.701 and has a significant value of 0.737 > 0.05. These results prove that the Work Environment variable (X2) has no significant effect on the employee performance variable (Y) at PT. TETIRA International Consultants. The results of the F Test (Simultaneous Test) show a significant value of 0.000 or the significance value of the F test is smaller than 0.05. This means that the Leadership Style Variable (X1) and Work Environment (X2) simultaneously have a significant effect on the Employee Performance Variable (Y).
Pemahaman Akuntansi Forensik, Persepsi Whistleblowing, dan Moralitas Individu terhadap Pencegahan Kecurangan di Ditjen Bina Bangda Tzalinggar, Ayudyasiwi; Setyowati , Hasanah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4304

Abstract

Kecurangan masih menjadi permasalahan yang serius di Indonesia, baik dalam sektor publik maupun swasta. Berbagai kasus kecurangan yang sering terjadi mencakup korupsi, manipulasi laporan keuangan, dan penyalahgunaan uang publik. Pencegahan kecurangan secara fundamental menuntut adanya kolaborasi antara faktor kognitif (pengetahuan), persepsi (sikap), dan nilai etis (moralitas). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman akuntansi forensik, persepsi whistleblowing, dan moralitas individu terhadap pencegahan kecurangan di Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 74 responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman akuntansi forensik berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan kecurangan, yang menegaskan bahwa semakin baik pemahaman pegawai mengenai konsep, teknik, dan prosedur akuntansi forensik, semakin efektif upaya mendeteksi manipulasi dan mencegah penyimpangan. Persepsi whistleblowing tidak berpengaruh positif dan signifikan, karena meskipun persepsinya baik, tindakan pelaporan memerlukan dukungan sistem pengendalian, budaya organisasi yang aman, serta perlindungan pelapor. Moralitas individu menunjukkan pengaruh positif dan signifikan paling dominan. Integritas, kejujuran, dan nilai moral menjadi faktor internal yang kuat dalam membentuk perilaku antikecurangan, karena individu bermoral tinggi lebih mampu mengendalikan tindakan melanggar aturan dan memahami dampak negatif kecurangan. Secara simultan, ketiga variabel memiliki berdampak positif dan signifikan terhadap pencegahan kecurangan di Ditjen Bina Bangda, dengan nilai koefisiensi determinasi sebesar 82,1%, sedangkan sisanya 17,9% disebabkan oleh faktor-faktor yang tidak dipertimbangkan dalam penelitian ini (R2 = 0,821).