Penelitian ini mengkaji pemaknaan dan aktualisasi falsafah Sapangambei Manoktok Hitei dalam kehidupan sosial Namaposo GKPS Semarang dengan menggunakan kerangka tindakan rasional nilai Max Weber. Sapangambei Manoktok Hitei merupakan falsafah Masyarakat Simalungun yang menekankan kebersamaan, persatuan, kerelaan berkorban, dan semangat tolong-menolong yang dalam penelitian ini dipahami sebagai orientasi nilai dalam praktik sosial Namaposo. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sapangambei Manoktok Hitei dipahami sebagai kerja sama tanpa pamrih, solidaritas, dan rasa kekeluargaan yang membentuk identitas kebersamaan di lingkungan GKPS Semarang. Aktualisasi nilai ini terlihat pada kegiatan Penyambutan Anggota Baru (PAB), kepanitiaan Natal, penggalangan dana, inisiatif gotong-royong, dan dukungan terhadap anggota baru. Namun, penerapan nilai tersebut tidak selalu konsisten karena pengaruh kesibukan, jarak tempat tinggal, dan perbedaan pemahaman antaranggota. Analisis dengan kerangka Weber menunjukkan bahwa tindakan kebersamaan Namaposo merupakan bentuk tindakan rasional nilai yang berlandaskan keyakinan moral terhadap nilai budaya, bukan pertimbangan keuntungan pribadi. Penelitian ini menegaskan bahwa, dalam konteks Namaposo GKPS Semarang, nilai budaya tetap menjadi orientasi penting dalam kehidupan perantauan, meskipun penerapannya mengalami penyesuaian sesuai dinamika kehidupan perantauan.