Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mangokal Holi sebagai Tradisi Budaya dan Ekspresi Iman: Kajian Teologi Kontekstual atas Praktik Sosial Masyarakat Batak Toba Sinaga, Vera Astriyani
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 4 No 2 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v4i2.394

Abstract

Mangokal Holi merupakan salah satu praktik adat yang memiliki makna mendalam dalam kehidupan masyarakat Batak Toba. Tradisi ini dilaksanakan dengan membongkar makam leluhur dan memindahkan tulang-belulang ke dalam tugu keluarga sebagai bentuk penghormatan terhadap nenek moyang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Mangokal Holi sebagai praktik sosial dan ekspresi iman dengan menggunakan pendekatan teologi kontekstual, khususnya konsep teologi tanpa tinta dari Izak Lattu, serta teori tindakan sosial dari Max Weber. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka untuk menggali makna spiritual, nilai budaya, serta peran sosial dari tradisi ini dalam konteks masyarakat Batak Toba. Hasil kajian menunjukkan bahwa Mangokal Holi tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat, tetapi juga menjadi medium untuk memperkuat identitas kultural, solidaritas antar anggota marga, serta pewarisan nilai-nilai leluhur kepada generasi muda. Selain itu, tradisi ini mencerminkan bentuk spiritualitas kontekstual di mana iman Kristen tidak bertentangan, tetapi justru dihayati melalui praktik budaya lokal. Dalam konteks ini, Mangokal Holi menjadi bentuk “teologi tanpa tinta” yang hidup melalui narasi, simbol, dan ritus masyarakat. Tradisi ini membuktikan bahwa adat dan iman dapat saling menyatu dalam pengalaman keberimanan yang kontekstual dan bermakna.
AKTUALISASI SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI OLEH NAMAPOSO GKPS SEMARANG: ANALISIS TINDAKAN RASIONAL NILAI Sinaga, Vera Astriyani; Adi, Suwarto; Ranimpi, Yulius Yusak
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1385

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemaknaan dan aktualisasi falsafah Sapangambei Manoktok Hitei dalam kehidupan sosial Namaposo GKPS Semarang dengan menggunakan kerangka tindakan rasional nilai Max Weber. Sapangambei Manoktok Hitei merupakan falsafah Masyarakat Simalungun yang menekankan kebersamaan, persatuan, kerelaan berkorban, dan semangat tolong-menolong yang dalam penelitian ini dipahami sebagai orientasi nilai dalam praktik sosial Namaposo. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sapangambei Manoktok Hitei dipahami sebagai kerja sama tanpa pamrih, solidaritas, dan rasa kekeluargaan yang membentuk identitas kebersamaan di lingkungan GKPS Semarang. Aktualisasi nilai ini terlihat pada kegiatan Penyambutan Anggota Baru (PAB), kepanitiaan Natal, penggalangan dana, inisiatif gotong-royong, dan dukungan terhadap anggota baru. Namun, penerapan nilai tersebut tidak selalu konsisten karena pengaruh kesibukan, jarak tempat tinggal, dan perbedaan pemahaman antaranggota. Analisis dengan kerangka Weber menunjukkan bahwa tindakan kebersamaan Namaposo merupakan bentuk tindakan rasional nilai yang berlandaskan keyakinan moral terhadap nilai budaya, bukan pertimbangan keuntungan pribadi. Penelitian ini menegaskan bahwa, dalam konteks Namaposo GKPS Semarang, nilai budaya tetap menjadi orientasi penting dalam kehidupan perantauan, meskipun penerapannya mengalami penyesuaian sesuai dinamika kehidupan perantauan.