Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA SAAT PENYEMPROTAN TANAMAN PERTANIAN DAN APLIKASI PENGGUNAAN PESTISIDA DI DESA TALIMBARU KECAMATAN BARUS JAHE KABUPATEN KARO Sembiring, Haesti; Angin, Susanti Perangin; Bambang, Teddy; Nolia, Helfi; Karo, Marina; Rusli, Mustar; Sinaga, Jernita
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i1.2241

Abstract

Pentingnya penggunaan alat pelindung diri sebagai keselamatan kerja sangat penting dipahami para petani menggingat tingginya risiko terjadinya keracunan pestisida. Menurut perkiraan organisasi kesehatan sedunia World Health Organization (WHO) dan program lingkungan persatuan bangsa-bangsa United Nations Environment Programming (UNEP) 1,5 juta kasus keracunan pestisida pada pekerja di sektor pertanian sebagian besar kasus keracunan tersebut di negara berkembang yang 20.000 di antaranya berakibat fatal. Petani sebagai pengguna pestisida mempunyai resiko tertinggi terpapar pestisida yang mengakibatkan cacat tubuh dan kematian dan hasil peneliti menunjukkan tingginya angka kejadian keracunan di sebabkan oleh pestisida antara 20–50%). Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan aplikasi penggunaan pestisida di Desa Talimbaru Kecamatan Barusjahe. Pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan dan demonstrasi, evaluasi kegiatan dilakukan dengan penilaian pengetahuan dan kemampuan peserta dengan secara lisan dan demonstrasi. Diharapkan nantinya dari pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penggunaan APD) dan aplikasi penggunaan pestisida dengan benar. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan secara langsung dan demontrasi penggunaan APD serta Penggunaan Aplikasi Pestisida yang benar sehingga petani terhindar dari keracunan akibat pemakaian pestisida
FOGGING DAN PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK UNTUK  LANGKAH BERSAMA MELAWAN DEMAM BERDARAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KORPRI KECAMATAN BERASTAGI KABUPATEN KARO TAHUN 2024 Karo, Marina Br; angin, Susanti Perangin
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/pz6bwq16

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Pengendalian DBD memerlukan pendekatan terintegrasi, salah satunya melalui pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan fogging fokus. PSN, yang mencakup metode 3M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang, serta langkah tambahan seperti penggunaan larvasida dan kelambu), bertujuan untuk menghilangkan tempat perkembangbiakan nyamuk sebagai upaya preventif jangka panjang. Fogging, di sisi lain, digunakan sebagai tindakan darurat untuk membunuh nyamuk dewasa dalam situasi outbreak. Penelitian dan evaluasi menunjukkan bahwa PSN memiliki efektivitas yang lebih tinggi untuk jangka panjang dibandingkan fogging, karena mampu memutus siklus hidup nyamuk dari tahap larva hingga dewasa. Namun, keberhasilan PSN sangat bergantung pada partisipasi masyarakat yang konsisten. Sebaliknya, fogging efektif dalam menekan populasi nyamuk dewasa secara cepat, tetapi dampaknya hanya bersifat sementara jika tidak diikuti dengan langkah preventif seperti PSN. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci dalam pelaksanaan kedua metode ini. Implementasi yang terkoordinasi telah terbukti menurunkan angka kasus DBD secara signifikan, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas nyamuk. Oleh karena itu, kombinasi PSN dan fogging yang tepat sasaran menjadi strategi utama dalam pengendalian penyakit DBD yang berkelanjutan
Penyuluhan Pengelolaan Sampah Menjadi Ecobrick di Desa Talimbaru Kecamatan Barusjahe Kabupaten Karo Tahun 2025 Bambang, Th. Teddy; Syaputri, Deli; Manik, Erba Kalto; Rusli, Mustar; Auliani, Restu; Karo, Marina Br
JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): JUKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jukemas.v2i4.1273

Abstract

Permasalahan sampah seolah menjadi permasalahan yang tidak berujung. Selain mencemari lingkungan, sampah juga menjadi tolak ukur derajat kesehatan masyarakat. Berbagai usaha telah dilakukan dalam upaya pengelolaan sampah dimasyarakat, salah satunya adalah dengan mendirikan program pembuatan ecobrick. Ecobrick adalah metode pengolahan limbah plastik dengan cara mengisi botol plastik bekas dengan sampah plastik lain yang sudah kering dan bersih, lalu dipadatkan hingga penuh. Ecobrick kemudian bisa digunakan sebagai bahan bangunan, seperti untuk dinding, furnitur, atau paving block. Program pengabdian kepada masyarakat tahun 2025 ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat desa yang bersifat komprehensif, multisektoral, yang mampu menuntun masyarakat ke arah kehidupan yang lebih sejahtera dan dinamis serta membantu meningkatkan kondisi sosial ekonomi warga dan mempermudah akses terhadap informasi dan ilmu pengetahuan tentang pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat kali ini bertujuan untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat desa Talimbaru untuk meningkatkan kapabilitas dalam manajemen pengelolaan bank sampah. Selanjutnya masyarakat akan dibekali kreatifitas dalam mengolah sampah menjadi barang bernilai jual dalam kuantitas dan kualitas produk. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode pendampingan dan pelatihan.
Effectiveness Test of The Combined Extract of Papaya Seeds (Carica Papaya L.) and Sweet Orange Peel (Citrus Sinesis L.) as A Larvicide Against Aedes Aegypti Mosquitoes: Penelitian Helfi Nolia; Karo, Marina br.
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4127

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains one of the most significant public health problems in Indonesia. This study aims to determine the effectiveness of a mixture of papaya seed (Carica papaya L.) and sweet orange peel (Citrus sinensis L.) extracts as a botanical larvicide against Aedes aegypti mosquito larvae. A quasi-experimental study was conducted using a Completely Randomized Design with five treatments and four replications. Three concentrations (1%, 1.5%, and 2%) of the mixed extract were tested with observation for 12 hours. The mortality rate of larvae increased with the concentration: 1% (30%), 1.5% (67.5%), and 2% (100%). ANOVA and Duncan tests confirmed significant differences (p<0.05). The synergistic action of flavonoids, saponins, tannins, papain, and limonoids enhanced larval mortality, indicating the potential of plant-based larvicides as an eco-friendly alternative to synthetic chemicals.
EDUKASI DAN KAMPANYE PENANGGULANGAN SAMPAH DAN PENINGKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DI DESA AJINEMBAH DUSUN 3 KECAMATAN MEREK KABUPATEN KARO Susanti Perangin Angin; Heriaty Brutu; Erba Kalto Manik; Marina Br Karo
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 4 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i4.2711

Abstract

The global waste problem is currently at an alarming level and is likely to worsen over time. According to World Bank data, global waste volume is predicted to surge significantly, reaching 3.4 billion tons by 2050, with low-income countries projected to experience a threefold increase in waste production. Global waste is dominated by organic and plastic waste. Organic waste accounts for 44%, paper waste 17%, and plastic waste approximately 12% of the total waste volume.  Community service activities in waste management in Hamlet 3, Ajinembah Village aim to conduct outreach and education to the community about waste management, especially the utilization of used plastic waste into useful products such as paving blocks, training in skills in processing plastic waste into competitive local products, promoting mutual cooperation and environmental clean-up actions. The activities include outreach, training, and the application of appropriate technology to process inorganic waste. The results achieved include increased knowledge, attitudes, and actions of partners regarding waste management. Partners have acquired the knowledge, attitudes, and actions to manage inorganic waste and the skills to make paving blocks from used plastic waste.
Pemeriksaan Kualitas Air dan Pembuatan Filtrasi Air Sederhana di Desa Ajinembah Kec Merek Kabupaten Karo: Pengabdian Risnawati Tanjung; Jernita Sinaga; Helfi Nolia; Susanti br Peranginangin; Marina br. Karo; Restu Auliani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7313

Abstract

Akses terhadap air bersih masih menjadi permasalahan kesehatan lingkungan di daerah pedesaan, termasuk di Desa Ajinembah. Kualitas air yang buruk berpotensi meningkatkan risiko penyakit berbasis air. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kualitas air serta memberikan solusi melalui pembuatan filtrasi air sederhana. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi, inspeksi lingkungan, pengambilan sampel air, serta edukasi kepada masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa beberapa sumber air belum memenuhi syarat fisik dan bakteriologis, ditandai dengan kekeruhan dan potensi kontaminasi. Intervensi dilakukan dengan pembuatan alat filtrasi sederhana menggunakan bahan lokal seperti pasir, kerikil, arang, dan ijuk. Setelah kegiatan, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menjaga kualitas air. Selain itu, kualitas fisik air menjadi lebih jernih dan layak digunakan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis masyarakat efektif dalam meningkatkan kesehatan lingkungan.
Hubungan Antara Faktor Sosio-Demografi dan Faktor Lingkungan Serta Perilaku dengan Kejadian Diare pada Balita di Puskesmas Simalingkar Heriaty Brutu; Susanti Br Perangin-angin2; Erba Kalto Manik3; Jernita Sinaga4; Marina Br Karo
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 8 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i8.3303

Abstract

Diare masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan pada balita di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Simalingkar. Berbagai faktor karakteristik ibu, kondisi sanitasi, dan perilaku kesehatan diduga berperan terhadap kejadian diare sehingga perlu dikaji untuk mendukung upaya pencegahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan umur ibu, umur balita, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, sarana jamban keluarga, pengelolaan sampah, kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS), dan perilaku ibu dengan kejadian diare pada balita. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 124 ibu yang memiliki balita. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur ibu (p=0,000; OR=0,159; 95%CI=0,067–0,378) dan kebiasaan CTPS (p=0,000; OR=0,192; 95%CI=0,078–0,471) berhubungan signifikan dengan kejadian diare. Sementara itu, umur balita, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, sarana jamban keluarga, pengelolaan sampah, dan perilaku ibu tidak menunjukkan hubungan bermakna (p>0,05). Disimpulkan bahwa peningkatan praktik CTPS serta edukasi kesehatan terutama pada ibu usia muda perlu diprioritaskan sebagai strategi pencegahan diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Simalingkar.