Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perbedaan Pengetahuan Siswa terhadap Penggunaan Plastik di Sekolah Adiwiyata dan Non Adiwiyata (Studi Kasus: SMP Negeri 1 Kabanjahe dan SMP RK Budi Murni Lau Baleng) Auliani, Restu; Maha, Jenita Hati Br; Apsari, Desy Ari; Tanjung, Nelson; Rusli, Mustar; Syaputri, Deli; Tarigan, Kristina Br; Girsang, Julietta Br
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.502 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i11.1158

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan siswa terhadap penggunaan plastik disekolah Adiwiyata Smp Negeri 1 Kabanjahe Dengan Siswa Yang Bersekolah Di Sekolah Non Adiwiyata Smp Swasta Rk Budi Murni Lau Baleng. Jenis penelitian ini adalah survey yang bersifat analitik yang dilakukan di sekolah adiwiyata Smp Negeri 1 Kabanjahe dan sekolah non adiwiyata Smp Swata Rk Budi Murni Lau Baleng. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di dua sekolah tersebut dengan jumlah keseluruhan sample banyak 50 responden. Data yang di dapat akan diolah menggunkan uji T-Test.  Siswa adiwiyata yang berpengetahuan baik sebanyak 68% dan siswa yang berpengetahuan kurang sebanyak 38% dan siswa non adiwiyata berpengetahuan baik sebanyak 48% dan berpengetahuan kurang 56%. Dapat disimpulkan pengetahuan siswa terhadap penggunaan plastik yang bersekolah pada progran adiwiyata, lebih baik dari pada siswa yang bersekolah pada sekolah non adiwiyata. Hasil penelitian diperoleh bahwa independent sample T-Test bernilai sig.(2-tailed) 0.004 < 0,05 maka perbedaan bermakna secara statistik atau signifikan pada probabilitas 0,05. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan yang sifnifikan antara siswa adiwiyata dengan siswa non adiwiyata tentang penggunaan plastik. Dengan demikian siswa yang memiliki  pengetahuan penggunaan plastik lebih baik terdapat pada siswa yang bersekolah pada program awidiyata.
Environmental Health Study of Coastal Communities to Domestic Wastewater Risks in Medan City Syaputri, Deli; Auliani, Restu; Rusli, Mustar; Sinaga, Jernita; Manik, Erba Kalo
West Science Nature and Technology Vol. 3 No. 02 (2025): West Science Nature and Technology
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsnt.v3i02.1976

Abstract

This study examines the environmental health risks posed by domestic waste in coastal communities in Medan City, employing a quantitative approach with a sample of 150 respondents analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). The findings highlight significant positive relationships between waste management practices, community awareness, and environmental health outcomes. Infrastructure adequacy further enhances the impact of waste management on health outcomes, demonstrating its moderating role. These results underscore the necessity of integrated strategies combining effective waste management, educational initiatives, and infrastructural investments to improve environmental health in coastal areas. This research provides actionable insights for policymakers and stakeholders, emphasizing the importance of sustainable waste practices to mitigate environmental and health risks.
The Relationship of Hand Washing Behavior and Type of Latrine with Stunting Incident Soedjadi, Theodorus Teddy Bambang; Syaputri, Deli; Manalu, Samuel Marganda Halomoan; Timanthar, Leo Eykel
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 10 (2024): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i10.5114

Abstract

Stunting is a linear growth disorder in which a child's body is very short based on height-for-age with a Z-score threshold of < -2 SD. Silalahi sub-district has a stunting prevalence above 30%. Multi-dimensional factors, including environmental factors, cause stunted. Environmental factors that cause stunting are the mother's personal hygiene, sanitation, clean water, and drinking water sources. This study aimed to determine the relationship between washing hands with soap and latrine ownership with stunting in toddlers. Observational study with a case-control design in Silalahisabungan District, Dairi Regency. All stunted toddlers were taken as cases (78), and 78 toddlers were selected as controls, which were selected using systematic random sampling. The study results showed that there were stunting toddlers, namely 84 6% with the behavior of washing hands with soap did not meet the requirements, and 44.9% of toddlers suffering from stunting were in the age range of 21-40 months. Bivariate analysis using the chi-square test showed an effect of Handwashing with Soap (p=0.002, OR=2.727) and Latrine Ownership (p=0.001, OR=3.048) on the incidence of stunting in toddlers. Management of stunting events requires good coordination and collaboration between health workers, the government, and the community in reducing risk factors.
Penyuluhan dan Pelatihan Pengelolaan Sampah Domestik di Desa Kuta Bangun Kecamatan Tiga Binanga Kabupaten Karo Tahun 2025 Nelson Tanjung; Auliani, Restu; Syaputri, Deli; Halomoan Manalu, Samuel Marganda; Sembiring, Haesti; Apsari, Desy Ari
JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): JUKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jukemas.v2i4.1272

Abstract

Indonesia menghadapi permasalahan sampah yang sangat serius. Volume sampah terus meningkat, sementara kapasitas pengelolaan sampah masih terbatas. Hal ini menyebabkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan perekonomian. Maka perlunya edukasi untuk masyarakat agar dapat mengolah sampah menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah organik dimanfaatkan menjadi pupuk kompos dengan metode biopori, pembuatan barang berguna dari sampah anorganik, dan pembuatan ecobrick dari sampah plastik. Daerah Kuta Bangun Kecamatan Tiga Binanga termasuk lingkungan yang tercemar akibat sampah, maka pengabdian ini akan fokus melakukan penyuluhan dan pelatihan mengelola sampah. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan PKM ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan masyarakat mengolah sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Penyuluhan Pengelolaan Sampah Menjadi Ecobrick di Desa Talimbaru Kecamatan Barusjahe Kabupaten Karo Tahun 2025 Bambang, Th. Teddy; Syaputri, Deli; Manik, Erba Kalto; Rusli, Mustar; Auliani, Restu; Karo, Marina Br
JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): JUKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jukemas.v2i4.1273

Abstract

Permasalahan sampah seolah menjadi permasalahan yang tidak berujung. Selain mencemari lingkungan, sampah juga menjadi tolak ukur derajat kesehatan masyarakat. Berbagai usaha telah dilakukan dalam upaya pengelolaan sampah dimasyarakat, salah satunya adalah dengan mendirikan program pembuatan ecobrick. Ecobrick adalah metode pengolahan limbah plastik dengan cara mengisi botol plastik bekas dengan sampah plastik lain yang sudah kering dan bersih, lalu dipadatkan hingga penuh. Ecobrick kemudian bisa digunakan sebagai bahan bangunan, seperti untuk dinding, furnitur, atau paving block. Program pengabdian kepada masyarakat tahun 2025 ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat desa yang bersifat komprehensif, multisektoral, yang mampu menuntun masyarakat ke arah kehidupan yang lebih sejahtera dan dinamis serta membantu meningkatkan kondisi sosial ekonomi warga dan mempermudah akses terhadap informasi dan ilmu pengetahuan tentang pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat kali ini bertujuan untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat desa Talimbaru untuk meningkatkan kapabilitas dalam manajemen pengelolaan bank sampah. Selanjutnya masyarakat akan dibekali kreatifitas dalam mengolah sampah menjadi barang bernilai jual dalam kuantitas dan kualitas produk. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode pendampingan dan pelatihan.