Pamungkas, Rafli Yuda
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Lingkar Leher dan Indeks Massa Tubuh terhadap Body Fat pada Siswa Sekolah Dasar Pamungkas, Rafli Yuda; Sekarhandini, Pitra; Moelyo, Annang Giri
Sari Pediatri Vol 25, No 6 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.6.2024.393-7

Abstract

Latar belakang. Pengukuran antropometri yang umum digunakan untuk menilai obesitas adalah Indeks Massa Tubuh Namun, pengukuran menggunakan Indeks Massa Tubuh masih memiliki beberapa kekurangan, yakni tidak mampu menunjukkan perbedaan antara massa otot dan lemak. Pengukuran juga tidak bisa memberikan informasi mengenai distribusi lemak tubuh. Metode pengukuran alternatif yakni lingkar leher. Hasil pengukuran lingkar leher dapat menjadi indikator terhadap penumpukan lemak subkutaneus tubuh bagian atas sehingga berguna dalam mengidentifikasi anak dengan obesitas. Tujuan. Mengetahui perbandingan lingkar leher dan indeks massa tubuh terhadap body fat pada siswa sekolah dasar.Metode. Penelitian ini menggunakan studi analitik cross-sectional dengan sampel siswa tingkat sekolah dasar kelas 4-6 Sekolah Dasar Al-Islam 2 Jamsaren Surakarta. Data didapatkan dari hasil pengukuran lingkar leher, berat badan, tinggi badan, dan persentase body fat. Teknik analisis dengan uji analisis Spearman dan uji multivariat regresi linier berganda.Hasil. Hasil uji bivariat yang signifikan (p<0,005) didapatkan pada uji Spearman baik lingkar leher dengan body fat, maupun Indeks Massa Tubuh dengan body fat.Kesimpulan. Terdapat hubungan antara lingkar leher dan body fat, maupun Indeks Massa Tubuh dengan body fat. Secara simultan Indeks Massa Tubuh berpengaruh lebih besar terhadap peningkatan body fat dibandingkan lingkar leher.
Pemberian Sex Education kepada Remaja di MA Futuhhiyah, Desa Sempu, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali Ghozali, Dhoni Akbar; Hitipeuw, Hedva Rayna; Ulwanuttaqiy, Irba; Az Zahra, Aisyah Nur Salsabila; Azizah, Aulia Ardhiannisa Nur; Janah, Rahayu Mardatil; Putri, Nabila; Pramudita, Andika Putra; Azzahra, Syarifa Khumaira Ghanisya; Utami, Dina Hidayah; Pamungkas, Rafli Yuda
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 3 (2023): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i3.78381

Abstract

Pendahuluan: Pengetahuan yang tidak adekuat dan menyimpang terkait pubertas dapat berdampak buruk bagi remaja, seperti terjadinya pelecehan seksual dan kehamilan usia dini. Penyampaian informasi terkait hal ini masih terhambat oleh persepsi yang menganggap topik pubertas sebagai hal tabu. Program ini bertujuan untuk mengedukasi siswa di MA Al Futuhiyyah terkait pubertas, cara menjaga kesehatan alat reproduksi, dan keamanan diri dari pelecehan seksual melalui penyampaian materi yang objektif.Metode:Program ini dilaksanakan secara luring di MA Al Futuhiyyah dengan target edukasi berupa siswa kelas 12 SMA. Pemaparan materi yang meliputi fisiologi pubertas, kesehatan alat reproduksi dan pelecehan seksual terbagi menjadi dua segmen di antara pretest dan posttest yang digunakan untuk mengukur dampak dari edukasi. Kedua tes menggunakan 10 item soal pilihan ganda yang sama dan mencakup tiap subsegmen materi yang kemudian dilihat peningkatan rata-rata nilai dari pretest dan posttest.Hasil dan pembahasan: Sosialisasi diikuti oleh 73 siswa, dengan total 70 siswa yang mengikuti seluruh rangkaian pretest hingga posttest secara lengkap. Hasil analisis data menemukan peningkatan rata-rata nilai sebesar 0.7, dengan rata-rata nilai pretest sebesar 8.21 (SD=1.25) danposttest sebesar 8.91 (SD=0.96). Peningkatan juga ditemukan pada persentase rata-rata nilai di pembagian tiap subsegmen.Kesimpulan: Program pemberian sex education berlangsung dengan baik. Pengetahuan para siswa terkait pubertas, kesehatan alat reproduksi, dan pelecehan seksual ditemukan meningkat pasca pemberian materi.