Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Dengan Aplikasi Canva Bagi Guru- Guru SMP Putri Cahaya Medan Immanuel Doclas Belmondo Silitonga; Rina Devi Romauli Siahaan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 1 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v1i3.873

Abstract

Peranan Media memegang peranan yang sangat penting dalam dunia Pendidikan, mengingat peranannya sebagai Alat Bantu dan Sumber Belajar, selain itu juga  sebagai jembatan penentu keberhasilan proses Instruksional dan Kegiatan Belajar Mengajar , penggunaan Media yang diperlukan adalah menggunakan Sistem digitalisasi sesuai dengan yang telah ditetapkan pada Kurikulum Merdeka.  Pelatihan Canva merupakan salah satu cara yang dilakukan membantu guru mampu atau kompeten menjalankannya. Metode pelaksanakan dari kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM) ini adalah dengan melaksanakan tahapan yaitu ; (empat) tahapan pelaksanaan; (1) Persiapan, (2) Arahan, (3) Pelatihan dan (4) Evaluasi/Refleksi. Pelatihan ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Pengalaman Calon Guru di Era Kurikulum Merdeka Intan Cezya Sijabat; Jhon Eliezer Naibaho; Wina Ekayanti Sinaga; Septian Immanuel Sinaga; Ruth Melina Sitohang; Kristin Anggreini Siahaan; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga
Young Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 2 No. 1 (2026): Young Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : Yayasan Bayt Shufiya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to provide an in-depth understanding of the experiences of students from the Program at HKBP Nommensen University Pematangsiantar during their Field Teaching Practice (PPL) at Taman Madya (Private) Tamansiswa Senior High School in the 2025 academic year. Over fourteen weeks (August 20–December 10, 2025), the students engaged in teaching activities, lesson plan development, and non-instructional programs within the framework of the Merdeka Curriculum (Independent Curriculum). Employing a narrative study approach, this research positions student experiences as the primary data source to explore reflective learning processes and the formation of professional teacher identity. The findings reveal that PPL serves as a dialectical space where pedagogical theories learned at the university intersect with the dynamic social realities of the school environment. Three key findings emerged: first, the consistency between theory and practice is expressed through the students’ reflective capacity to interpret and adapt theoretical knowledge to contextual realities; second, the mentoring relationship between student teachers and supervising teachers demonstrates a shift from hierarchical supervision toward collaborative partnership that fosters mutual learning; and third, student teachers’ responses to contemporary educational issues—particularly digitalization and the Merdeka Curriculum—encourage the development of technology-based learning innovations and critical literacy practices. The study concludes that PPL not only equips student teachers with instructional competencies but also cultivates professional awareness, pedagogical autonomy, and social sensitivity—qualities that form the foundation of effective and human-centered teachers in an era of educational transformation.
Analisis Parjambaron Sebagai Simbol Kebudayaan Pernikahan Batak Toba (Kajian Semiotika) Desi Juli Sari Nainggolan; Junifer Siregar; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 4 No. 4 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v4i4.1195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Analisis Parjambaron Sebagai Simbol Kebudayaan Pernikahan Batak Toba (Kajian Semiotika). Jenis penelitian ini dengan penelitian kualitatif, metode deskriptif. metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting) Setiap budaya memiliki kebudayaan masing-masing sesuai dengan suku dan adat-adat yang dimiliki. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun. Peneliti memilih dua daerah tersebut agar memaksimalkan kemungkinan adanya acara pernikahan, dalam budaya Batak Toba. Penelitian ini akan dilaksanakan di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun. Pada bulan Juni-November 2025.Salah satu adat yang dimiliki oleh setiap suku adalah upacara adat perkawinan. Perkawinan merupakan bagian hidup manusia untuk keturunannya. Upacara adat merupakan unsur budaya yang dihayati dri masa kemasa yang mengandung nilai-nilai dan norma yang sangat luas dan kuat serta mengatur dan mengarahkan tingkah laku setiap individu dalam suatu masyarakat.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam upacara perkawinan budaya Batak Toba terdapat beberapa bagian inti dari parjambaran yang memiliki makna simbolik yakni:Ulu, Osang, Ihur, Soit, Somba, Aliang, Ate-ate, Panamboli.