Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Karakteristik Kepribadian Gelap Dan Perilaku Antisosial Di Internet Putri, Asfi Manzilah
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 1 (2024): J-P3K APRIL
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i1.285

Abstract

Machiavellianisme, psikopati dan narsisme atau yang biasa dikenal dengan kepribadian gelap diketahui dapat memprediksi perilaku menyimpang. Mengingat peningkatan prevalensi penggunaan media sosial dan internet, serta pengetahuan yang berkembang terkait konsekuensi negatif dari penggunaannya, maka penting adanya pemahaman bagaimana karakteristik kepribadian ini dengan perilaku online. Tujuan analisis literature ini adalah untuk melihat hubungan antara karakteristik kepribadian gelap dengan perilaku antisosial yang terjadi di internet, dengan cara melakukan peninjauan pada 15 jurnal yang terbit dalam kurun waktu 7 tahun terakhir. Berdasarkan analisis pada 15 jurnal terkait, ditemukan bahwasannya tiga ciri kepribadian gelap (machiavellianisme, psikopati dan narsisme) berhubungan dengan antisosial di internet, di mana psikopati merupakan ciri kepribadian yang paling kuat memprediksi perilaku antisosial di internet (cyber aggression, cyber trolling, cyberbullying, penggunaan sosial media yang bermasalah, dan lain sebagainya).
Hubungan Fungsi Nilai Dengan Kepuasan Pada Relawan Di Pusat Studi Dan Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya Malang Putri, Asfi Manzilah; Rahajeng, Unita Werdi
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 4, No 2 (2024): JURNAL SOCIAL LIBRARY JULY
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/sl.v4i2.219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fungsi nilai dengan kepuasan relawan di Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya. Responden dalam penelitian ini merupakan mahasiswa aktif yang tergabung dalam pendamping PSLD dan telah lulus on the job training selama tiga bulan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-random sampling, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 65 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sub skala fungsi nilai pada Volunteer Function Inventory (VFI) untuk mengukur fungsi nilai, dan skala Volunteer Satisfaction Index (VSI) untuk mengukur kepuasan pada relawan. Analisis data yang digunakan adalah Pearson Product-Moment untuk menguji korelasi antara kedua variabel yang diteliti. Hasil dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara fungsi nilai dengan kepuasan relawan (r= 0.478, p0.05).
Pelatihan Empati Melalui Experiential Learning untuk Menurunkan Perilaku Cyberbullying pada Remaja Asfi Manzilah Putri Putri, Asfi Manzilah; Iswinarti, Iswinarti; Fasikhah, Siti Suminarti
Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Vol 7, No 1 (2026): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v7i1.961

Abstract

Perkembangan teknologi dan jejaring sosial memunculkan bentuk agresi baru yang disebut dengan cyberbullying. Cyberbullying merupakan masalah serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Pelatihan empati melalui metode experiential learning merupakan cara yang dapat membantu dalam menangani kasus cyberbullying yang kini sedang marak terjadi, khususnya pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pelatihan empati dalam menurunkan perilaku cyberbullying pada remaja. Penelitian quasi-eksperimen dilakukan dengan desain pretest-posttest control group design. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 18 orang yang merupakan siswa SMA dan SMK berusia 15-17 tahun yang memiliki tingkat cyberbullying tinggi hingga sedang serta tingkat empati yang sedang hingga rendah. Partisipan dalam penelitian ini dialokasikan ke dalam dua kelompok, yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Empati partisipan diukur menggunakan Basic Empathy Scale (BES), sedangkan cyberbullying diukur menggunakan Cyberbullying Questionnaire (CBQ). Data dianalisis menggunakan uji non parametrik yang menunjukkan bahwasannya pelatihan empati menggunakan experiential learning dapat menurunkan perilaku cyberbullying pada remaja.