Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Perilaku Prososial Sebagai Prediktor Status Teman Sebaya Pada Remaja Rahajeng, Unita Werdi; Wigati, Tri Yogi Adi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the peer group of adolescence, peer status plays a crucial role. There are 5 kinds of peer status, namely  popular, rejected, neglected, controversial, and average status. Social competence of the youth can be a predictor of peer status, one of the youth’s social competences that becomes the focus of this research is prosocial behaviour. Prosocial behavior is generally acceptable in social environment; however, the significance of prosocial behaviour in predicting the status of adolescents in peer groups still needs to be studied. Prosocial behaviour was identified through Peer Assessment Prosocial Behaviour adapted from Greener (2000), while peer status was identified through sociometric techniques by categorizing peer status according to the techniques by Coie, Dodge, and Cappotelli (1982). There were 114 adolescents as research participants (57.9% male, Mean Age = 12.70 years). With multinomial logistic regression analysis, it was concluded that prosocial behaviour was able to predict peer status (χ2 (4) = 48.68, p <0.001) with prediction ability of 56.1%. The effect of prosocial behaviour on the establishment of each peer status will be discussed in more detail in this article.Key words: Adolescent, peer assessment, prosocial behaviour, peer status Abstrak: Status di kelompok sebayanya merupakan status sosial yang berperan penting di masa remaja. Adapun terdapat 5 macam status teman sebaya, yaitu populer, rejected (ditolak), neglected (diabaikan), controversial (kontroversial), dan average (rata-rata). Kompetensi sosial remaja dapat menjadi prediktor terhadap status teman sebaya, salah satu yang akan menjadi fokus penelitian ini adalah perilaku prososial. Sebagai bentuk perilaku yang secara umum dapat diterima dalam lingkungan sosial, peneliti ingin mengetahui seberapa signifikan peranannya dalam memprediksi status remaja dalam kelompok teman sebaya. Perilaku prososial diidentifikasikan melalui Peer Assessment Prosocial Behavior yang diadaptasi dari Greener (2000). Sedangkan status teman sebaya diidentifikasi melalui teknik sosiometri dengan pengkategorisasian status teman sebaya mengikuti teknik yang digagas oleh Coie, Dodge, dan Cappotelli (1982). Terdapat 114 orang remaja sebagai partisipan penelitian (57.9% laki-laki, Mean Usia = 12.70 tahun). Dengan teknik multinominal logistic regression disimpulkan bahwa perilaku prososial remaja mampu memprediksikan status teman sebaya (χ2(4) = 48.68, p<0.001) dengan kemampuan prediksi sebesar 56.1%. Efek perilaku prososial terhadap terbentuknya masing-masing status teman sebaya akan didiskusikan lebih rinci dalam artikel ini.
Parent’s academic expectation dan Konsep Diri Akademik Terhadap Kecemasan Menghadapi Ujian Nasional siswa SMA Permatasari, Dian Putri; Rahajeng, Unita Werdi; Fitriani, Afia; Kurniawati, Yunita
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.328 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i1.5030

Abstract

Ujian nasional merupakan salah tahap yang harus dilalui siswa SMA sebelum mereka dinyatakan lulus dari sekolah menengah. Meskipun tidak lagi menjadi prasyarat kelulusan, namun menghadapi ujian nasional tetap menimbulkan kecemasan tersendiri. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kecemasan dalam menghadapi ujian, diantaranya adalah faktor internal dan juga faktor eksternal dari siswa yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh parent’s academic expectation dan konsep diri akademik terhadap kecemasan dalam menghadapi ujian nasional pada siswa SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Instrumen penelitian menggunakan 3 skala, yaitu skala parent’s educational expectation, skala konsep diri akademik, dan skala kecemasan ujian. Responden dalam penelitian ini berjumlah 163 siswa SMA. Data dianalisis menggunakan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai F = 31,90 dengan p = 0.000, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara harapan orang tua dan konsep diri terhadap kecemasan dalam menghadapi ujian nasional pada siswa SMA. 
Wake Up and Make Up: Efek Kosmetik Wajah dan Waktu Pemaparan Terhadap Attractiveness Herasafitri, Rr Dea Febrinda; Rahajeng, Unita Werdi; Sarirah, Thoyyibatus
Mediapsi Vol 2, No 2 (2016): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.979 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2016.002.02.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) apakah terdapat pengaruh penggunaan kosmetik wajah terhadap attractiveness, (2) apakah terdapat pengaruh penggunaan waktu pemaparan terhadap attractiveness, dan (3) apakah terdapat pengaruh interaksi penggunaan kosmetik wajah dan waktu pemaparan terhadap attractiveness, dalam jangka waktu pengamatan selama 0.25 detik dan tanpa batas waktu pemaparan. Penelitian ini melibatkan 43 orang partisipan, yaitu mahasiswa angkatan 2014-2015 Prodi Psikologi, Universitas Brawijaya, Malang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan bantuan aplikasi PsychoPy dengan menggunakan 7 point slider scale untuk penilaian attractiveness, yang memiliki rentang mulai dari skala 1 (sama sekali tidak) hingga skala 7 (sangat). Analisis penelitian ini menggunakan teknik univariate analysis of variance. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh penggunaan kosmetik wajah terhadap attractiveness (p=0.000), terdapat pengaruh penggunaan waktu pemaparan terhadap attractiveness (p=0.001), dan tidak terdapat pengaruh interaksi penggunaan kosmetik wajah dan waktu pemaparan terhadap attractiveness (p=0.158).
Association Between Self-Advocacy and Academic Performance of Higher Education Students with Disabilities: A Meta-Analysis Rahajeng, Unita Werdi; Hendriani, Wiwin; Paramita, Pramesti Pradna
Indonesian Journal of Disability Studies Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : The Center for Disability Studies and Services Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijds.2023.10.02.13

Abstract

Self-advocacy is one of the personal factors essential for students with disabilities in college obtaining satisfactory achievements. This meta-analysis proves the strength of the relationship between self-advocacy and one of the success parameters of students with disabilities, namely academic achievement. It followed the guidelines from PRISMA. A literature search was conducted in four databases: Scopus, Web of Science, Psychnet, and Proquest, and 328 articles were obtained. Finally, six articles remained for further analysis. Based on the analysis using the DerSimonian and Laird (DL) estimator model, the estimated effect size was 0.29 (p<0.001; 95% CI=0.20 – 0.38). Although the results of the meta-analysis show a significant positive correlation between variables, there are things that need to be considered in terms of heterogeneity and the risk of publication bias.
Hubungan Fungsi Nilai Dengan Kepuasan Pada Relawan Di Pusat Studi Dan Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya Malang Putri, Asfi Manzilah; Rahajeng, Unita Werdi
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 4, No 2 (2024): JURNAL SOCIAL LIBRARY JULY
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/sl.v4i2.219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fungsi nilai dengan kepuasan relawan di Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya. Responden dalam penelitian ini merupakan mahasiswa aktif yang tergabung dalam pendamping PSLD dan telah lulus on the job training selama tiga bulan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-random sampling, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 65 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sub skala fungsi nilai pada Volunteer Function Inventory (VFI) untuk mengukur fungsi nilai, dan skala Volunteer Satisfaction Index (VSI) untuk mengukur kepuasan pada relawan. Analisis data yang digunakan adalah Pearson Product-Moment untuk menguji korelasi antara kedua variabel yang diteliti. Hasil dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara fungsi nilai dengan kepuasan relawan (r= 0.478, p0.05).
Wake Up and Make Up: Efek Kosmetik Wajah dan Waktu Pemaparan Terhadap Attractiveness Herasafitri, Rr Dea Febrinda; Rahajeng, Unita Werdi; Sarirah, Thoyyibatus
Mediapsi Vol 2 No 2 (2016): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2016.002.02.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) apakah terdapat pengaruh penggunaan kosmetik wajah terhadap attractiveness, (2) apakah terdapat pengaruh penggunaan waktu pemaparan terhadap attractiveness, dan (3) apakah terdapat pengaruh interaksi penggunaan kosmetik wajah dan waktu pemaparan terhadap attractiveness, dalam jangka waktu pengamatan selama 0.25 detik dan tanpa batas waktu pemaparan. Penelitian ini melibatkan 43 orang partisipan, yaitu mahasiswa angkatan 2014-2015 Prodi Psikologi, Universitas Brawijaya, Malang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan bantuan aplikasi PsychoPy dengan menggunakan 7 point slider scale untuk penilaian attractiveness, yang memiliki rentang mulai dari skala 1 (sama sekali tidak) hingga skala 7 (sangat). Analisis penelitian ini menggunakan teknik univariate analysis of variance. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh penggunaan kosmetik wajah terhadap attractiveness (p=0.000), terdapat pengaruh penggunaan waktu pemaparan terhadap attractiveness (p=0.001), dan tidak terdapat pengaruh interaksi penggunaan kosmetik wajah dan waktu pemaparan terhadap attractiveness (p=0.158).
Kekuatan Karakter Relawan Muda bagi Penyandang Disablilitas Rahajeng, Unita Werdi; Widyarini, Ika; Ilhamuddin, Ilhamuddin
INKLUSI Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.263 KB) | DOI: 10.14421/ijds.070105

Abstract

Being a young volunteer provides an opportunity for volunteers to build stronger awareness of social issues, such as the fulfilment of equal rights for persons with disabilities. For young volunteers, participation in volunteerism can form strong characters. This research attempts to describe the forms of strength of character in young volunteers for persons with disabilities and their development. Data collection methods used were Online Survey (Study 1) and Nominal Group Technique and Focus Group Discussion (Study 2). Both studies involved young volunteers in communities and organizations with disabilities in Malang Regency and Kota aged between 18-30 years (Study 1 with N = 59 people and Study 2 with N = 6 people). From the research, it is found that the character strength becomes the modality of participation as a volunteer and develops in the process of involvement of young volunteers for persons with disabilities.[Aktivitas sebagai relawan muda menyediakan kesempatan bagi pelakunya untuk membangun kesadaran yang lebih kuat terkait dengan isu-isu sosial, termasuk kesadaran terkait pemenuhan kesetaraan hak bagi penyandang disabilitas. Bagi para relawan muda, partisipasi dalam aktivitas berbasis kesukarelawanan dapat membentuk beberapa kekuatan karakter, antara lain kekuatan karakter yang dicetuskan oleh Peterson & Seligman (2004). Penelitian ini berusaha menggambarkan bentuk-bentuk kekuatan karakter dalam diri relawan-relawan muda bagi penyandang disabilitas dan perkembangannya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Online Survey (Study 1) dan Nominal Group Technique serta Focus Group Discussion (Study 2). Kedua study tersebut melibatkan relawan muda di komunitas dan organisasi penyandang disabilitas kabupaten dan kota Malang berusia antara 18 - 30 tahun. (Studi 1, N= 59 orang dan Studi 2, N= 6 orang).  Dari penelitian ini didapatkan gambaran kekuatan karakter yang menjadi modalitas partisipasi sebagai relawan dan berkembang dalam proses keterlibatan para relawan muda bagi penyandang disabilitas.]