Standard Operating Procedures (SOP) pasca panen kapulaga ialah panduan/acuan tertulis yang berisikan rangkaian kegiatan pengelolaan hasil panen kapulaga menjadi bentuk simplisia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah membuat desain Standard Operating Procedures (SOP) pasca panen kapulaga, mengetahui perbedaan kegiatan pasca panen, kualitas, dan nilai tambah ekonomi simplisia kapulaga yang menerapkan dan tidak menerapkan SOP pasca panen. Penelitian ini dilaksanakan di P4S Menoreh Herbal Magelang dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif (mixed methods). Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain SOP pasca panen kapulaga dibuat menggunakan metode plan, do, check, dan action (PDCA). Terdapat perbedaan kegiatan pasca panen kapulaga yang menerapkan dan tidak menerapkan SOP pasca panen yaitu pada tahap pencucian dan penirisan, pengeringan, penyortiran dan penimbangan akhir, serta pengemasan dan pelabelan. Kualitas simplisia kapulaga yang menerapkan dan tidak menerapkan SOP pasca panen berbeda signifikan secara organoleptik (warna, bau, rasa, dan tekstur). Simplisia kapulaga yang menerapkan SOP pasca panen berwarna putih, berbau khas menyengat kapulaga, dan memiliki tekstur berkerut sesuai standar kapulaga yang baik. Sedangkan simplisia kapulaga yang tidak menerapkan SOP berwarna kecoklatan dan berbau segar kurang menyengat. Kualitas organoleptik simplisia kapulaga yang menerapkan SOP pasca panen lebih tinggi dibandingkan simplisia kapulaga yang tidak menerapkan SOP pasca panen. Kadar air simplisia kapulaga menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara simplisia kapulaga yang menerapkan dan tidak menerapkan SOP pasca panen. Simplisia kapulaga yang menerapkan SOP pasca panen memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak menerapkan SOP pasca panen.