Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Implementasi Sistem Pembelajaran Daring Masa Pandemi Covid-19 di TKIT Raudhatul Muttaqin Sholeha, Entin Sholeha; Sekarini, Indah; Tri Andhriana, Laras; Safitri, Nurdita; Astuti, Siti; Watini, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.948 KB)

Abstract

Pengabdian masyarakat ini berlatar belakang penerapan pembelajaran daring di masa Pandemik Covid-19. Pengabdian masyakarakat ini untuk menggambarkan Implementasi sistem pembelajaran daring masa Pandemik Covid- 19 di TKIT Raudhatul Muttaqin. Jenis pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengabdian masyarakat ini digunakan dengan metode literature dengan pengumpulan data berupa dokumentasi dangan melacak berbagai sumber data relevan yang mengandung pembahasan terkait dengan fokus masalah yang diteliti, kemudian disajikan, setelah itu penarikan kesimpulan hasil yang diperoleh selama pembelajaran daring. Pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil pangabdian masyarakat ini dapat diketahui bahwa pembelajaran yang dilakukan masa pandemik Covid-19 di TKIT Raudhatul Muttaqin menggunakan aplikasi berupa : Whatsapp, Zoom Meeting, Video Call. Pelaksanaan pembelajaran daring dirasakan kurang efektif dikarenakan keaktifan belajar siswa tidak sepenuhnya dapat dicapai sesuai dengan indikator belajar. Hal ini diakibatkan karena adanya faktor kendala selama pembelajaran daring dilaksanakan, seperti kurangnya alat peraga dan terbatasnya akses internet.
Kepuasan pelanggan sebagai mediasi relationship marketing dan penetapan harga terhadap loyalitas pelanggan wulandari; Sudirman, M.; Astuti, Siti
JURNAL EKONOMI, BISNIS DAN HUMANIORA Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tangerang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine, examine, and analyze customer satisfaction as a mediation of relationship marketing and pricing on multi-level marketing customer loyalty in Kab. Tangerang. The rise of multi-level marketing business competition today, companies must maintain and fulfill customer desires. Therefore, the marketing strategy recognizes the concept of relationship marketing and pricing. This research method uses descriptive quantitative. The sample technique used is proportionate stratified random sampling. The number of respondents is 100. The data analysis technique used is path analysis to determine the direct and indirect effects. The results of data analysis show that customer satisfaction variables cannot mediate relationship marketing and pricing on multi-level marketing customer loyalty in Kab. Tangerang, because the value of indirect influence is smaller than the value of direct influence
Implementasi Sistem Pembelajaran Daring Masa Pandemi Covid-19 di TKIT Raudhatul Muttaqin Sholeha, Entin Sholeha; Sekarini, Indah; Tri Andhriana, Laras; Safitri, Nurdita; Astuti, Siti; Watini, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.1865

Abstract

Pengabdian masyarakat ini berlatar belakang penerapan pembelajaran daring di masa Pandemik Covid-19. Pengabdian masyakarakat ini untuk menggambarkan Implementasi sistem pembelajaran daring masa Pandemik Covid- 19 di TKIT Raudhatul Muttaqin. Jenis pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengabdian masyarakat ini digunakan dengan metode literature dengan pengumpulan data berupa dokumentasi dangan melacak berbagai sumber data relevan yang mengandung pembahasan terkait dengan fokus masalah yang diteliti, kemudian disajikan, setelah itu penarikan kesimpulan hasil yang diperoleh selama pembelajaran daring. Pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil pangabdian masyarakat ini dapat diketahui bahwa pembelajaran yang dilakukan masa pandemik Covid-19 di TKIT Raudhatul Muttaqin menggunakan aplikasi berupa : Whatsapp, Zoom Meeting, Video Call. Pelaksanaan pembelajaran daring dirasakan kurang efektif dikarenakan keaktifan belajar siswa tidak sepenuhnya dapat dicapai sesuai dengan indikator belajar. Hal ini diakibatkan karena adanya faktor kendala selama pembelajaran daring dilaksanakan, seperti kurangnya alat peraga dan terbatasnya akses internet.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEAKTIFAN KADER POSYANDU DI DESA PAHLAWAN SETIA KECEMATAN TARUMAJAYA KABUPATAN BEKASI Dortea Lewen; Siti Astuti; Emil
Jurnal Nurse Vol. 3 No. 1 (2020): Januari : Jurnal Nurse
Publisher : STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1262.63 KB) | DOI: 10.57213/nurse.v3i1.48

Abstract

The high AKI (Maternal Mortality Rate) and IMR (Infant Mortality Rate) respectively 228/100,000 live births and 34/1,000 live births in Indonesia encourage several health services, especially posyandu services and puskesmas to be active in carrying out activities that reduce the MMR and IMR values. Posyandu is a service in the working area of ​​the Puskesmas. The existence of Posyandu is driven by the activeness of Posyandu cadres in optimizing their participation in improving health efforts in Indonesia. Cadres in the implementation of posyandu are the central point of activities in posyandu. Its participation and activity is expected to be able to mobilize community participation. The activity of cadres in Pahlawan Setia Village still does not meet the minimum requirements, where 9.8% of cadres do not carry out posyandu activities for various reasons. This study aims to determine the factors associated with the level of activeness of cadres in the implementation of posyandu activities. The factors are age, level of education, level of knowledge, years of being a cadre, history of coaching and training, and family support. The statistical test of this study was chi-square and used a total sampling of 58 respondents. The results of this study indicate that there is a relationship between age and the activity of posyandu cadres (p-value = 0.023); there is a relationship between the education level of cadres and the activeness of posyandu cadres (p-value = 0.000); there is a relationship between the knowledge level of cadres and the activeness of posyandu cadres (p-value = 0.000); there is a relationship between the length of time being a cadre and the activity of posyandu cadres (p-value = 0.000); there is a relationship between the history of coaching and training of cadres with the activeness of posyandu cadres (p-value = 0.000); and there is a relationship between family support and the activity of posyandu cadres (p-value = 0.000). The results of this study can provide suggestions and input to posyandu services where the factors related to the activity of cadres.
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Motivasi Petani Padi Dalam Penggunaan Agensia Pengendali Hayati Budianto, Taufik; Ismarlin, Ina Fitria; Astuti, Siti
Jurnal Pertanian Khairun Vol 4, No 1: (Juni, 2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpk.v4i1.10144

Abstract

The use of biological control agents (BCA) in rice cultivation is an environmentally friendly alternative strategy for pest control, yet its adoption rate among farmers remains low. This study aims to assess the level of farmer motivation in using BCA and to analyze the influencing factors. The research was conducted in Temuwuh Village, Dlingo Subdistrict, Bantul Regency, using a quantitative approach through a survey method involving 80 rice farmers selected via proportional random sampling. Data were analyzed using multiple linear regression. The results indicate that the role of agricultural extension workers and farmer groups has a significant effect on farmers' motivation, whereas non-formal education, farming experience, land area, and government support do not show significant influence. The adjusted R square value of 0.436 indicates that 43.6% of the variation in farmers’ motivation is explained by the variables in the model. These findings highlight the importance of institutional approaches, particularly through the role of extension workers and farmer groups, in shaping farmers’ motivation to adopt biological control agents. It is recommended that agricultural assistance programs enhance the function of farmer groups and the field presence of extension workers to increase the adoption of environmentally friendly agricultural technologies.
Pengaruh Lama Waktu Penggunaan Alat Pembersih Terhadap Kemurnian Benih Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata) Hayati, Berlina Nur; Wijayanto, Budi; astuti, siti
Rona Teknik Pertanian Vol 17, No 2 (2024): Volume No. 17, No. 2, Oktober 2024
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v17i2.33730

Abstract

Abstrak.Penggunaan alat pembersih tentunya memiliki kecepatan pembersihan yang lebih cepat dibandingkan dengan cara manual menggunakan tampi. Namun penggunaan alat pembersih terbukti masih menyisakan kotoran yang tidak seharusnya tercampur lagi dengan benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penggunaan alat pembersih terhadap kemurnian benih jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2023 di UD Agro Nusantara Prima, Sewon, Kabupaten Bantul dan Laboratorium Teknologi Benih Kampus Polbangtan Jurusan Pertanian, Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan menggunakan faktor frekuensi pembersihan yaitu frekuensi pembersihan menggunakan tampi, frekuensi pembersihan menggunakan alat sebanyak satu kali, dua kali, tiga kali, empat kali, dan lima kali. Hasil penelitian dianalisis menggunakan pengujian sidik ragam ANOVA dengan taraf 1% dan 5% dan apabila terdapat pengaruh nyata maka dapat dilanjutkan menggunakan uji lanjut BNT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu hasil kerja pembersihan benih menggunakan alat sebesar 99,64% berbeda nyata dengan efisiensi pembersihan menggunakan tampi sebesar 97,67%. Frekuensi pembersihan dengan alat sebanyak satu kali merupakan perlakuan terbaik untuk menghasilkan benih murni sebesar 99,48%.The Effect Of Length Time Cleaning Tools Usage On The Pure Of Sweet Corn(Zea mays L. Saccharata) SeedsAbstract.The use of cleaning tools certainly has a faster cleaning speed compared to the manual method using tampi. However, the use of cleaning tools is proven to still leave dirt that should not be mixed again with seeds. This study aims to determine the effect of the time of using cleaning tools on the purity of sweet corn seeds. This research was conducted in March 2023 at UD Agro Nusantara Prima, Sewon, Bantul Regency and Seed Technology Laboratory of Polbangtan Campus, Yogyakarta. This research was conducted with a Non-Factorial Completely Randomized Design (CRD) using the cleaning frequency factor, namely the frequency of cleaning using tampi, the frequency of cleaning using tools once, twice, three times, four times, and five times. The results of the study were analyzed using ANOVA variance testing at the 1% and 5% levels and if there is a real effect, further test can be carried out of using the BNT with a level of 5%. The results showed that the working time of seed cleaning using a tool of 99.64% was significantly different from the efficiency of cleaning using tampi of 97.67%. The frequency of cleaning with the tool once is the best treatment to produce pure seeds of 99.48%.
Studi Komparasi Pasca Panen Kapulaga (Amomum cardamomum): Desain dan Penerapan SOP, Kualitas Fisik dan Ekonomi Simplisia Kapulaga Budiyatul Aliyah; Endah Puspitojati; Siti Astuti
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.558

Abstract

Standard Operating Procedures (SOP) pasca panen kapulaga ialah panduan/acuan tertulis yang berisikan rangkaian kegiatan pengelolaan hasil panen kapulaga menjadi bentuk simplisia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah membuat desain Standard Operating Procedures (SOP) pasca panen kapulaga, mengetahui perbedaan kegiatan pasca panen, kualitas, dan nilai tambah ekonomi simplisia kapulaga yang menerapkan dan tidak menerapkan SOP pasca panen. Penelitian ini dilaksanakan di P4S Menoreh Herbal Magelang dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif (mixed methods). Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain SOP pasca panen kapulaga dibuat menggunakan metode plan, do, check, dan action (PDCA). Terdapat perbedaan kegiatan pasca panen kapulaga yang menerapkan dan tidak menerapkan SOP pasca panen yaitu pada tahap pencucian dan penirisan, pengeringan, penyortiran dan penimbangan akhir, serta pengemasan dan pelabelan. Kualitas simplisia kapulaga yang menerapkan dan tidak menerapkan SOP pasca panen berbeda signifikan secara organoleptik (warna, bau, rasa, dan tekstur). Simplisia kapulaga yang menerapkan SOP pasca panen berwarna putih, berbau khas menyengat kapulaga, dan memiliki tekstur berkerut sesuai standar kapulaga yang baik. Sedangkan simplisia kapulaga yang tidak menerapkan SOP berwarna kecoklatan dan berbau segar kurang menyengat. Kualitas organoleptik simplisia kapulaga yang menerapkan SOP pasca panen lebih tinggi dibandingkan simplisia kapulaga yang tidak menerapkan SOP pasca panen. Kadar air simplisia kapulaga menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara simplisia kapulaga yang menerapkan dan tidak menerapkan SOP pasca panen. Simplisia kapulaga yang menerapkan SOP pasca panen memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak menerapkan SOP pasca panen.
Pengaruh Jenis dan Konsentrasi ZPT terhadap Keberhasilan Sambung Pucuk Alpukat (Persea americana) Amanda, Muchairi; Suharno, Suharno; Astuti, Siti
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 31 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v31i1.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jenis dan konsentrasi zat pengatur tumbuh (ZPT) terhadap keberhasilan teknik sambung pucuk pada tanaman alpukat. Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor, faktor pertama yaitu jenis ZPT terdiri dari A0 (kontrol), A1 (ZPT sintetik), dan A2 (ZPT alami). Faktor kedua (konsentrasi ZPT) terdiri dari B1 (50 ppm), B2 (100 ppm), dan B3 (150 ppm), dengan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati yaitu tingkat keberhasilan sambung pucuk, waktu muncul tunas, panjang tunas, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi signifikan antara jenis ZPT dan konsentrasi yang diberikan pada jumlah daun pada sambung pucuk alpukat. Demikian pula pada respon panjang tunas, tidak ada interaksi signifikan antara faktor jenis ZPT (A) dan konsentrasi (B) terhadap variabel respon panjang tunas. Rerata pemberian ZPT sintetik dan alami pada sambung pucuk menunjukan berpengaruh nyata. ZPT sintetik menunjukkan panjang tunas lebih tinggi daripada pemberian ZPT alami masing-masing memiliki rerata panjang tunas 44,35 mm dan 41,49 mm bahwa penggunaan ZPT sintetik pada konsentrasi 100 ppm memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan keberhasilan sambung pucuk tanaman alpukat. Penelitian ini menunjukkan bahwa jenis dan konsentrasi ZPT secara signifikan mempengaruhi keberhasilan sambung pucuk. Kombinasi perlakuan ini memberikan pengaruh positif terhadap persentase keberhasilan, waktu muncul tunas, panjang tunas, dan jumlah daun
Pengembangan Produk Minuman Marqualoe (Markisa Lidah Buaya) Instan (Studi Kasus di KWT Mekar Sari Temanggung) Anggraeni, Rizky Dyah; Ayuni, Nur Rohmah Lufti; Astuti, Siti
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 32 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v32i2.287

Abstract

The Marqualoe product (passion fruit aloe vera) is a ready-to-drink product produced by KWT Mekar Sari. It has a disadvantage of relatively short shelf life, innovation was carried out to developed the product into instant Marqualoe with extended shelf life. The research aims to determine the best formulation of instant Marqualoe products based on organoleptic testing, identify the most preferred packaging attribute combination of instant Marqualoe products based on conjoint analysis., and determine the selling price of the instant Marqualoe product. This research was conducted at KWT Mekar Sari carried out from December 2023 to May 2024. The research used organoleptic test methods, conjoint analysis, and cost-plus pricing with a full costing approach. The obtained data was processed using Microsoft Excel and SPSS 26 analysis tools. The results showed that selected instant Marqualoe formulation was formulation 1 (500 g of aloe vera, 1000 g of sugar, 250 ml of passion fruit juice with a preference percentage of 87%. The combination of product packaging attributes that consumers like most is standing pouch flat bottom packaging, aluminum foil material, packaging label 2, and a net weight of 125 grams. The selling price of this product is set at IDR 9.884,82.