Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA KEKUATAN RANGKA MESIN PENCACAH KAPASITAS 100 KG / JAM MENGGUNAKAN MENGGUNAKAN ELEMEN HINGGA Dony Dwi Irawan; Nis Ramadaniati; Oki Isya Mahendra; Rafli Rizaldi; Rendi Ardhana Yudhistira
Strength : Jurnal Penelitian Teknik Mesin Vol. 1 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Pamulang Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi itu tak lepas dari dukungan khususnya dunia industri manufaktur. Rangka berfungsi sebagai dudukan dari suatu alat. Agar rangka aman untuk digunakan harus dilakukan suatu perhitungan terhadap beban yang akan dikenakan ke rangka. Perencanaan mesin pencacah sampah berkapasitas 100 kg/jam, melakukan desain mesin pencacah, perancangan komponen-komponen mesin pencacah sampah, pengujian mesin pencacah sesuai dengan kuantitas yang ditentukan, pengumpulan dan pengolahan data, serta melakukan evaluasi terhadap hasil rancangan alat pencacah sampah rumah tangga. Rangka dianalisis menggunakan stress analysis pada solidworks dengan gaya tekan kebawah yang dipakai, ada dua analisis yang dilakukan. Design rangka dengan material Alloy Steel sangat aman untuk menopang beban statis, hal ini dikarenakan nilai dari safety factor adalah 69 untuk pembebanan terberat 60 Kg. Nilai tersebut tidak kurang dari 1. Analisis rangka pada mesin pencacah sampah menggunakan software solidworks 2017 mendapatkan nilai maksimal von mises stress dengan asumsi nilai beban 60 N adalah 8,979 Mpa. Nilai tersebut tidak melebihi dari yield strength. Kata kunci : Mesin Pencacah Sampah , Rangka, Pembebanan
PELATIHAN PERAWATAN POMPA IRIGASI UNTUK KEBUTUHAN PERTANIAN DI KAMPUNG PASIRDANGDOR DESA SAMBILAWANG KEC. WARINGIN KURUNG KAB. SERANG Munzir Qadri; Joni Arif; Rendi Ardhana Yudhistira; Dito Refantino Ikhsan Simanjuntak
Tensile : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Teknik Mesin ,Universitas Pamulang Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/tensile.v4i1.55731

Abstract

Air merupakan sumber daya vital yang menentukan keberhasilan pertanian, terutama di Indonesia yang mayoritas penduduknya bergantung pada sektor agraris. Salah satu strategi pemenuhan kebutuhan air pada lahan pertanian adalah melalui penggunaan pompa irigasi. Namun, pemanfaatan pompa irigasi sering terkendala oleh kurangnya pengetahuan petani terkait perawatan dan pemeliharaan, sehingga menimbulkan kerusakan dini, inefisiensi bahan bakar, serta tingginya biaya perbaikan. Artikel ini menyajikan program pengabdian masyarakat berbasis pelatihan teknis perawatan pompa irigasi dengan pendekatan partisipatif.Tinjauan pustaka menekankan pentingnya irigasi dalam meningkatkan intensitas tanam, jenis-jenis pompa yang umum digunakan (sentrifugal, piston, submersible), serta konsep preventive maintenance sebagai strategi pencegahan kerusakan. Studi-studi terdahulu menunjukkan bahwa perawatan terjadwal dapat meningkatkan efisiensi penggunaan energi hingga 20% dan menurunkan biaya perbaikan sebesar 30%.Metode pelaksanaan kegiatan dirancang secara bertahap, dimulai dari persiapan, sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan, hingga evaluasi. Pelatihan dilaksanakan dalam bentuk ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi, dan praktik lapangan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga menguasai keterampilan teknis. Partisipasi masyarakat diwujudkan melalui penyediaan lokasi, penyediaan unit pompa untuk praktik, serta penunjukan kader teknisi desa sebagai peserta inti. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, dan observasi kondisi pompa untuk mengukur efektivitas program.Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya kapasitas teknis petani dalam melakukan perawatan mandiri, efisiensi biaya operasional, serta terbentuknya kader teknisi desa yang berperan dalam keberlanjutan program. Dengan demikian, pelatihan perawatan pompa irigasi tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mendukung pemberdayaan masyarakat desa melalui peningkatan kemandirian dan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya.