Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

LESBUMI PCNU PEMALANG: KADERISASI DAN SINERGITAS DAKWAH DENGAN KESENIAN Fauzi Putra, M. SYifahuddin; Fatkhullah, Imam; Azzaini, Musta'in; Pramanabakti, Wirayudha
AL-MUNAZZAM : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Manajemen Dakwah Vol 3 No 1 (2023): AL-MUNAZZAM : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Manajemen Dakwah
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/munazzam.v1i1.8525

Abstract

Lesbumi memiliki peran strategis dalam upaya mewadahi seniman dan budayawan yang berperan aktif dalam mewujudkan eksistensi keberagaman agama dan mendakwahkan Islam dalam seni budaya sesuai kearifan lokal. Didalam organisasi Lesbumi pembaharuan sangatlah diperlukan karena agar memiliki keberlanjutan bagi kadernya, eksistensi organisasi, dan keberlangsungan organisasi. Lesbumi juga memiliki sinergitas dengan PSNU Pagar Nusa yang memiliki tugas dalam mengembangkan dan melestarikan kesenian dan kebudayan pencak silat dangan kearifan lokal. Metode yang digunakan dalam pembuatan penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pengumpulan datanya menggunakan wawancara pada pengurus lembaga dan organisasi terkait, serta studi dokumentasi dari penelitian serta sumber bacaan yang berkaitan. kemudian didapatkan beberapa hasil diantaranya yaitu kaderisasi Lesbumi Pemalang dan sinergitas Lesbumi dengan PSNU Pagar Nusa.
METODE DAKWAH BERBASIS SANAD: STUDI TRADISI PENGAJARAN DAN KETELADANAN K.H. MUHAMMAD ARWANI AMIN SA’ID KUDUS Fatkhullah, Imam; Mahendra, Yuzril; Firdaus, Muhammad
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i2.4508

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh melemahnya otoritas moral dan spiritual dalam dakwah Islam modern yang cenderung pragmatis dan retoris. Kajian ini bertujuan menganalisis metode dakwah berbasis sanad yang dipraktikkan K.H. Muhammad Arwani Amin Sa’id di Pesantren Yanbu‘ul Qur’an Kudus sebagai model dakwah yang menekankan kesinambungan antara ilmu (‘ilm), adab, dan amal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) melalui telaah terhadap karya, biografi, dan literatur tentang tradisi pengajaran Arwani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanad dalam dakwah Arwani berfungsi sebagai sistem transmisi nilai yang menyatukan dimensi keilmuan, moral, dan spiritual melalui praktik talaqqi, mushafahah, dan keteladanan (uswah hasanah). Pendekatan ini membentuk integrasi antara sanad al-‘ilm, sanad al-adab, dan sanad al-amal yang menghasilkan dakwah bil hal yang otentik dan transformatif. Simpulan penelitian menegaskan bahwa metode dakwah berbasis sanad relevan sebagai paradigma dakwah kontemporer yang berakar pada tradisi dan berorientasi pada pembentukan karakter. Implikasinya, model ini dapat direaktualisasi dalam pendidikan dan dakwah digital untuk memperkuat otoritas keilmuan, etika, serta moderasi keulamaan di era modern.
INTEGRASI MAQASHID SYARIAH DAN SGDS DALAM MODEL PEMBIAYAAN MIKRO SYARIAH KONTEMPORER fatkhullah, imam; zen, muhammad
JSE: Jurnal Sharia Economica Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/jse.v5i1.2912

Abstract

This study aims to analyze the relevance of maqasid al-shariah in microfinance through a comparative dialogue between classical fiqh and the practices of contemporary Islamic Microfinance Institutions (IMFIs). Using a qualitative descriptive-comparative approach based on library research, the study examines classical sources such as al-Ghazali, al-Syatibi, and Ibn ‘Ashur, alongside modern literature on Islamic microfinance. The findings reveal that classical fiqh emphasizes normative protection of the five essential dimensions of maqasid through simple contracts such as qardh, mudharabah, and musyarakah. In contrast, contemporary IMFIs apply maqasid in a more practical manner, focusing on financial inclusion, economic empowerment, and sustainable development. The study also identifies challenges in consistent implementation due to limited resources and market competition, yet highlights opportunities through innovative Islamic financial instruments and the legitimacy of DSN-MUI fatwas. Thus, maqasid al-shariah can be viewed as a dynamic framework that balances shariah compliance with socio-economic welfare, positioning IMFIs as agents of just, inclusive, and sustainable transformation.