Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Quality Bonding of Sembilang Bamboo (Dendrocalamus giganteus Munro) Using Isocyanate Adhesive Ajeng Rahmawati; Ina Lidiawati; Meiganati, Kustin Bintani; Ignasia Maria Sulastiningsih
Sains Natural: Journal of Biology and Chemistry Vol. 15 No. 3 (2025): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jsn.v15i3.901

Abstract

The increasing demand for wood-based products is not balanced by a sufficient timber supply, creating a need for alternative materials such as bamboo. Dendrocalamus giganteus Munro (bamboo sembilang) is a promising substitute; However, its inherent limitations require modification, particularly through lamination technology. Adhesion plays a crucial role in this process as it strongly affects surface wettability and bonding strength.One important factor in the conversion of bamboo into laminated boards is the adhesion process, as it significantly affects the wettability properties and bond strength. This study aimed to evaluate the wettability characteristics of bamboo sembilang and its bonding strength with isocyanate adhesive, considering the effects of surface orientation, adhesive spread rate, and pressing time. Wettability was assessed using the contact angle method and the Corrected Water Absorption Height (TAAT), while bonding strength was tested under dry and wet conditions. Results showed an average contact angle of 33,40° on the inner surface and 35,14° on the outer surface of bamboo, with a TAAT value of 103.51 mm, indicating good wettability. The average dry bonding strength was 68.4 kg/cm², meeting the JPIC (2007).  These findings demonstrate that bamboo sembilang has strong potential as a raw material for laminated boards with reliable bonding performance when using isocyanate adhesive.
IMPLEMENTASI GREEN BANKING PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA: TANTANGAN DAN STRATEGI Nayla Fatiqatun Nilna; Ajeng Rahmawati; Destin Ilmala Putri; Vellhany Bunga Rahmadhani; Amalia Nuril Hidayati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/ks5ntz55

Abstract

Penerapan Green Banking pada Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia menjadi krusial seiring dengan meningkatnya urgensi lingkungan global. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana implementasi Green Banking pada BUS, mengidentifikasi peluang dan hambatan penerapannya, serta merumuskan strategi yang diperlukan untuk mendorong transformasi sistem keuangan yang lebih berkelanjutan. Secara filosofis, praktik ini sejalan dengan nilai-nilai Maqāṣid al-Syarī‘ah khususnya ḥifẓ al-bī’ah  yang menuntut BUS tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada kemaslahatan sosial dan ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Green Banking didukung oleh kerangka kebijakan seperti Roadmap  Keuangan Berkelanjutan OJK dan Green Taxonomy Indonesia , yang diwujudkan melalui efisiensi operasional dan pembiayaan proyek ramah lingkungan. Namun, penerapannya terhambat oleh ketiadaan regulasi yang tegas dan wajib, rendahnya literasi keuangan hijau, serta keterbatasan SDM dan infrastruktur teknologi. Oleh karena itu, strategi penguatan yang diusulkan meliputi pengintegrasian Green Banking ke dalam visi bank, pengembangan produk hijau, dan peningkatan kolaborasi, dengan harapan Green Banking dapat menjadi pilar utama dalam transisi menuju ekonomi hijau nasional yang selaras antara profit, masyarakat, dan kelestarian lingkungan.