Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

URGENSI PARTISIPASI PEMILIH GENERASI Y DAN Z PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI PROVINSI RIAU Jupendri
Kasta: Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2021): DESEMBER
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.007 KB) | DOI: 10.58218/kasta.v1i1.77

Abstract

Kondisi politik Indonesia saat ini tengah berjalan ke arah yang lebih baik, kondusif dan damai. Hal ini menjadi pertanda baik untuk berjalannya roda pembangunan di Indonesia. Preferensi politik, utamanya di kalangan pemilih muda, erat kaitannya dengan kesadaran (rasionalitas) yang terbentuk dari akumulasi pengetahuan dan pengalaman mereka terhadap isu-isu politik secara umum dan pengaruh lingkungan sekitar terutama keluarga. Pemilih muda dapat disebut sebagai pemilih yang terkategorisasi menurut rentang usia sekitar 17-38 Tahun (atau dibawah usia 17 Tahun tapi sudah atau pernah menikah), di dalamnya ada yang digolongkan sebagai pemilih pemula, yakni mereka yang baru pertama kali mengikuti Pemilu/Pemilihan. Generasi muda (Z dan Y) sudah dipastikan akan menjadi generasi penerus dan menggantikan generasi yang saat ini ada. Generasi muda tentu memiliki peran besar dalam proses pembangunan. Karena dalam membangun sebuah daerah pada prinsipnya sangat diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga pembangunan dapat tercapai dalam segala sektor. Para generasi muda sangat penting dalam kehidupan demokrasi terlebih pada pelaksanaan Pilkada di Provinsi Riau. Disitulah letak urgensi pemilih muda dalam partisipasi politik yakni membangun preferensi politik yang didasari oleh keyakinan yang kuat atas dasar pemahaman pengetahuan yang luas atas segala persoalan dan perkembangan situasi baik di masa lalu, kini dan masa depan, yang kemudian di wujudkan dalam tindakan politik yang rasional dan tepat.
The Role of Political Communicators in Increasing Voter Participation in Pekanbaru City 2024 Jupendri; Nurrahmi; Saidul Amin
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v11i1.6098

Abstract

This study to look how political communicators actually help raise voter turnout in the 2024 Pekanbaru regional election. Even tho direct elections already running for long time and info access is quite ok, the turnout still stuck low at 45.87%. Using qualitative approach inside a constructivist view, this research explore the roles of mayor candidates, political parties, the Election Commission KPU, and also voters in the whole communication process. The findings show that candidate pairs shape their messages and personal branding based on what they think community need, then share it through media they feel is more effective. Political parties give support by pushing the candidate image through community programs. KPU do outreach and voter education that try to suit voter characteristics. Voter turnout is influenced by various factors, including candidate personality, competence, vision and mission, program proposals, party support, past credibility, money politics, and the accessibility of polling stations. In general, turnout increases when political messages are delivered through appropriate media and supported by effective outreach from the Election Commission (KPU). These findings become a base for making better political communication strategy so public participation in regional elections can increase.