Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Jual Beli Online Terhadap Pedagang Kaki Lima di Pasar Tradisional Ciputat Tangerang Selatan Zainal Arifin, Zaki; Turkamun; Hasanah Thorik, Sylvia
Jurnal Sekretari Universitas Pamulang Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL SEKRETARI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sekretarisskr.v12i1.47503

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar baik dari segi produksi maupun dari segi pemasaran dan dari segi pasar konsumenpun juga berubah. Produsen selalu dituntut untuk berinovasi mengikuti tends pasar yang menjadi kesukaan konsumen. Dari segi pemasaran produk yang tadinya dilakukan dengan cara beriklan di televisi atau media cetak dengan biaya mahal sekarang pemasaran produk cukup melalui media internet atau menggunakan media sosial dengan biaya murah dan cepat. Dari segi pasar konsumenpun berubah yang tadinya belanja kita harus datang ke pasar atau toko-toko swalayan sekarang konsumen cukup dengan gedgetnya pilih situs-situs Online, pesan barang yang kita inginkan akan cepat kita dapatkan. Bisnis Online berkembang sangat pesat tanpa mengenal batas waktu dan tempat, jual beli melalui internet sebagai media penghubung dan website sebagai katalog pemasaran lebih praktis dan efisien karena tidak mengharuskan pertemuan langsung antara penjual dengan pembeli, bahkan bisnis Online jangkauannya lebih luas bisa mencapai seluruh dunia, itulah yang membuat bisnis Online sangat diminati banyak orang, dilihat dari segi pelayanan, efektifitas, keamanan dan popularitas. Dengan adanya internet sebuah paradigma baru lahir dunia disibukkan oleh pengguna internet terutama oleh pelaku bisnis hal ini akan berdampak keuntungan bagi pelaku e-commerce dan e-bussines. Pengetahuan teknologi internet sangat berpengaruh terhadap asing yang diharapkan pengguna dalam bertransaksi melalui website, hasil yang diharapkan outcom expectation dapat memperkirakan sebuah tingkah laku yang akan menghasilkan sesuatu.
The Construction of Legitimacy through Illocutionary Speech Acts in the Indonesian President’s Address at the 2026 World Economic Forum Yasir Mubarok; Sugiyo; Zainal Arifin, Zaki
Buletin Al-Turas Vol. 32 No. 1 (2026): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab and Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v32i1.50383

Abstract

Purpose This study aimed to reveal the types and distribution of illocutionary speech acts and their role in building the legitimacy of Indonesian leadership and economic policies in the speech of the RI President at the World Economic Forum (WEF) Davos 2026 entitled President Prabowo's Concept of Economic Thought Method This research employed a qualitative approach using a descriptive-analytical design. The data were obtained from the official video recording of the speech observed and transcribed verbatim. The analysis combined Searle’s (1979) theory of illocutionary speech acts and van Leeuwen’s (2007) legitimacy framework.     Results/findings The study found 272 illocutionary speech acts to express different purposes, namely representatives used to convey facts and claims of success, commissive used to show promises or commitments, expressive functioned to express appreciation or pride, directives used to invite or encourage the audience. The legitimacy pattern in this speech used strategies according to van Leeuwen (2007), especially rationalization, moral evaluation, and authorization, as well as a little mythopoesis. Conclusion                 The study concluded that the WEF Davos 2026 speech operates as a strategic diplomatic instrument that conveys information, constructs legitimacy, and reinforces Indonesia’s position in global political-economic communication. It recommends further research on international political speeches to deepen understanding of how speech acts and legitimacy strategies shape global diplomatic narratives.