Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN PERMAINAN TRADISIONAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI DI RA MADIGONDO TAKERAN MAGETAN Rulik Endarwati; Ulil Abshor
ADIBA : JOURNAL OF EDUCATION Vol. 4 No. 4 (2024): OKTOBER
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English Character formation in early childhood at RA Madigondo, Takeran, Magetan, is significantly supported by traditional games such as gobak sodor, congklak, and engklek. These games serve not only as entertainment but also as learning tools rich in moral and social values. This study employs a descriptive qualitative approach, utilizing observation, interviews, and documentation as data collection instruments. The findings reveal that traditional games foster character values such as honesty, cooperation, responsibility, sportsmanship, and independence. The interactive learning process through games also reflects the dimensions of the Pancasila Student Profile, including critical thinking, collaboration, and global diversity. Moreover, traditional games embody elements of local wisdom that are relevant to building children's identity and cultural character from an early age. Thus, the integration of traditional games into early childhood education proves to be effective in character development and in preserving national culture.
Analisis Semiotik dan Edukatif Drama Aḥlā Kalām Madīnat al-Qawāʿid sebagai Strategi Pembelajaran Tata Bahasa Arab yang Interaktif Ulil Abshor, ulil abshor; rulik endarwati
Al-Katib: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 2 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Arabic Language and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65095/al-katib.v2i2.269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi dan dialog dalam drama edukatif berbahasa Arab Aḥlā Kalām: Madīnat al-Qawāʿid sebagai media pembelajaran kaidah nahwu secara kontekstual. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode analisis naratif dan semiotik, data diperoleh dari transkrip adegan drama untuk mengidentifikasi unsur intrinsik dan penggunaan kaidah nahwu dalam dialog antar tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa drama ini memadukan unsur komedi, melodrama, dan edukasi secara seimbang, sehingga menjadikan pembelajaran tata bahasa Arab lebih komunikatif, menyenangkan, dan aplikatif. Adegan-adegan simbolik, seperti dialog tentang perubahan bentuk i‘rāb kata “ra’s” dalam konteks makan ikan, memberikan ilustrasi nyata tentang variasi sintaksis berdasarkan konteks. Selain itu, tokoh filosofis seperti Ḥayy ibn Yaqẓān digunakan sebagai representasi pencari makna, yang memperkaya dimensi reflektif dan eksistensial dalam pembelajaran bahasa. Drama ini juga menyisipkan nilai-nilai sejarah dan moral Islam, menjadikannya media multikode yang efektif untuk mengembangkan kompetensi linguistik, afektif, dan intelektual peserta didik. Dengan demikian, Aḥlā Kalām: Madīnat al-Qawāʿid layak diintegrasikan sebagai sumber belajar nahwu yang kontekstual dan relevan dalam kurikulum pembelajaran bahasa Arab.