Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi dan dialog dalam drama edukatif berbahasa Arab Aḥlā Kalām: Madīnat al-Qawāʿid sebagai media pembelajaran kaidah nahwu secara kontekstual. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode analisis naratif dan semiotik, data diperoleh dari transkrip adegan drama untuk mengidentifikasi unsur intrinsik dan penggunaan kaidah nahwu dalam dialog antar tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa drama ini memadukan unsur komedi, melodrama, dan edukasi secara seimbang, sehingga menjadikan pembelajaran tata bahasa Arab lebih komunikatif, menyenangkan, dan aplikatif. Adegan-adegan simbolik, seperti dialog tentang perubahan bentuk i‘rāb kata “ra’s” dalam konteks makan ikan, memberikan ilustrasi nyata tentang variasi sintaksis berdasarkan konteks. Selain itu, tokoh filosofis seperti Ḥayy ibn Yaqẓān digunakan sebagai representasi pencari makna, yang memperkaya dimensi reflektif dan eksistensial dalam pembelajaran bahasa. Drama ini juga menyisipkan nilai-nilai sejarah dan moral Islam, menjadikannya media multikode yang efektif untuk mengembangkan kompetensi linguistik, afektif, dan intelektual peserta didik. Dengan demikian, Aḥlā Kalām: Madīnat al-Qawāʿid layak diintegrasikan sebagai sumber belajar nahwu yang kontekstual dan relevan dalam kurikulum pembelajaran bahasa Arab.
Copyrights © 2025