Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi Metabolit Sekunder Tanaman Syzygium sp. Terhadap LOX-1 Sebagai Target Terapi Penyakit Aterosklerosis: Studi In Silico Raizma, Elda Zaelita Nurul; Sopian, Devia Angelina; Alifianto, Handika Maulana; Eshananda, Yuriza; Simanjuntak, Sorta Basar Ida
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i1.14817

Abstract

Atherosclerosis is a cardiovascular disease characterized by the accumulation of oxidized lipoproteins in the arterial wall, which is triggered by LOX-1 receptor activation. The members of Syzygium genus contains secondary metabolites with antioxidant and anti-inflammatory activities that have the potential to inhibit LOX-1. This study aims to evaluate the interaction of compounds from Syzygium cumini, Syzygium aromaticum, Syzygium malaccense, and Syzygium jambos against LOX-1 using in silico method. Analysis was conducted through molecular docking, pharmacophore selection based on hydrophobic and hydrogen bond interaction criteria, and validation using Root Mean Square Deviation (RMSD ≤ 3 Å) values. The research results showed that gallic acid has the highest affinity (-4.1 kcal/mol), followed by linalool (-3.8 kcal/mol), kaempferol (-3.4 kcal/mol), oxalic acid (-3.4 kcal/mol), quercetin (-2.2 kcal/mol), and myricetin (-1.4 kcal/mol). The compounds with the highest affinity interacted with key LOX-1 residues, suggesting potential inhibition of the receptor. In conclusion, gallic acid is the most potent LOX-1 inhibitor candidate based on its stable interaction and highest affinity value. Further studies are needed to confirm its biological activity through in vitro and in vivo approaches.
Program Buat Sendiri Larvasida Alami (BASMI) Sebagai Upaya Pencegahan DBD di Desa Weton Kulon Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen Pauzi, Rizqi Yanuar; Firdaus, Pelangi; Rahmah, Anggita Fauziah; Daniswara, Naura; Ali, Ahmad; Raizma, Elda Zaelita Nurul; Brillyantama, Misbah Candra; Nurjanah, Puput Dwi; Puspasari, Wuri; Nurhafifah, Yuliana; Putri, Zirlyfera
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2026): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2026.3.2.17350

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kebumen. Desa Weton Kulon berhasil mempertahankan status zero DBD, namun masih ditemukan jentik nyamuk di beberapa rumah warga. Program BASMI (Buat Sendiri Larvasida Alami) dilaksanakan oleh Tim KKN Unsoed Desa Weton Kulon untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan DBD. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab, dengan pre-test dan post-test sebagai evaluasi. Larvasida dibuat dari bahan alami seperti daun jeruk, kemangi, dan serai. Kegiatan diikuti 40 peserta, menunjukkan interaksi aktif dan antusiasme tinggi. Hasil nilai pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 8% dari 79,48% (pre-test) menjadi 87,48% (post-test). Program ini efektif untuk meningkatkan pemahaman terkait praktik PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan bebas jentik nyamuk.