Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Tarian Sumatera Utara Peran Tari Batak Toba Dalam Ritual Upacara Budaya Adat Batak Toba: Tarian Batak Toba Agresianopela; Drs. Yoe Anto Ginting, MA
Jurnal Budaya Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL BUDAYA
Publisher : Department of Language and Literature, Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas peran tari Batak Toba dalam ritual upacara budaya adat Batak Toba. Tari Batak Toba merupakan salah satu elemen penting dalam budaya Batak Toba, yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam. Dalam upacara adat, tari Batak Toba sering digunakan sebagai sarana komunikasi dengan leluhur, serta sebagai media untuk menyampaikan doa dan harapan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka untuk mengungkap makna dan fungsi tari Batak Toba dalam konteks upacara adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Batak Toba memiliki peran yang signifikan dalam memperkuat identitas budaya dan solidaritas komunitas Batak Toba, serta berfungsi sebagai simbol penghormatan terhadap tradisi dan leluhur. Selain itu, tari ini juga berperan dalam proses pendidikan generasi muda tentang nilai-nilai budaya dan sejarah Batak Toba. Temuan ini menegaskan pentingnya pelestarian tari Batak Toba dalam menghadapi perubahan sosial dan budaya yang terjadi di masyarakat modern. Tari Batak Toba, atau tarian tradisional masyarakat Batak Toba, berperan penting dalam berbagai upacara dan ritual budaya tradisional. Tarian ini sangat terkait dengan tatanan keagamaan dan sosial masyarakat Batak Toba. Tari Batak Toba memegang tempat sentral dalam upacara adat Batak Toba, termasuk namun tidak terbatas pada pernikahan, pemakaman, dan acara budaya penting lainnya. Tarian ini bukan sekedar bentuk hiburan tetapi sangat simbolis dan membawa makna spiritual dan sosial dalam masyarakat.Pertunjukan Tari Batak Toba seringkali dilakukan dalam konteks keagamaan, yang mencerminkan keyakinan dan praktik spiritual masyarakat Batak Toba. Ini berfungsi sebagai sarana untuk berhubungan dengan warisan budaya mereka dan mengekspresikan nilai-nilai agama dan sosial mereka. Pelestarian Tari Batak Toba melalui penyertaannya dalam upacara adat berfungsi untuk memperkuat identitas budaya masyarakat Batak Toba. Hal ini juga menumbuhkan rasa persatuan dan kekeluargaan di antara anggota masyarakat, berkontribusi terhadap kohesi masyarakat secara keseluruhan.
The Meaning and Values Contained in the Traditional Music Performing Art of Gendang Guro-Guro Aron in Singa Village, Tiga Panah, Karo District Gulo, Hubari; Ginting, Yoe Anto; Naiborhu, Torang
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 2 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v2i12.7148

Abstract

The traditional musical performance art Gendang Guro-Guro Aron Aron is an important part of the culture and identity of the people of Singa Village, Tiga Panah District, Karo Regency. This research aims to explore the meaning an d values contained in the performing arts. The research method used is a qualitative method with an interactive model. Data collection using participant observation, interviews, and literature study to holistically understand the Guro-Guro Aron Gendang. The research results show that the Guro-Guro Aron Gendang is not only entertainment but also contains religious, historical, and social meanings. This traditional music is a medium for conveying moral messages and local wisdom values that have been passed down from generation to generation. This research provides a deeper understanding of the rich culture and values that live in the traditional musical performance art Gendang Guro-Guro Aron.
Cultural Values and Preservation Efforts of the Karo Ethnic Ndikkar Dance in Lingga Village, Simpang Empat District Ginting, Yoe Anto; Gulo, Hubari
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 2 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v2i12.7149

Abstract

The Ndikkar dance is a rich and valuable cultural heritage of the Karo tribe in Lingga Village, Simpang Empat District. This dance reflects deep cultural values and is an important part of the Karo ethnic identity. Social changes and the influence of modernization can threaten this dance's sustainability. This research aims to identify and analyze the cultural values of the Ndikkar dance and develop effective preservation strategies to maintain cultural continuity. The research method used is a qualitative method with an interactive model. Data collection using participant observation, interviews, and literature study to holistically understand the Ndikkar dance and its cultural context. The research results show that the Ndikkar dance contains various cultural values, including religious, social, and aesthetic values. There are various challenges, such as the changing values of the younger generation and a lack of institutional support, that could threaten the survival of this dance. Holistic conservation efforts involving community participation, strengthening cultural values in education, and collaboration between the government and the community are important keys to preserving the Ndikkar dance and Karo tribal culture as a whole.
Lobat Pakpak: Kajian Organologi, Ritual, dan Teknik Permainan Pasaribu, Andika pranata; Fadlin, Fadlin; Ginting, Yoe Anto
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v5i2.991

Abstract

This study explores the ritual of making and the playing techniques of the Lobat Pakpak in Sukaramai Village, Kerajaan District, Pakpak Bharat Regency. The background of the research lies in the significance of the Lobat, which functions not only as a musical instrument but also as a medium of spirituality and cultural identity for the Pakpak community. The objectives are to describe the ritual process of crafting the Lobat, explain its playing techniques, and analyze the musical structure of its repertoire. The fieldwork was conducted over a one-week period starting on June 12 until completion, involving six key informants, including instrument makers, traditional players, and cultural leaders. The data were collected through participant observation, in-depth interviews, audio-visual recordings, and musical transcription. A qualitative method with an ethnographic approach was applied. Dhavamony’s theory was employed to examine ritual aspects, Kashima Susumu’s theory for organological study, and Malm and Prier’s theories for musical analysis. The findings reveal that the making of the Lobat combines technical craftsmanship with sacred rituals, while its performance emphasizes breath control, simple fingering, and pentatonic melodic patterns. Thus, the Lobat represents an intangible cultural heritage reflecting spirituality, local wisdom, and the identity of the Pakpak people.
Tipologi Praktik Ermuro pada Masyarakat Karo : Dinamika Tradisi Lisan Agraris dan Modernisasi: Penelitian Yosua Saputra Ginting; Torang Naiborhu; Yoe Anto Ginting
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5960

Abstract

Modernisasi pertanian dan perubahan ekologi di lahan persawahan sering kali memicu pergeseran fungsi pada tradisi lisan agraris. Penelitian ini menelaah dinamika perubahan tradisi Ermuro (menjaga padi) pada masyarakat Karo yang kini mengalami divergensi praktik akibat desakan efisiensi dan teknologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan tipologi variasi pelaksanaan Ermuro sekaligus menganalisis transformasi nilai yang melatarbelakanginya. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus komparatif di Kabupaten Deli Serdang, penelitian ini mengidentifikasi empat tipologi praktik yang berbeda secara signifikan. Pertama, Tipologi Spiritual-Katarsis, di mana nyanyian dipertahankan sebagai mekanisme doa dan terapi psikologis oleh perempuan lansia. Kedua, Tipologi Pragmatis-Domestik, yang dijalankan oleh laki-laki dengan orientasi pada afirmasi peran pencari nafkah dan produktivitas hasil. Ketiga, Tipologi Reduksi Performatif, yang ditandai dengan hilangnya elemen estetika musikal dan hanya menyisakan teriakan fungsional. Keempat, Tipologi Substitusi Teknologi, yakni penggantian agensi vokal manusia dengan perangkat audio mekanis yang memicu alienasi budaya. Temuan ini menyimpulkan bahwa tradisi Ermuro sedang mengalami gradasi fungsi yang drastis, bergerak dari aktivitas kontemplatif yang intim menuju aktivitas teknis yang bersifat mekanis