Manaharawan Siregar, Syati
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi Manajemen Penggunaan Obat Generik Pada Siswa SMK Kesehatan Swasta Imelda Medan Shufyani, Fahma; Evalina Tarigan, Rida; Manaharawan Siregar, Syati
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i1.775

Abstract

Sediaan obat yang beredar di masyarakat tersedia dalam bentuk generik dan merek dagang (paten). Obat merek dagang adalah obat yang dipasarkan pertama kali oleh produsen yang menemukan senyawa aktif obat tersebut melalui proses riset. Obat-obat ini umumnya dilindungi oleh paten yang berkisar 20 tahun sejak senyawa obatnya ditemukan dan dipatenkan. Selama dalam perlindungan paten, obat jenis ini tidak boleh dibuat oleh produsen lain, kecuali ada perjanjian khusus. Obat tersebut relatif baru dan masih dalam masa paten, sehingga belum ada dalam bentuk generiknya dan yang beredar adalah merek dagang dari pemegang paten. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan Sosialisasi Manajemen Penggunaan Obat Generik Pada Siswa SMK Swasta Kesehatan Imelda Medan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memperkenalkan diri terlebih dahulu, menjelaskan tujuan dari manajemen penggunaan obat generik, memberikan infomasi, mengedukasi serta membagikan brosur tentang penggunaan obat generik dan memberikan tanya jawab setelah dilakukan sosialisasi tentang manajemen penggunaan obat generik. Sasaran pelaksanaan kegiatan adalah siswa dan siswi di SMK Swasta Kesehatan Imelda MedanĀ  sejumlah 39 orang. Kegiatan berlangsung lancar dan siswa memahami edukasi yang diberikan.
Edukasi Manajemen Penggunaan Tanaman Herbal Dari Manfaat Bunga Telang dan Kembang Sepatu Dalam Penyembuhan Luka Pada Siswa SMK PAB-3 Medan Estate Shufyani, Fahma; Manaharawan Siregar, Syati; Evalina Tarigan, Rida
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i2.962

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi siswa mengenai manajemen penggunaan tanaman herbal, khususnya bunga telang (Clitoria ternatea) dan kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), dalam penyembuhan luka. Bunga telang mengandung senyawa flavonoid, antosianin, dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan, anti-inflamasi, dan antibakteri. Sementara itu, kembang sepatu mengandung senyawa fenolik, flavonoid, dan asam organik yang memiliki efek anti-inflamasi dan mempercepat proses penyembuhan luka. Melalui program edukasi terstruktur, termasuk proyek sains, workshop, dan penggunaan media digital, siswa diharapkan dapat memahami dan mengaplikasikan manfaat tanaman herbal ini dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa dalam penggunaan tanaman herbal untuk pengobatan luka, serta kesadaran akan pentingnya penggunaan obat alami yang ekonomis dan aman. Edukasi ini juga memberdayakan siswa untuk memanfaatkan sumber daya alam sekitar, memperbaiki kualitas kesehatan, dan mengurangi ketergantungan pada obat kimia. Sasaran pelaksanaan kegiatan adalah siswa dan siswi di SMK Swasta Kesehatan Imelda MedanĀ  sejumlah 40 orang. Kegiatan berlangsung lancar dan siswa memahami edukasi yang diberikan.
Empowerment and Welfare of Bakaran Batu Village Families in Making Empon Menieer Mixture as Body Immunity to Improve the Community's Economy: Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Desa Bakaran Batu Dalam Pembuatan Racikan Empon Menieer Sebagai Imunitas Tubuh Untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Shufyani, Fahma; Fitri, Khairani; Manaharawan Siregar, Syati
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v5i1.1186

Abstract

Community service aims to increase economic income from Empon Menieer concoctions as health products, acquire new skills with high economic value in the market, and improve family welfare by developing additional businesses that can enhance body immunity. The benefits of Empon Menieer and its processing methods, along with skills in entrepreneurship and small business management, can be enhanced through training and mentoring. Herbal and traditional medicine practices, passed down through generations, are part of the parents' responsibility to preserve customs and traditions. The method involves preparing activities through coordination in the initial meeting, obtaining permission and support from the Head of the PKK (Family Welfare Movement), forming a team consisting of students, lecturers, and village community representatives, collecting materials for making Empon Menieer concoctions, and preparing visual aids for socialization. The community participants are divided into 3 groups, each consisting of 10 people, totaling 30 people for direct practice in making Empon Menieer with guidance from lecturers and students. The results of making the Empon Menieer concoctions can improve economic income as health products, provide new skills with high market value, and enhance family welfare by developing additional businesses that can boost immunity, thus maintaining the health of the village community. Participants also gain new knowledge about the benefits of Empon Menieer and its processing methods, and skills in entrepreneurship and small business management are improved through training and mentoring. The conclusions of the progress of the Community Service Program (PKM) include: the village PKK actively participates in forming the village PKK groups during the mentoring process of making Empon Menieer concoctions, enhancing the knowledge of the Bakaran Batu village community and students after attending the training.