Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kerja Calon Pelamar atau Pencari Kerja Di Kota Kupang Paineon, Marianus; Bribin Burin, Stefanie Noviega; Firmansyah, Mariano
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.11780

Abstract

Generasi Z saat ini memiliki preferensi yang berbeda dalam memotivasi diri untuk bekerja. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti perubahan zaman yang berkaitan dengan digitaslisasi atau teknologi. Untuk itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi kerja calon pelamar kerja di Kota Kupang. Faktor-faktor tersebut terdiri atas, e-rekruitmen, lingkungan kerja, kompensasi, flexibel work dan peluang pengembangan karir. Penelitian ini menggunakan alat analisis SEM PLS. Populasi dan sampel adalah mahasiswa/i tingkat akhir yang menjadi calon pelamar atau pencari kerja di Kota Kupang. Hasil penelitian ini menunjukkan bawah kompensasi dan peluang pengembangan karir berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi kerja calon pelamar, sedangkan e-rekruitmen, flexible work dan lingkungan kerja tidak berpengaruh terhadap motivasi kerja calon pelamar kerja di Kota Kupang.
Analisis Financial Distress Dengan Menggunakan Metode Altman Z-Score, Springate, Dan Zmijewski Untuk Memprediksi Kebangkrutan Paineon, Marianus; Seran, Paskalis; Mau, Ignatia Thomasita Bau
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1411

Abstract

Sektor ritel di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan finansial akibat perubahan pola konsumsi dan meningkatnya persaingan perdagangan digital, sehingga meningkatkan risiko financial distress pada perusahaan ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi kebangkrutan perusahaan sektor ritel menggunakan metode Altman Z-Score, Springate, dan Zmijewski serta membandingkan tingkat akurasi ketiga metode tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder laporan keuangan perusahaan sektor ritel periode 2022–2024 yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi. Analisis dilakukan dengan menghitung skor masing-masing model dan menguji tingkat akurasinya berdasarkan kesesuaian prediksi dengan kondisi aktual perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Altman Z-Score mengidentifikasi tujuh perusahaan berpotensi bangkrut, sedangkan metode Springate memprediksi seluruh perusahaan sampel berpotensi bangkrut. Metode Zmijewski memberikan hasil yang lebih bervariasi antara perusahaan sehat dan berpotensi bangkrut. Tingkat akurasi prediksi menunjukkan bahwa metode Zmijewski memiliki akurasi tertinggi sebesar 51,85%, diikuti Altman Z-Score sebesar 22,22%, sedangkan Springate sebesar 0%. Temuan ini menunjukkan bahwa model Zmijewski lebih relevan digunakan sebagai alat deteksi dini financial distress pada perusahaan sektor ritel di BEI serta dapat menjadi pertimbangan bagi investor dan manajemen dalam menilai kondisi keuangan perusahaan.   The Indonesian retail sector has faced financial pressure in recent years due to changing consumption patterns and increased digital trade competition, increasing the risk of financial distress for retail companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). This study aims to analyze the potential for bankruptcy of retail companies using the Altman Z-Score, Springate, and Zmijewski methods and compare the accuracy levels of the three methods. The study used a quantitative approach using secondary data from the financial statements of retail companies for the 2022–2024 period collected through documentation techniques. The analysis was conducted by calculating the score of each model and testing its accuracy level based on the suitability of the predictions to the company's actual condition. The results showed that the Altman Z-Score method identified seven companies with potential for bankruptcy, while the Springate method predicted that all sample companies had potential for bankruptcy. The Zmijewski method produced more varied results between healthy and potential companies. The prediction accuracy level showed that the Zmijewski method had the highest accuracy at 51.85%, followed by the Altman Z-Score at 22.22%, and Springate at 0%. These findings indicate that the Zmijewski model is more relevant to be used as an early detection tool for financial distress in retail sector companies on the IDX and can be a consideration for investors and management in assessing the company's financial condition.