Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Retorika Politik Dalam Debat Capres Dan Cawapres 2024 Febrianti, Amelia; Ramadhani, Syafitri; Octaviani, Marshanda Amelya; A, Yeni Rakhmawati; M P, Adinda Rusdianti; Sholihatin, Endang
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14854

Abstract

Retorika merupakan seni atau teknik penggunaan bahasa yang bertujuan untuk mempengaruhi pendengar atau masyarakat. Dalam konteks debat politik, retorika menjadi salah satu alat utama yang digunakan untuk menyampaikan visi, misi, dan argumen-argumen pendukung calon presiden dan calon wakil presiden. Penelitian ini bertujuan untuk 1). Untuk mengetahui retorika yang digunakan oleh ketiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dalam debat capres cawapres 2024, dan membandingkan dengan gaya komunikasi dan teknik retorika dalam memperoleh dukungan publik. 2). Untuk mengetahui dampak dari retorika yang digunakan ketiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 2024 terhadap persepsi publik dan preferensi audiens selama debat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan teknik pengambilan data berupa menyimak dan mencatat. Penelitian ini akan mengidentifikasi gaya komunikasi, argumentasi, dan teknik retorika yang digunakan oleh ketiga paslon dalam memperoleh dukungan publik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, 1). Retorika yang digunakan oleh Paslon pertama, yaitu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, memiliki retorika yang fokus pada perubahan dan reformasi. Paslon kedua, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, memiliki retorika yang lebih fokus pada stabilitas dan keamanan. Paslon ketiga, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, memiliki retorika yang lebih berfokus pada inovasi dan kemajuan teknologi. 2). Dampak dari retorika yang digunakan oleh setiap pasangan calon memiliki dampak signifikan dalam membentuk opini publik, dengan variasi dalam efektivitas bergantung pada faktor-faktor seperti kejelasan pesan, karisma penyampaian, dan relevansi isu yang diangkat.
Struktur Bahasa pada Toponimi Jalan di Provinsi Bali dan Proyeksi Kulturalnya di Masa Depan Sholihatin, Endang; Sa’diyah, Ilmatus; Savitri, Adelia; Putri, Adinda Rusdianti Maulani; Octaviani, Marshanda Amelya
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21733

Abstract

Toponimi jalan merupakan representasi linguistik yang mencerminkan identitas sosial dan budaya suatu daerah. Penelitian ini bertujuan mengkaji struktur bahasa yang digunakan dalam penamaan jalan di Provinsi Bali, serta memproyeksikan peran dan transformasinya dalam konteks kultural di masa depan. Kajian dilakukan melalui analisis linguistik terhadap nama-nama jalan yang tersebar di berbagai wilayah Bali, dengan fokus pada unsur morfologis, sintaksis, dan semantis yang terkandung di dalamnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa penamaan jalan di Bali didominasi oleh unsur bahasa daerah, tokoh-tokoh lokal, istilah religius, dan elemen geografis yang kuat. Struktur tersebut memperlihatkan keterikatan erat antara bahasa dan nilai-nilai lokal masyarakat Bali. Namun, dalam menghadapi arus globalisasi, pariwisata, dan digitalisasi sistem informasi geografis, keberadaan dan bentuk toponimi tersebut berpotensi mengalami pergeseran. Proyeksi kultural menunjukkan bahwa pelestarian struktur linguistik dalam penamaan jalan menjadi penting untuk menjaga kontinuitas identitas budaya Bali di tengah perubahan zaman. Kajian ini menekankan pentingnya integrasi kebijakan penamaan jalan yang berwawasan budaya dan berpandangan ke masa depan.