Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reconstruction Of Dispute Resolution Mechanism Through Arbitration In Civil Procedure Law Abuthalib, Cut Nangrie Sari
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.15336

Abstract

This paper analyses and reconstructs Indonesia's civil procedural law arbitration dispute settlement process to increase efficacy and efficiency, notably in executing rulings and reducing court involvement. Although arbitration is a final and binding dispute settlement procedure, its implementation is nevertheless difficult. The reliance on district courts to execute arbitration rulings frequently leads to unwarranted judicial involvement, lowers efficiency, and causes legal confusion. High fees and restricted accessibility for small and medium firms are other arbitration challenges in Indonesia. Statutory laws, legal theories, and general principles in civil procedural law guiding arbitration are analysed using a normative legal research technique. This research relies on primary sources like Law Number 30 of 1999 on Arbitration and Alternative Dispute Resolution and secondary sources like scientific publications and legal literature. The research found that court participation in arbitration decision implementation is limited, indicating the necessity to restructure the arbitration procedure. Increased use of local arbitration institutions like the Indonesian National Arbitration Board and technology in arbitration proceedings may lower costs and speed up conflict settlement. Technology, such online arbitration platforms, may make arbitration more accessible and efficient, particularly for small and large businesses. Thus, Indonesia requires a thorough arbitration reform to make conflict resolution more sensitive to economic realities and societal requirements.
Plea Bargaining dalam Bayang-Bayang Keadilan: Antara Efisiensi Penegakan Hukum dan Degradasi Nilai Kepastian Hukum Abuthalib, Cut Nangrie Sari; Dian Ekawaty Ismail; Ahmad
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3201

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan plea bargaining dalam sistem peradilan pidana Indonesia, dengan fokus pada peran ganda mekanisme ini dalam meningkatkan efisiensi sekaligus potensi risiko penurunan kepastian hukum. Penumpukan perkara yang terus terjadi di pengadilan Indonesia menuntut solusi inovatif untuk mempercepat proses peradilan tanpa mengabaikan prinsip keadilan. Plea bargaining menawarkan pendekatan pragmatis untuk mempercepat penyelesaian perkara melalui kesepakatan negosiasi antara jaksa dan terdakwa, yang tercermin dalam mekanisme Jalur Khusus pada Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP). Namun, ketiadaan regulasi yang eksplisit dan komprehensif menimbulkan tantangan berupa potensi penyalahgunaan diskresi oleh jaksa, risiko paksaan terhadap terdakwa rentan, serta inkonsistensi putusan yang mengancam nilai-nilai keadilan dan kepastian hukum. Penelitian ini melakukan analisis normatif, peran diskresi jaksa, dan studi perbandingan dengan yurisdiksi lain. Temuan penelitian menegaskan kebutuhan mendesak akan pengawasan ketat, transparansi prosedural, dan perlindungan hukum guna menyeimbangkan efisiensi dengan perlindungan hak terdakwa dan kepentingan korban. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam wacana reformasi peradilan pidana di Indonesia dengan mendorong desain regulasi yang harmonis antara efisiensi prosedural dan keadilan substantif.