Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Driver-Pressure-State-Impact-Response (DPSIR) Analysis of Landslide Potential in Punten and Gunungsari Villages, Bumiaji District, Batu City, East Java, Indonesia Putra, Rivandi Pranandita; Dewi, Vita Ayu Kusuma; Masruroh, Heni; Perwitasari, Dyah Arum; Pamungkas, Diaz Heksa Bintang
Indonesian Journal of Social and Environmental Issues (IJSEI) Vol. 6 No. 2 (2025): August
Publisher : CV. Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47540/ijsei.v6i2.2348

Abstract

Landslides are a recurring hazard in the highland villages of Punten and Gunungsari, Batu City, where natural fragility intersects with human-induced landscape change. This study applied the Driver–Pressure–State–Impact–Response (DPSIR) framework to analyse the socio-ecological dynamics of landslide risk and inform context-appropriate mitigation. A qualitative descriptive approach was employed from May to July 2025, combining field observations, Focus Group Discussions, and in-depth interviews with 100 residents and village authorities. The DPSIR analysis shows that the main Drivers include steep volcanic slopes, high rainfall, agricultural expansion into former forest areas, tourism-driven land conversion, and weak spatial-planning enforcement. These create Pressures such as deforestation, continuous cultivation of shallow-rooted vegetables, soil degradation, inadequate drainage management, and limited financial capacity for soil conservation. The State of the system is characterised by declining slope stability, reduced vegetation cover, increased runoff and sedimentation, and high dependence on climate-sensitive agriculture. Impacts observed include damage to farmland, houses, and infrastructure, livelihood losses, psychological distress during the rainy season, and unequal recovery among households. Existing Responses comprise early warning systems, vetiver and bamboo planting supported by Perhutani and the Indonesian National Armed Forces, disaster awareness activities, and community mutual aid, yet these remain intermittent, weakly maintained, and lacking long-term coordination. The study highlights the need for more preventive, participatory, and integrated land-use governance, supported by sustained community capacity-building and improved seedling access to strengthen slope rehabilitation efforts.
Analisis Kesesuaian Lahan Permukiman di Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Terhadap Rencana Detail Tata Ruang Perwitasari, Dyah Arum; Wahyudi, Adip; Wijaya, Ali
Tunas Agraria Vol. 9 No. 1 (2026): Tunas Agraria
Publisher : Diploma IV Pertanahan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/jta.v9i1.528

Abstract

Permukiman merupakan kebutuhan dasar manusia yang membutuhkan perencanaan tata ruang berdasarkan analisis kesesuaian lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelaraskan kesesuaian lahan perumahan di Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, dengan mengacu pada parameter fisik dan lingkungan sebagaimana diatur dalam Rencana Tata Ruang Terperinci (RDTR) 2023–2043. Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Geographic Information System (GIS), dengan kriteria utama meliputi kemiringan, curah hujan, jenis tanah, dan penggunaan lahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah didominasi oleh kelas S2 (sesuai) seluas 524,55 km² (53,61%) dan S1 (sangat sesuai) seluas 240,31 km² (24,56%), sehingga lebih dari 78% wilayah tersebut memiliki daya dukung lahan yang layak untuk pembangunan organisasi. Selain itu, kelas S3 (sesuai marginal) menempati sebagian wilayah kecil, sedangkan kelas N1 (tidak sesuai) seluas 32.629 km² (3,34%), masih memiliki potensi pengembangan melalui intervensi teknis seperti teras atau pengendalian banjir. Kelas N2 (tidak sesuai mutlak) hanya mencakup 0,2973 km² (0,30%) dan tidak direkomendasikan untuk organisasi karena kendala biofisik yang sulit dimodifikasi. Sebaran organisasi yang ada, yang sebagian besar berada di zona S1 dan S2, menunjukkan konsistensi antara kondisi biofisik lahan dan arah RDTR. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya mengintegrasikan analisis tata ruang dalam perencanaan tata ruang untuk mewujudkan organisasi berkelanjutan di Kecamatan Kabat.