Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Screening Kesehatan dan Pendidikan Kesehatan tentang Obat Diabetes Mellitus di RW 22 Kelurahan Sendangmulyo Semarang Mandaty, Fhandy Aldy; Syaifudin, Achmad; Handayaningtyas, Ayu Dita; Komsiyah Komsiyah; Kumalasari, Dian Nur; Sumarno Sumarno
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v3i3.3189

Abstract

Diabetes mellitus merupakan masalah kesehatan global yang terjadi di semua negara. Kadar gula yang berlebih dalam darah yang tidak terkontrol dalam waktu yang lama dapat menimbulkan dampak serius seperti menurunkan kualitas hidup hingga kematian. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining dan pemberian pendidikan kesehatan dalam upaya deteksi dini dan mencegah penyakit DM. metotode pengabdian dilakukan dnegan cara pemeriksaan kesehatan (skrining) dan penyampaian edukasi kesehatan tentang DM. Hasil menunjukkan bahwa 2 warga (10%) menderita diabetes. Antusias warga selama mengikuti kegiatan edukasi juga terlihat dari 4 warga yang bertanya tentang DM. setelah pengabdian ini, diharapkan warga lebih berupaya dalam meningkatkan perilaku hidup sehat untuk mencegah penyakit DM.
Screening dan Pendidikan Kesehatan tentang Resiko Jatuh pada Lansia di RW VI Dukuh Persen Kelurahan Sekaran Achmad Syaifudin; Sumarno Sumarno; Ayu Dita Handayaningtyas; Komsiyah Komsiyah; Dian Nur Kumalasari; Fhandy Aldy Mandaty; Alfiyah Alfiyah
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Juli : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v4i2.4128

Abstract

Aging results in a decreased ability of tissues to regenerate, which is a natural and unavoidable process. Physical changes in the elderly often limit their independence in performing daily activities, thus increasing the risk of falls. The aim of this activity is to conduct screening and interventions in the form of education on fall prevention, risk factors for falls, methods of preventing falls, and balance exercises for the elderly. The methods used in this activity include lectures and Q&A sessions. The results showed that 11 elderly participants (43%) were at high risk of falling and 15 elderly participants (57%) were at low risk of falling. Some complaints from the elderly related to the risk of falling include frequent dizziness when getting up from a lying position, difficulty walking due to stiffness/joint pain, and trouble sleeping soundly. To reduce the risk of falls in the elderly, health services that include aspects of prevention, treatment, and collaboration, such as health education and balance exercise assistance, are needed.
Parenting Education Tentang Stunting pada Orang Tua Balita sebagai Upaya dalam Mencegah Terjadinya Stunting Komsiyah Komsiyah; Achmad Syaifudin; Dian Nur Kumalasari; Ayu Dita Handayningtyas; Fhandy Aldy Mandaty; Sumarno Sumarno; Zaki Naufal Ramadhani; Yanuar Syah Rizky
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Juli : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v4i2.4143

Abstract

Stunting is a growth and development disorder in children caused by a chronic lack of nutritious nutritional intake and due to the impact of various recurring infections, which is characterized by the child's length or height being below standard (< -2 SD). This Community Service aims to increase parental knowledge through parenting education activities for parents of children under five as an effort to detect early and prevent stunting. The service method is carried out by carrying out anthropometric measurements on toddlers and providing health education about stunting, including parenting patterns in preventing stunting. The results showed that there were 1 toddlers who were diagnosed with stunting out of 24 toddlers (4.17%). Parents of toddlers who took part in parenting education activities in this activity were very enthusiastic. It appears that out of the 24 parents who attended, 15 people asked about prevention and correct parenting patterns related to stunting toddlers. After this Community Service activity, it is hoped that parents will pay more attention to the nutritional needs of their toddlers, be active in posyandu activities so that if there are related problems, one of which is delayed growth in their children, they can be resolved immediately
Kepatuhan Pembatasan Cairan dengan Kondisi Interdialitik Pasien yang Menjalani Hemodialisa Komsiyah; Suarno; Kumalasari, Dian Nur; candra, Stefanus
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v2i1.2887

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronis di dunia saat ini mengalami peningkatan dan menjadi masalah kesehatan serius. Penanganan pada pasien gagal ginjal kronis salah satunya yaitu hemodialisa yang keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam pembatasan cairan. Tujuan penelitian yaitu menganalisis hubungan kepatuhan pembatasan cairan dengan kondisi interdialitik pada pasien hemodialisis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan survei analitik dan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Unit Hemodialisa RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Populasi penelitian adalah pasien gagal ginjal kronis sebanyak 108 pasien dengan sampel penelitian sebanyak 86 pasien yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hemodialisis di RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro Semarang mayoritas berusia 51-60 tahun, berjenis kelamin laki-laki, lulusan SMA, memiliki pekerjaan wiraswasta, dan sudah menjalani Hemodialisis selama kurang dari 1 tahun. Kepatuhan pembatasan cairan pada pasien hemodialisis mayoritas dalam kriteria tidak patuh yaitu sebanyak 63 pasien (73,3%) dengan kondisi interdialitik mengalami kondisi hipertensi sebanyak 67 pasien (77,9%). Simpulan yaitu terdapat hubungan  antara kepatuhan pembatasan cairan berhubungan signifikan dengan kondisi interdialitik pada pasien hemodialisis.
Apakah Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Berpengaruh pada Pengetahuan Pasangan Usia Subur dalam Pemakaian Alat Kontrasepsi Jangka Panjang? Komsiyah; Nur Kumalasari, Dian; Dita Handayaningtyas, Ayu; Sumarno
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v2i2.3277

Abstract

Pasangan usia subur merupakan target dari program keluarga berencana untuk dapat memilih alat kontrasepsi yang tepat. Banyak pilihan alat kontrasepsi yang ditawarkan kepada masyarakat, namun  masih banyak masyarakat yang belum mempunyai pengetahuan cukup tentang jenis dan manfaat pemakaian alat kontrasepsi. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh komunikasi,  informasi dan edukasi terhadap tingkat pengetahuan pasangan usia subur tentang pemakaian alat kontrasepsi jangka panjang. Jenis penelitian kuantitatif dengan  pre-experimental design tipe one group pretest-posttest (tes awal-tes akhir kelompok tunggal). Sampel sebanyak 85 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil analisis uji Wilcoxon non parametris diketahui bahwa terdapat pengaruh komunikasi, informasi dan edukasi terhadap tingkat pengetahuan pasangan usia subur (PUS) dalam pemakaian metode kontrasepsi jangka panjang dengan nilai ρ = 0,008. Ada pengaruh komunikasi, informasi dan edukasi terhadap tingkat pengetahuan pasangan usia subur dalam pemakaian metode kontrasepsi jangka panjang. Perlu adanya kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi yang masif pada kelompok usia subur dalam mengenalkan alat kontrasepsi jangka panjang.
Penerapan Komunikasi Terapeutik Pada Lansia Di Kelurahan Sendangguwo Dian Nur Kumalasari; Achmad Syaifudin; Komsiyah Komsiyah; Ayu Dita Handayaningtyas; Fhandy Aldy Mandaty; Sumarno Sumarno
Compromise Journal Community Proffesional Service Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Compromise Journal : Community Proffesional Service Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/compromisejournal.v2i1.175

Abstract

Communication is the way individuals connect ideas, knowledge and feelings to other people. Communication is focused not only on content but also on individual feelings and emotions. Therapeutics itself is related to therapy, which is an effort to restore the health of someone who is sick, treating illness and treating disease. Meanwhile, therapeutic communication is the sending of messages between the sender and recipient with interaction between the two which aims to restore the health of someone who is sick. Elderly individuals must continue to communicate with other people. Elderly people do not need to withdraw from all activities including communicating. This therapeutic communication is the basis of caring. Where this concern is a characteristic of the nursing profession as a health worker. As an effort to improve the health of the elderly, it is necessary to continuously provide information to the elderly, both individuals and groups, so that the elderly change from not knowing to knowing so that the elderly can live healthy and productive lives, however, with the limitations of the elderly both physically, psychologically and mentally, it is necessary approaches and methods so that the message conveyed is more effective. The approach taken to the elderly is in providing information through therapeutic communication about improving health.
Upaya Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi pada Lansia Di Duku Persen Fhandy Aldy Mandaty; Achmad Syaifudin; Sumarno; Dian Nur Kumalasari; Ayu Dita Handayaningtyas; Komsiyah
Kelompok Studi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Edisi April 2025
Publisher : University of Karya Husada of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/kespera.v5i1.122

Abstract

Abstrak Hipertensi ialah suatu penyakit yang paling banyak diderita oleh lansia. Hipertensi tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang dapat memperburuk kesehatan lansia. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan lansia hipertensi dalam mengontrol atau mengendalaikan tekanan darahnya. Salah satunya adalah tingkat pengetahuan lansia. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk membantu lansia dalam mencegah dan mengedalikan hipertensi. Pelaksanaan kegiatan berupa pemberian edukasi kesehatan tentang hipertensi dan pengecekan tekanan darah pada lansia.  Kegiatan ini dilakukan di Dukuh Persen Kelurahan Sekaran Kota Semarang pada tanggal 24 november 2024. Peserta kegiatan yaitu 35 lansia. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa 80% lansia di Dukuh Persen Kelurahan Sekaran menderita hipertensi. Lansia terleihat antusia ketika menerima edukasi kesehatan tentang hipertensi. Pemberian edukasi kesehatan membantu lansia memahami status kesehatan maupun penyakit yang mereka derita.Kata Kunci: Edukasi, hipertensi, lansia Abstract  Hypertension is a disease that is most commonly suffered by the elderly. Hypertension if not treated properly can cause various complications that can worsen the health of the elderly. Many factors can affect the compliance of the elderly with hypertension in controlling or controlling their blood pressure. One of them is the level of knowledge of the elderly. The purpose of this community service activity is to help the elderly in preventing and controlling hypertension. The implementation of the activity is in the form of providing health education about hypertension and checking blood pressure in the elderly. This activity was carried out in Dukuh Persen, Sekaran Village, Semarang City on November 24, 2024. The participants in the activity were 35 elderly people. The results of the community service activity showed that 80% of the elderly in Dukuh Persen, Sekaran Village suffered from hypertension. The elderly looked enthusiastic when receiving health education about hypertension. Providing health education helps the elderly understand their health status and the diseases they suffer from.Keywords: Education, elderly, hypertension 
Penerapan Rendam Kaki Air Hangat terhadap Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi: The Application of Warm Water Foot Soaking on Blood Pressure in Elderly with Hypertension Aldy Mandaty, Fhandy; Syaifudin, Achmad; Sumarno, Sumarno; komsiyah, komsiyah; Nur Kumlasari, Dian; Handayaningtyas, Dita
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 3 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v3i2.4166

Abstract

The elderly undergo a degenerative process that affects various bodily organ functions, including the cardiovascular system. One common disorder that occurs in this system is hypertension. Hypertension is a cardiovascular disease that cannot be completely cured, but it can still be controlled through proper management. Uncontrolled hypertension can lead to more serious health problems. The research aims to determine the application of warm foot soaks on blood pressure in elderly hypertensive individuals. The type of research is a case study with 4 research subjects, namely elderly patients suffering from hypertension. This research was conducted at one of the public health centers in Semarang City. The warm foot soak was performed for 15 minutes. Blood pressure measurements were taken twice, before and after the intervention. Warm foot soak therapy has been proven effective in lowering blood pressure in elderly hypertensive individuals, with an average reduction of  9 mmHg in systolic and 4 mmHg in diastolic pressure. It is hoped that classical music therapy will begin to be integrated as part of non-pharmacological interventions in the management of hypertension, particularly in the elderly.
HUBUNGAN PENGEMBANGAN POTENSI DAN TANGGUNG JAWAB DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM TERAPI BERMAIN DI RUMAH SAKIT Dwi Indarti; Komsiyah Komsiyah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i2.711

Abstract

Latar Belakang: Terapi bermain adalah pemberian stimulasi pada anak agar perkembangan anak berjalan dengan baik. Terapi bermain dilakukan pada anak baik dalam kondisi sehat maupun pada anak sakit atau kondisi anak yang sedang di rawat dirumah sakit. Pelaksanaan terapi bermain yang seharusnya bagian dari kinerja perawat anak tetapi tidak semua perawat anak di rumah sakit melakukannya, hal tersebut disebabkan karena masih kurangnya pengembangan potensi dan tanggung jawab perawat dalam melakukan terapi bermain, dan masih banyaknya perawat yang hanya melakukan rutinitas harian saja.Tujuan: Menganalisis hubungan pengembangan potensi dan tanggung jawab dengan kinerja perawat dalam pelaksanaan terapi bermain pada anak pra sekolah di rumah sakit. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel yang digunakan 53 responden atau pasien anak yang di rawat di rumah sakit  dan menggunakan  tehnik sampling total sampling, alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner untuk mengetahui pengembangan potensi dan tanggung jawab dengan kinerja perawat dalam pelaksanaan terapi bermain pada anak di rumah sakit. Hasil: kinerja perawat dalam melakukan terapi bermain sebagian besar menunjukkan kategori cukup yaitu sebanyak 66,1%, pengembangan potensi menunjukkan kategori cukup yaitu sebesar 47,2%, dan tanggung jawab perawat sebagian besar menunjukkan cukup yaitu sebesar 50,9 % serta menunjukkan adanya hubungan pengembangan potensi dengan kinerja perawat dalam pelaksanaan terapi bermain pada anak usia pra sekolah di rumah sakit dengan r= 0,421 dan p value 0,002 dan adanya hubungan tanggung jawab dengan kinerja perawat dalam pelaksanaan terapi bermain pada anak usia pra sekolah di rumah sakit dengan r = 0,402 p value 0,003. Kesimpulan: semakin baik pengembangan potensi di rumah sakit maka kinerja perawat akan semakin meningkat,dan semakin baik tanggung jawab yang diberikan maka kinerja perawat akan semakin baik sehingga perlunya meningkatkan pengembangan potensi dan tanggung jawab perawat dalam meningkatkan terapi bermain pada anak di rumah sakit yang berdampak terhadap penurunan  kecemasan dan stresor pasien anak. 
Enhancing Public Services through Strategic Digitalization of Population Documents in Bandar Lampung City Komsiyah Komsiyah
Jurnal Kebijakan Publik Vol 16, No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkp.v16i3.8876

Abstract

Population documents such as Identity Cards (KTP), Family Cards (KK), and Birth Certificates are basic rights of citizens and essential instruments for development planning, social protection, and public services. However, the effectiveness of population administration services still faces obstacles such as limited infrastructure, low adoption of digital services, and gaps in community digital literacy. This study aims to analyze the problems of population document services, formulate alternative solutions, and recommend strategic policies for digitalization. Using a qualitative policy research approach with a descriptive-analytical design, this study involved stakeholders from the Population and Civil Registration Office (Disdukcapil), government apparatus, and community representatives. Data were collected through document review, surveys, and in-depth interviews, analyzed using the Ultrasound (Urgency–Seriousness–Growth) method and the Bardach “Eightfold Path” framework to evaluate policy effectiveness, efficiency, and long-term implications. The findings show that dependence on manual services remains dominant due to weak infrastructure, limited digital capacity of the apparatus, and low community digital literacy. The policy evaluation identified three main alternatives: modernization of manual services, optimization of digitalization, and hybrid strategies. Strengthening digitalization supported by infrastructure improvement, capacity building, digital literacy enhancement, and multi-stakeholder collaboration was found to be the most feasible strategy. This study contributes by adapting the Avoid–Shift–Improve (ASI) framework into local digital governance analysis, providing a replicable model for other municipalities.