Victorius Adventius Hamel
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Peraturan Bupati Bangli Nomor 66 Tahun 2022 Tentang Penyesuian Tarif Air Minum Pada Perumda Tirta Danu Arta Luh Putu Astini Citra Dewi Manik; I Dewa Ketut Suryawan; Victorius Adventius Hamel
Policy and Maritime Review VOLUME 3 NO 2
Publisher : Faculty of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/pmr.v3i2.81

Abstract

The Bangli Regency Government, through Perumda Tirta Danu Arta, manages water resources and implements Regency Regulation No. 66 of 2022 concerning Adjustments to Drinking Water Tariffs to improve clean water services and access. However, even though it has only been in effect for a year, this policy has led to complaints from the community regarding tariffs that are considered expensive and late payment penalties. This study aims to examine the implementation of this policy using qualitative methods and George C. Edward III's policy implementation theory (communication, resources, disposition, and bureaucratic structure). The results indicate that communication between Perumda and the community has not been effective, the budget is sufficient but there are no special funds for human resource training, Perumda only acts as a policy implementer without authority over tariffs, and a good organizational structure does not guarantee the success of policy implementation.
Tata Kelola Desa Wisata Berkelanjutan melalui Pendampingan di Desa Lebih Kecamatan Gianyar Kabupaten Gianyar Antarini, Lilik; I Wayan Sudemen; Victorius Adventius Hamel
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i1.27977

Abstract

Pariwisata menjadi salah satu sektor sebagai penyumbang devisa terbesar di Provinsi Bali. Saat ini pengembangan wisata berkelanjutan sangat penting untuk dilakukan agar pariwisata terus berkembang dengan memperhatikan lingkungan. Permasalahan utama dalam pengembangan pariwisata di Desa Lebih yaitu partisipasi masyarakat dan belum optimalnya partisipasi POKDARWIS. Metode yang dilakukan yaitu dengan Focus Group Disscussion (FGD) yang dilakukan kepada Pemerintah Desa, Kelompok Dasar Wisata (POKDARWIS) dan Masyarakat Desa Lebih. Hasil FGD menunjukkan bahwa Desa Lebih tidak hanya memiliki potensi wisata bahari, tetapi juga potensi hutan desa yang belum tergara secara optimal. Namun demikian, pengembangan objek wisata masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi yang berdampak pada pencemaran lingkungan serta belum tersedianya regulasi lokal yang mengatur tata kelola pariwisata desa. Capaian program ditunjukkan melalui meningkatnya partisipasi aktif masyarakat dan POKDARWIS dalam diskusi perencanaan pariwisata dan munculnya sejumlah gagasan pengembangan wisata. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan rekomendasi awal berupa kebutuhan penyusunan regulasi desa dan penguatan kelembagaan POKDARWIS sebagai langkah awal pengembangan pariwisata berkelanjutan di Desa Lebih, Kabupaten Gianyar.