Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

NILAI PUBLIK DALAM PROGRAM KERJA PENGADUAN RAKYAT ONLINE DENPASAR BERBASIS SMART CITY (Studi Pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Denpasar) Agus Putri, Elisa Octa; Antarini, Lilik; Ayu Yuliartika, I Gusti Agung
Jurnal Widya Publika Vol 11 No 2 (2023): Widya Publika
Publisher : Magister Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/widyapublika.v11i2.1094

Abstract

Kota Denpasar sebagai salah satu kota di Indonesia, menjadikan konsep kota pintar sebagai sebuah kota pioner, yaitu kota pintar Denpasar. Pemerintah Kota Denpasar telah melakukan proses digitalisasi dan komputasi dalam beberapa bidang terutama pemerintahan dengan harapan akan menciptakan suatu pemerintahan yang lebih terbuka, mendorong partisipasi serta peran aktif masyarakat dalam pembangunan dan pengelolaan kota. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai pulbik dalam program kerja penaduan rakyat online berbasis kota pintar pada Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan permasalahan dan fokus penelitian. Unit analisis dari penelitian ini berjumlah 5 informan. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini ialah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui 3 (tiga) teknik yaitu, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi data). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pengaduan masyarakat online di Kota Denpasar memiliki banyak dampak positif bagi masyarakat dan pemerintah, termasuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi penyelesaian pengaduan, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan, dan menyediakan layanan yang efektif dan mudah diakses. Dalam hal inovasi, situs web dan aplikasi PRO Denpasar menyediakan akses bagi warga untuk menyampaikan keluhan, memberikan umpan balik, dan mengakses informasi tentang layanan publik di berbagai bidang. Temuan dalam penelitian ini terkait dengan program kerja pengaduan rakyat online berbasis kota pintar pada Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Denpasar telah memenuhi harapan nilai publik meliputi dampak, efisiensi, keadilan, inovasi, kualitas dan kepercayaan.
PENGARUH KOMPENSASI DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BANGLI Ari Setianingsih, Ni Kadek; Antarini, Lilik; Sudemen, I Wayan
Jurnal Widya Publika Vol 11 No 2 (2023): Widya Publika
Publisher : Magister Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/widyapublika.v11i2.1101

Abstract

Sumber daya manusia merupakan bagian yang sangat penting dalam pencapaian tujuan. Faktor tercapai atau tidaknya tujuan tergantung dari kinerja pegawainya, dalam hal ini seorang pegawai memiliki peran penting atas keberhasilan pencapaian tujuan. Setiap organisasi selalu berusaha agar produktivitas kerja pegawai dapat ditingkatkan. Untuk itu pemimpin perlu mencari cara dan solusi guna menimbulkan kinerja para pegawai. Hal itu penting, sebab kinerja mencerminkan kesenangan yang mendalam terhadap pekerjaan yang dilakukan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dan hasil yang lebih baik dapat dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh kompensasi dan kompetensi terhadap kinerja pegawai di Sekretariat Daerah Kabupaten Bangli. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain asosiatif yaitu suatu penelitian yang memiliki pengaruh satu variabel terhadap variabel lain atau mengetahui hubungan antara variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai di Sekretariat Daerah Kabupaten Bangli. Pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dengan jumlah sampel 68 responden. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah korelasi product moment, analisis regresi linier berganda, analisis koefisien determinasi, uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai serta kompensasi dan kompetensi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Saran bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan menambahkan variabel lain.
Optimalisasi Tatakelola Pemerintah Desa Melalui Pelatihan dan Pendampingan di Desa Lebih, Kecamatan Gianyar Kabupaten Gianyar Antarini, Lilik; Sumawidayani, Nyoman; Anggriyani, Ni Made
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.16032

Abstract

Tatakelola pemerintah desa di Desa Lebih belum berjalan secara optimal hal ini karena dalam memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat belum terdapat standarisasi yang pasti. Maka melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan menggunakan metode pendampingan dan pelatihan kepada perangkat desa dapat mendorong perangkat desa untuk dapat menyusun SOP pelayanan administrasi sebagai bentuk standarisasi pelayanan. Sehingga dengan adanya SOP Pelayanan administrasi dapat memberikan manfaat bagi perangkat desa sebagai pemberi pelayanan dan masyarakat sebagai penerima layanan. Adapaun manfaat atau impact yang didapatkan dengan adanya SOP, yaitu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas pelayanan di Kantor Desa Lebih. SOP Pelayanan yang disusun tidak hanya dibuat dalam bentu hard copy tetapi juga dibuat dalam bentuk soft copy berupa video animasi alur pelayanan administrasi di Desa Lebih, Kecamatan Gianyar Kabupaten Gianyar.
Pengembangan Kerajinan Seni Ukir dan Arsitektur Tradisional Bali di Desa Singapadu Tengah, Gianyar Parwata, I Wayan; Astara, I Wayan Wesna; Antarini, Lilik; Sutapa, I Nyoman
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i4.11211

Abstract

Desa Singapadu Tengah di Kabupaten Gianyar, Bali, merupakan desa yang masih kuat memegang tradisi dan budaya serta memiliki banyak unit ekonomi, khususnya di bidang kerajinan ukir dan bangunan tradisional Bali. Salah satu usaha yang berkembang di desa ini adalah "Tori Kreasi Art and Home Décor," yang telah berjalan selama 15 tahun dan dikelola oleh I Wayan Toriana. Meskipun usaha ini memiliki reputasi yang baik, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi, antara lain kurangnya pemahaman dalam pencatatan keuangan, ketiadaan standar sistem kerja dalam proses produksi, keterampilan teknik ukir yang belum optimal, rendahnya minat generasi muda terhadap pekerjaan bangunan tradisional, serta kurangnya promosi yang efektif. Melalui Program Pengabdian Masyarakat ini, permasalahan tersebut diatasi dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan pelaku usaha, pengrajin, mahasiswa, dan komunitas lokal. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan teknis, praktek lapangan, dan pemanfaatan teknologi digital. Program ini dilaksanakan dalam lima tahapan mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi dan penyempurnaan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta terkait pencatatan keuangan, penerapan standar sistem kerja, teknik ukir tradisional, serta promosi digital, yang mengindikasikan keberhasilan program dalam mendukung keberlanjutan dan pengembangan usaha kerajinan di desa tersebut
Pelatihan dan Pendampingan Tata Kelola Pengembangan Desa Wisata Kepada Perangkat Desa dan Pokdarwis Wisnumurti, Anak Agung Gede Oka; Antarini, Lilik; Mardika, I Made; Dewi, I Gusti Agung Ayu Yuliartika
International Journal of Community Service Learning Vol. 6 No. 3 (2022): August 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v6i3.51586

Abstract

Desa Cau Belayu dinobatkan menjadi desa wisata pada 19 Agustus 2020 berdasarkan pada Keputusan Bupati Tabanan Nomor 180/1286/03/HK&HAM/2020 tentang Penetapan Desa Cau Belayu sebagai Desa Wisata. Akan tetapi, pengelolaan wisata belum berkembang masih monoton dan minimnya partisipasi masyarkat lokal dalam menunjang kegiatan wisata di Desa Cau Belayu. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan melaksanakan pelatihan strategi pengembangan desa wisata, pelatihan pemberdayaan Pokdarwis, pelatihan pengelolaan website dalam menunjang pemasaran wisata, dan terakhir menyusun buku pengelolaan website desa wisata. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan metode observasi dan wawancara kepada mitra. Kegiatan ini menyasar masyarakat yang berjumlah 20 orang yang terdiri dari Pokdarwis, sekaa truna truni, dan perangkat desa cau belayu. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa fokus pengembangan desa wisata, roadmap pengembangan desa wisata, sistem perencanaan dan pengembangan desa wisata, sistem kerja kolaboratif antar Pokdarwis, perangkat desa, dan masyarakat. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat mengatasi segala permasalahan yang ada di Desa Wisata Cau Belayu.
Kebijakan Digitalisasi Pengelolaan Pasar Tradisional Kreneng di Kota Denpasar Antarini, Lilik; I Made Yudhiantara
Aplikasi Administrasi: Media Analisa Masalah Administrasi Volume 27 Nomor 2
Publisher : Faculty of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/aamama.v27i2.259

Abstract

Market management is a crucial issue in the public sector, as the market serves as a focal point for regional economic growth. Policies regarding the management of traditional markets are essential efforts that must be implemented for improved governance. The Denpasar City Government oversees traditional market management through the Denpasar City Department of Industry and Trade (Disperindag). One of the markets under the management of PD Pasar Kota Denpasar is Kreneng Market, located at the eastern end of Denpasar City. The digitalization efforts at Kreneng Market, which has evolved into a Smart Heritage Market, align with the broader goal of transforming Denpasar into a smart city. The digital transformation at Kreneng Market begins with the introduction of a payment system in the traditional market environment, focusing on the interests of both traders and buyers. This study aims to examine the Digitalization Policy in Managing Traditional Markets at Kreneng Market in Denpasar. Qualitative research methods will be employed, utilizing the interactive model analysis technique as outlined by Miles, Huberman, and Saldana (2014). Data collection will be carried out through documentation, interviews, and observation. The research findings indicate that Perumda Pasar Kota Denpasar has implemented a digitalization policy to facilitate transaction processes for traders at Kreneng Market through the QRIS program, supporting the government's initiative to establish Denpasar as a Smart City. The implementation of the QRIS application has made it easier for traders to manage both incoming and outgoing transactions (cash in and out). However, many traders still prefer cash payments, citing the perception that they are faster. Based on these findings, further efforts are needed to optimize traders' understanding and participation in the digitalization process, to enhance the integration of digital solutions and support the development of a smart city in Denpasar.
SOSIALISASI PENGEMBANGAN EKOWISATA MELALUI MATERPLAN FASILITAS PENUNJANG WISATA DI DESA LEBIH, GIANYAR, BALI Wijaya, I Kadek Merta; Sriastuti, Dewa Ayu Nyoman; Antarini, Lilik
Jurnal Abdi Daya 40-52
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.2.2025.40-52

Abstract

Desa Lebih, yang terletak di Kabupaten Gianyar, Bali, memiliki potensi besar dalam pengembangan ekowisata berbasis alam dan budaya lokal. Namun, potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal dan masih menghadapi berbagai tantangan khususnya dalam hal perencanaan fasilitas penunjang dan keterlibatan masyarakat serta kurangnya pemahaman masyarakat mengenai konsep ekowisata yang berkelanjutan. Kegiatan sosialisasi pengembangan ekowisata melalui penyusunan masterplan fasilitas penunjang wisata bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat setempat mengenai pentingnya pengembangan fasilitas penunjang ekowisata yang ramah lingkungan dan berbasis partisipasi komunitas. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi lapangan, wawancara dan diskusi kelompok terarah/ focus group discussio (FGD), serta penyusunan masterplan yang melibatkan pemangku kepentingan lokal serta masyarakat. Materi sosialisasi mencakup konsep dasar ekowisata, identifikasi potensi lokal, peran serta masyarakat, serta desain fasilitas yang sesuai dengan prinsip ekowisata. Hasil kegiatan menunjukkan adanya antusiasme dan partisipasi aktif dari masyarakat, serta munculnya beberapa usulan konkret terkait pengembangan fasilitas seperti jogging track, lapangan mini soccer, tempat meditasi dan yoga, tempat even gathering,wedding, restoran, glamping, kolam renang dan pemandian air panas,water tubbing, information centre dan stand UMKM berbahan lokal. Selain itu, kegiatan ini memperkuat sinergi antara warga, aparat desa, dan pelaku wisata dalam merancang rencana pengembangan fasilitas penunjang ekowisata berbasis potensi lokal untuk mendukung implementasi masterplan.Diharapkan melalui kegiatan ini, Desa Lebih dapat menjadi contoh desa wisata yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Keberlanjutan program ini memerlukan dukungan lintas sektor, serta pendampingan berkelanjutan dalam proses perencanaan dan implementasi pengembangan ekowisata.
IMPLEMENTASI PROGRAM POSYANDU BALITA DAN LANSIA DALAM MEWUJUDKAN KESEHATAN MASYARAKAT DI DESA MENGWI, KECAMATAN MENGWI, KABUPATEN BADUNG Hendryawan, Made Bayu; Sudemen, I Wayan; Antarini, Lilik
Jurnal Widya Publika Vol 13 No 2 (2025): Widya Publika
Publisher : Magister Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/widyapublika.v13i2.1657

Abstract

Kesehatan masyarakat merupakan suatu hal yang harus diupayakan dengan baik untuk pemberdayaan masyarakat baik memahami, menjaga, dan meningkatkan kesehatan dalam suatu masyarakat. Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu komponen penting dalam upaya kesehatan masyarakat di Indonesia. Posyandu Balita (bawah lima tahun) merupakan pelayanan terhadap balita dan anak kecil dengan melakukan penimbangan sehingga dapat memantau tumbuh kembang balita dan anak kecil dari umur 0-5 tahun. Posyandu lansia (Lanjut Usia) merupakan posyandu terpadu untuk lansia masyarakat lansia di suatu daerah agar lansia mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai dan kebijakan pemerintah dalam mengembangkan pelayanan kesehatan bagi lansia serta posyandu lansia dimulai umur 60 tahun keatas. Pelayanan publik dalam hal Posyandu untuk balita dan lansia di Desa Mengwi adalah suatu upaya yang sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program Posyandu berperan penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Program Posyandu Balita Dan Lansia Dalam Mewujudkan Kesehatan Masyarakat di Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Berdasarkan tujuan penelitian ini, menggunakan jenis metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Serta teknik pengumpulan data penelitian ini dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data condensation (kondensasi data), data display (penyajian data), dan conclusion drawing/verification (penarikan kesimpulan). Hasil penelitiannya yaitu secara keseluruhan implementasi program posyandu balita dan lansia di Desa Mengwi, sudah berjalan dengan baik dimana hal ini dilihat dari kesesuaian antara program dengan kelompok sasaran yang terdapat tujuan, strategi, dan anggaran yang jelas dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kegiatan posyandu, kesesuaian antara program dengan organisasi pelaksana yang terdapat susunan pengurus, pemenuhan sarana dan prasarana, serta pemenuhan pengetahuan dan pemahaman kader yang jelas memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kegiatan posyandu, dan kesesuaian antara organisasi pelaksana dengan kelompok sasaran yang terdapat sasaran yang memenuhi persyaratan, tindak lanjut hasil pemeriksaan kesehatan serta hasil dari program yang sudah jelas pelaksanaanya memberikan pelayanan dalam kegiatan posyandu balita dan lansia di Desa Mengwi.
PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN EKOWISATA SUBAK SEMBUNG DI DESA ADAT PEGUYANGAN, KECAMATAN DENPASAR UTARA, KOTA DENPASAR Lestari, Ni Putu Maylan Widya; Antarini, Lilik; Mirta, I Wayan
Jurnal Widya Publika Vol 13 No 2 (2025): Widya Publika
Publisher : Magister Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/widyapublika.v13i2.1658

Abstract

Partisipasi Masyarakat adalah investasi penting sebagai usaha dalam mewujudkan capaian pimpinan semuah daerah yang bernaung pada NKRI. Aktivitas pengontrolan kerusakan alam yakni satu diantaranya yaitu melaksanakan program maupun pemeliharaan SDA wajib diimplmenntasikan supaya mengontrol alih kegunaan, dan rusaknya lingkungan dikarenakan pembangunan failitas negara. Berdasarkan hal tersebut, maka pelaksanaan penelitian ini didasarkan pada rumusan masalah yakni “Bagaimana pola-pola keikutsertaa penduduk daerah ketika memajukan serta mengatur pariwisata Subak Sembung. Capaian melalui riset ini yakni guna memahami jenis-jenis keikutsertaan penduduk Ketika perwujudan serta perlakuan Ekowisata Subak Sembung. Prosedur cara riset yang diterapkan yakni penggambaran kualitatif, menerapkan konsep keikutsertaan penduduk berdasarkan pendapat Cohen & Uphoff dalam Siti Irene (2011). Metode pengumpulan hasil yang diterapkan yakni pengamatan, tanya jawab riset, maupun berkas-berkas, serta dokumentasi. Hasil temuan pada penelitian ini adalah bentuk-bentuk partisipasi masyarakat lokal dalam mengembangkan dan mengelola ekowisata ini tidak maksimal. Hal tersebut berdasarkan pada konsep yakni ilplementator-implementator tidak lengkap serta adanya kendala Ketika ditemukan persoalan pengembangan dan pengelolaannya. Kesimpulan dari riset ini yakni guna menemukan Solusi untuk problematika yang rasakan ketika pengembangan dan pengelolaan Ekowisata Subak Sembung maka kerjasama antara pihak pemerintah desa, pengelola ekowisata, serta masyarakat harus lebih ditingkatkan lagi, pengawasan harus lebih intensif seperti menganjurkan pendapat guna ikut dalam seluruh aktivitas atau program yang dilaksanakan di Ekowisata Subak Sembung.
Tata Kelola Desa Wisata Berkelanjutan melalui Pendampingan di Desa Lebih Kecamatan Gianyar Kabupaten Gianyar Antarini, Lilik; I Wayan Sudemen; Victorius Adventius Hamel
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i1.27977

Abstract

Pariwisata menjadi salah satu sektor sebagai penyumbang devisa terbesar di Provinsi Bali. Saat ini pengembangan wisata berkelanjutan sangat penting untuk dilakukan agar pariwisata terus berkembang dengan memperhatikan lingkungan. Permasalahan utama dalam pengembangan pariwisata di Desa Lebih yaitu partisipasi masyarakat dan belum optimalnya partisipasi POKDARWIS. Metode yang dilakukan yaitu dengan Focus Group Disscussion (FGD) yang dilakukan kepada Pemerintah Desa, Kelompok Dasar Wisata (POKDARWIS) dan Masyarakat Desa Lebih. Hasil FGD menunjukkan bahwa Desa Lebih tidak hanya memiliki potensi wisata bahari, tetapi juga potensi hutan desa yang belum tergara secara optimal. Namun demikian, pengembangan objek wisata masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi yang berdampak pada pencemaran lingkungan serta belum tersedianya regulasi lokal yang mengatur tata kelola pariwisata desa. Capaian program ditunjukkan melalui meningkatnya partisipasi aktif masyarakat dan POKDARWIS dalam diskusi perencanaan pariwisata dan munculnya sejumlah gagasan pengembangan wisata. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan rekomendasi awal berupa kebutuhan penyusunan regulasi desa dan penguatan kelembagaan POKDARWIS sebagai langkah awal pengembangan pariwisata berkelanjutan di Desa Lebih, Kabupaten Gianyar.