Sulistiyawati, Dhesta Youlandi Rahayu
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perspektif Guru Tentang Kemampuan Literasi Anak Usia Dini Di Tahun Awal Masuk SD Sulistiyawati, Dhesta Youlandi Rahayu; Utami, Wulan Tri Puji; Utaminingtyas , Siwi
Jurnal Pendidikan Anak Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Department of Early Childhood Education, Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta in in cooperation with in cooperation with the Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD (PPJ PAUD) Indonesia based on the MoU Number: 030/PPJ-PAUD/VIII/2020.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v13i2.482

Abstract

Perkembangan literasi anak usia dini ditandai dengan anak-anak berkomunikasi. Di Indonesia, anak usia dini yang akan memasuki tingkat sekolah dasar (SD) harus mengikuti seleksi untuk melihat kemampuan literasi yang dimiliki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai perspektif atau pandangan guru SD terhadap kemampuan literasi anak usia dini ketika akan memasuki SD. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini 30 guru yang sedang mengajar di sekolah dasar baik negeri maupun swasta di wilayah Kota Yogyakarta dengan berbagai latar belakang pendidikan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh SD yang terlibat menggunakan tes seleksi sebagai persyaratan masuk, diantaranya tes dalam bidang kognitif, non kognitif, maupun keterampilan lain yang dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat kejuaraan. Prespektif guru mengenai calon peserta didik yaitu mampu mambaca dan menulis dengan lancar. Hal ini ditunjukkan dengan hasil wawancara dari 30 guru, 3 guru tidak setuju dengan pendapat tersebut, sedangkan 27 guru lainnya setuju. Artinya, sebagian besar perspektif guru SD terhadap kemampuan literasi calon peserta didik adalah mampu membaca perkata dan menulis kalimat sederhana.
Upaya Guru Dalam Menciptakan Lingkungan Kelas Kondusif Sulistiyawati, Dhesta Youlandi Rahayu; Jannah, Yunita Miftahul
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107259

Abstract

The learning environment, both directly and indirectly, has an influence on the process and results of student behavior. Therefore, designing an effective and conducive learning environment must be a top priority. This study aims to describe teachers' efforts in creating a conducive classroom environment. The type of research used is descriptive qualitative research with subjects of grade 3 teachers of Serang State Elementary School. The results of the study indicate that teachers' efforts in creating a conducive classroom environment are focused on two aspects, namely the physical environment and the psychosocial environment. The physical environment includes classroom layout, ensuring that the classroom is clean and tidy, and maximizing the use of available facilities. Then, the psychosocial environment includes interaction and communication, maintaining classroom harmony, and support in maintaining a conducive classroom atmosphere. With appropriate efforts, a conducive classroom environment will be created so that it can improve the quality of learning. Lingkungan belajar, baik secara langsung maupun tidak langsung, memiliki pengaruh terhadap proses dan hasil perilaku peserta didik. Oleh karena itu, merancang lingkungan belajar yang efektif dan kondusif haruslah menjadi prioritas utama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam menciptakan lingkungan kelas yang kondusif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek guru kelas 3 SD Negeri Serang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalam menciptakanlingkungan  kelas yang kodusif difokuskan pada dua aspek yaitu aspek lingkungan fisik dan lingkungan psikososial. Lingkungan fisik meliputi tata ruang kelas, memastikan ruang kelas bersih dan rapi, serta memaksimalkan pemanfaatan fasilitas yang tersedia. Kemudian, lingkungan psikososial meliputi interaksi dan komunikasi, menjaga keharmonisan kelas, dan dukungan dalam menjaga suasana kelas tetap kondusif. Dengan upaya yang tepat guna, maka akan tercipta lingkungan kelas yang kondusif sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran.
Peran Teknologi Informasi Dalam Perkembangan Literasi Numerasi Peserta Didik Jenjang Sekolah Dasar Di Era Digital Sulistiyawati, Dhesta Youlandi Rahayu
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91608

Abstract

Era digital memmberikan kemudahan akses informasi yang hanpir tidak ada batasan. Fenomena tersebut berpengaruh dalam berbagai bidang, khususnya bidang pendidikan. Literasi dan numerasi menjadi alternatif terbaik dalam pembelajaran supaya tersampaikan secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran teknologi informasi dalam pengembangan literasi dan numerasi pada jenjang sekolah dasar di era digital. Jenis penelitian yang dilipih adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi informasi memiliki peran yang cukup banyak dalam mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di era digital. Teknologi informasi memberikan kemudahan akses informasi dan menyediakan platform belajar online serta game edukasi. Guru dapat menilai kemampuan peserta didik dengan tes yang tersedia dalam platform tersebut. Namun, tantangan yang harus dihadapi adalah kesenjangan digital guru maupun peserta didik. Dengan begitu, diperlukan pelatihan untuk mengembangkan kemampuan penggunaan teknologi dan sosialisasi berbagai jenis platform belajar online.